Bupati Gusmal Meminta Jangan Ada Preman Di Lokasi Wisata

0
542

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, meminta pengelola objek wisata yang ada di Kanupaten Solok, bersikap ramah kepada setiap tamu yang datang, baik turis domestik maupun turis mancanegara.

“Saya berharap, selain lokasi wisata juga bebas dari praktek premanisme, juga lokasinya harus bersih dan harga makanan dan minuman juga tidak mencekik dan dinaikan sendiri,” jelas Bupati Gusmal, saat mengunjungi objek wisata Panorama di Danau Kembar belum lama ini.

Disebutkan Bupati Gusmal, kalau Kabupaten Solok ingin dikunjungi banyak turis domestik atau luar negeri, kita harus membenahi langkah tinggal kita, termasuk meningkatkan kebersihan, ramah tamah dan mengubah prilaku pemalakan terhadap lokasi parkir yang selama ini terdengar miring. “Saya tidak ingin lagi mendengar ada tarif parkir yang sampai dua puluh ribu atau diminta berulang-ulang. Kalau memang harga parkir disepakati Lima Ribu, maka itu sudah harga mati. Saya tidak ingin mendengar ada preman di lokasi wisata,” ujar Bupati Gusmal bertegas-tegas.

Peninjauan objek wisata Panorama Danau Kembar, dimana dari lokasi panorama yang itu, akan terlihat kedua Danau baik Danau Diatas maupun Danau Dibawah dengan pemandangan yang menawan. Dijelaskan Gusmal, kalau para pengelola dan masyarakat melakukan pemalakan atau melakukan pemerasan terhadap tamu yang datang, mungkin hanya satu kali tamu akan datang dan mereka akan melarang yang lain datang ke lokasi tersebut. “Namun kalau kita ramah, saya optimis Kabupaten Solok yang indah ini akan menjadi pilihan berekreasi utama di Ranah Minang sebab keindahannya jauh lebih menarik dari Bali,” jelas Gusmal. Untuk itu, selain kepada pengelola yakni UPT Danau Kembar, Bupati Gusmal juga meminta pihak Kepolisian dan TNI ikut menjaga lokasi ini. Sementara kepada pihak KLH, Bupati Gusmal meminta untuk selalu menjaga kebersihan, termasuk menjaga lokasi sekita objek wisata, fasum danjuga fasos yang ada. Bahkan Bupati Gusmal meminta agar pengelola menertikan para pedagang liar yang ada di dalam lokasi objek wisata agar menjaga kebersihan, keindahan dan ketertiban. Gusmal juga menyebutkan bahwa pariwisata termasuk Program Empat Pilar yang diusungnya untuk membangun Kabupaten Solok bersama Wabub Solok untuk lima tahun kedepan (wandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here