Yondri Samin Ditolak Mentah-Mentah Mendaftar ke PPP

0
1705

SOLOK, JN- Kabar menghebohkan kembali terjadi di dunia politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Solok, dimana Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok saat ini, Yondri Samin, SH, ditolak mentah-mentah mendaftar sebagai Bacaleg DPRD 2019 oleh pengurus Partai PPP Kabupaten Solok, dibawah pimpinan Buya Sa’adudin, Sekretaris, Dendi serta pengurus PPP Kbupaten Solok lainnya.

“Kami sengaja menolak pendaftaran berkas bacaleg DPRD Kabupaten Solok, yakni Bapak Yondri Samin yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, karena  kami menilai beliau itu tidak sejalan lagi dengan kami serta tidak membayar iyuran partai selama beberapa tahun dan juga jumlah bacaleg untuk Dapil III dari PPP Kabupaten Solok sudah penuh,” jelas Zulhatrijon, Ketua Lajnah Pemenang Pemilu (LP2) Partai PPP Kabupaten Solok, kepada KORAN PADANG, Sabtu (7/7) di kantor DPC PPP Kabupaten Solok di Koto Baru. Disebutkan Zulhatrijon, pengurus Partai PPP Kabupaten Solok sudah sepakat untuk menolak Yondri Samin mendaftar di PPP untuk Bacaleg tahun 2019 mendatang, karena dianggap tidak lagi sejalan dengan kepengurusan partai PPP pusat yakni Djan Faridz. “Tidak ada lagi pintu buat dia di PPP, karena kami ingin kedepannya kader PPP ini solid, kalau dia memang disuruh Sekjen, mana surat perintahnya dan karena beliau datang menyampaikan secara lisan, maka kami tolak pula secara lisan,” tambah Zulhatrijon.

 

Sementara itu, Yondri Samin yang dijumpai KORAN PADANG di kediamannya, membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengaku datang ke kantor PPP Kabupaten Solok di Koto Baru, Sabtu siang dengan didampingi Sekretarisnya, untuk menyerahkan berkas pendaftaran Bacaleg tahun 2019 ke kantor PPP, karena dirinya menganggap PPP rumah Kabbah karena dirinya menganggap PPP adalah partainya,  namun ditolak mentah-mentah oleh pengurus yang ada. “Saya datang ke kantor dengan niat baik dan juga sopan, namun kenapa semua pengurus inti yang ada di kantor PPP bernada sinis kepada saya. Apa begitu cara orang Kabbah menerima tamu. Lagi pula saya kan datang ke rumah Kabah yang notabennya rumah saya sendiri. Saya juga datang disuruh pak Sekjen PPP Pusat,”terang Yondri Samin, tampak kecewa berat dengan kepengurusan PPP Kabupaten Solok, dibawah pimpinan Buya Sa’adudin.

Disebutkan Yondri Samin, sewaktu dirinya datang mengucapkan salam dan juga menyalami semua pengurus yang ada seperti Ketua PPP, Sekretaris PPP, Dendi dan pengurus lainnya. Namun yang dia dapat adalah pelecehan seperti ada seseorang yang mengeluarkan kata-kata tidak enak kepada dirinya. “Meski diancam dan dilecehkan, namun saya tetap berlaku sopan, sebab saya merasa kader PPP tulen dan saya kan juga pernah menjadi Ketua Partai PPP Kabupaten Solok. Apa mereka tidak ingat,” jelas Yondri Samin. Disebutkan Yondri Samin, bahwa dengan ditolaknya dirinya mendaftar ke PPP, maka ada yang diharapkan pengurus yakni dirinya mundur dari PPP dan bisa di PAW.

Ditolaknya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH mendaftar ke PPP, karena tidak lepas dari perpecahan kubu PPP pusat yang terbelah menjadi dua kubu, yakni Kubu Djan Fardz dan kubu Romahurmuziy. Yondri Samin memilih bergbung kepada kubu  Djan Faridz sementara pengurus sekarang memilih bergabung dengan kubu Romi.

 

 

Seperti diketahui bersama, sejak dulu di Kabupaten Solok yang menjadi lumbung suara Epyardi Asda, berdampak terbelah usai kubu pesat terbagi dua. Epyardi secara materi dan moril membesarkan PPP di Sumbar dan secara khusus di Kabupaten Solok, ternyata tetap mendapat perlawanan di kampung halamannya. Anggota DPRD Kabupaten Solok Dendi, memilih berada di bawah kepemimpinan Sa’adudin. Dendi memilih berseberangan dengan Yondri Samin yang menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Solok versi Djan Faridz. Saat ini, Yondri menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here