Dinas Pariwisata Kab. Solok Akan Gelar FGD Untuk Pengembangan Destinasi Wisata

0
119


SOLOK, JN- Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Solok, bertempat di Hotel Rocky Padang, Selasa dan Rabu (1-2/12).


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika, kepada media ini Senin (30/11) menyebutkan bahwa total peserta FGD 40 orang dari utusan Nagari.
“Semua biaya Diditanggung panitia, termasuk akomodasi, transport dan uang harian peserta,” sebut Nasripul Romika, yang didampingi salah seorang Kabid yakni Nolly Eka Mardianto.

Pihaknya berharap dalam FGD nanti, bisa melahirkan para ahli di strategi pengembangan destinasi pariwisata Kabupaten Solok yang berbasis market oriented dengan ditunjang product oriented.

“Pemerintah bersama pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan terkait harus melakukan identifikasi dan pemetaan potensi wisata sebagai dasar untuk menetapkan pengembangan skala prioritas daya tarik wisata di Kabupaten Solok,” tambah Nasripul.

Disebutkannya, Pemerintah Kabupaten Solok harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam mereview dokumen Review Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA), dengan menetapkan skala prioritas pengembangan wisata. Dalam mengembangkan pariwisata perlu menyiapkan database pariwisata berbasis digital, dalam meningkatkan promosi dan kunjungan wisatawan.

Pemerintah dan pelaku industri pariwisata perlu membangun sekretariat bersama asosiasi kepariwisataan, dalam meningkatkan kunjungan wisatawan perlu memaksimalkan Calendar of Event.

Selain itu juga dalam rangka percepatan pembangunan, pengembangan obyek wisata perlu melibatkan kolaborasi Pentahelix (akademisi, pebisnis, pemerintah, komunitas dan media).

FGD rencananya akan dibuka oleh Bupati Solok, H. Gusmal bersama Kepala Dinas Pariwisata Nasripul Romika, dengan menghadirkan narasumber Dari Dinas Pariwisata, DR. Sari Lenggogeni, Ian Hanafiah dan lainnya.

Setidaknya ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam FGD itu yaitu terbangunnya sinergitas kebijakan antar pemerintah dan pemangku kepentingan untuk pengembangan pariwisata, mewujudkan efektivitas, efesiensi pengelolaan dan pengembangan pariwisata baik alam, buatan dan wisata sejarah serta budaya termasuk pembangunan di kawasan konservasi, dan mendorong peran serta pemerintah Nagari dalam mengembangkan destinasi wisata di wilayah kewenangannya masing-masing (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here