Angin Segarpun Berhembus Untuk Masyarakat Garabak Data

0
1716
Oleh: Wandy Wartawan Harian Koran Padang

 

Dalam tahun 2018 ini, rencananya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, akan mengucurkan dana Rp 1 Milyar untuk membangun akses jalan ke Nagari Paling terbelakang di Kabupaten Solok, yakni Garabak Data, di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.

Meskipun mantan Bupati Solok priode 2010-2015, H. Syamsu Rahim dan mantan Wakil Bupati Solok, H. Desra Ediwan Anantanur sudah terlanjur memproklamasikan bahwa seluruh nagari yang ada di Kabupaten Solok sudah terlepas dari keterisolasian, namun nyatanya sampai saat ini masih banyak nagari di bumi penghasil bareh tanamo itu yang belum bisa menikmati kehidupan yang layak, belum merdeka secara technology, belum bisa menikmati kendaraan dengan jalan beraspal, belum ada jaringan celluler dan lain sebagainya.

Jangankan jauh-jauh, beberapa jorong di Kecamatan Kubung yang berbatas langsung dengan Kota Solok dan dekat dari Ibukota Kabupaten Arosuka, masih banyak jorong yang belum menikmati akses jalan yang bagus dan signal HP, seperti di sebahagian Nagari Gantung Ciri, Koto Hilalang dan juga Salayo. Begitu juga dengan Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, masih ada juga nagari yang belum memiliki akses jalan dan belum bisa menggunakan handphone dengan baik.

Di Selata Kabupaten Solok, sebut saja Nagari Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo di kecamatan Hiliran Gumanti, merupakan contoh nagari yang sampai saat ini belum bisa menikmati indahnya berkomunikasi dengan menggunakan HP. Bahkan dari nagari Talang Babungo, hanya ada satu jalan yang menghubungkan kedua nagari tersebut. Kalau jalan tersebut sempat ambruk, maka dipastikan kedua nagari itu akan makin terisolasi dari dunia luar. Mayoritas penduduk nagari Sariak Alahan Tigo dan Sungai Abu adalah bertani atau berkebun. Sementara lahan persawahan memang tersedia,  namun tidaklah seluas yang ada di kecamatan lain, seperti Gunung Talang, Kubung, Bukit Sundi, X Koto Singkarak atau yang lainnya. Masyarakat di kedua nagari itu, sudah lama mendambakan agar pihak Telkomsel atau Indosat atau pihak XL untuk memasang tower Celluler di sana, namun sampai saat ini belum juga terealisasi.

Selain Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo, dari 74 nagari yang ada di Kabupaten Solok, kecamatan Garabak Data yang terdiri dari 5 nagari, juga tidak kalah hebatnya dengan Sungai Abu masalah ketertinggalan. Nagari Garabak Data misalnya, sampai saat ini sebahagian masyarakatnya masih mengandalkan kuda beban sebagai alat transfortasi untuk mengangukt barang dan ongkosnya dibayar sesuai berat barang yang dibawa dan untuk satu kilometernya bisa dikenakan tarif Rp 3000/berat barang yang diangkut. Kalau berjalan kaki, maka dari nagari terdekat, Batu Bajanjang Baliak yang merupakan letak ibu kecamatan Tigo Lurah, bisa ditempuh sekitar 12 jam perjalanan. Begitu juga dengan nagari Sumiso, Rangkiang Luluih, Kipek, Simanau, Aia Luwo dan Siaro-Aro. Kesemua nagari tersebut selain jauh dari pusat kota, masyarakatnya tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar, karena tidak ada tower seluler tadi. Selain itu, jarak yang jauh dari ibukota Arosuka dan kondisi jalan yang rusak berat, membuat masyarakatnya lebih memilih berdiam di kampuang halamannya.

Dari nagari-nagari yang belum bisa disejajarkan dengan nagari tetangganya, bukan tidak ada masyarakatnya yang sukses dan berhasil di luar nagari mereka. Tapi karena kondisi di kampung halaman yang serba terbatas, membuat mereka lebih memilih menetap dan berkarir di tanah rantau.

Sekarang, apakah kita semua, pemerintah dan DPRD Kabupaten Solok dan Sumatera Barat, akan terus tutup mata dan hanya mengatakan sekedar ikut prihatin dengan kondisi ini? Sudah saatnya kita bertindak dan berbuat. Mumpung Kepala SKPD belum ditunjuk, sebaiknya Kepala Daerah benar-benar menempatkan orang yang bisa berpikir untuk kemajuan Kabupaten Solok, termasuk memikirkan nasib nagari yang bisa dikatakan belum bisa menikmati kemerdekaan seutuhnya, seperti saudara-saudaranya di nagari tetangga. Mari kita bangun Kabupaten Solok dari seluruh penjuru mata angin, terutama bagaimana kita bisa membawa saudara-saudara kita yang tinggal di nagari terisolasi, bisa menikmati kemerdekaan seperti saudaranya yang sudah dulu maju dan berada di dekat ibukota Kabupaten dan dilalui jalur lintas.

Agin segarpun berembus dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat yang saat menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Solok akhir tahun 2017 lalu, berjanji akan mengucurkan dana Rp 1 milyar untuk membuka akses jalan ke Nagarai Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah.

            “Kami sangat berterimakasih kepada Bapak-Bapak anggota dewan khususnya dari Dapil tujuh, yang sudah menganggarkan dana Rp 1 Milyar pada tahun 2018 untuk membangun akses jalan ke Garabak Data,” ucap Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin dalam pertemuan tersebut.

Kita semua berharap, terutama masyarakat Garabak Data, janji tersebut bisa terealisasi agar masyarakat paling terisolir di Kabupaten Solok itu bisa keluar dari ketertinggalan, Semoga! (pulis adalah wartawan Koran Padang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here