Walinagari Singkarak, H. Arman: Niatkan Tujuan Menjadi Wali Untuk Mengabdi ke Masyarakat

0
952

SOLOK, JN- Walinagari Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, H. Arman, menyebutkan bahwa sebagai pelayan masyarakat, dirinya sangat menyadari perlunya membina hubungan baik dengan segenap unsur di nagari, seperti BMN, KAN dan juga masyarakat itu sendiri.

“Sebagai pemerintahan terendah yang berhadapan langsung dengan akar rumput alias masyarakat, maka kita harus siap untuk melayani mereka 26 jam bukan 24 jam. Kalau tidak, janganlah jadi walinagari, apalagi sampai meminta kita untuk dilayani masyarakat,” jelas H. Arman, ketika berbincang dengan Koran Padang di ruang kerjanya, Jum’at (23/3).

Mantan ASN di Dinas Pertanian ini, mengaku fokus untuk mengabdi ke masyarakat di daerahnya. Apalagi Nagari Singkarak yang dikenal dengan Wisata Dermaga Danaunya, sangat membutuhkan pemimpin nagari yang luwes dalam bergaul dan juga harus cerdas. “Sebagai Walinagari, tugas kita sama kayak Bapak Sekwan di DPRD, bisa keatas ke Pemerintah atau atasan kita dan juga harus pandai berhadapan dan menerima keluhan masyarakat tingkat bawah,” tambah H. Arman, yang juga Bendahara Forum Walinagari se Kabupaten Solok itu.

Walinagari yang murah senyum itu, saat ini sedang menyusun kelompok penduduk masyarakat Singkarak berdasarkan usia. Umpanya, berapa jumlah anak usia 0 hingga4 tahun. Selanjutnya usia 4 hingga 10 tahun. 10 Tahun hingga 15 tahun hingga batas usia 70 hingga 75 tahun keatas. Guna catatan tersebut menurut H. arman, agar mudah menata berapa usia PAUD dan Balita atau berapa jumlah remaja produktif dan lainnya bahkan hingga mendapatkan warga kurang mampu. Selain itu, setiap balita yang akan ditimbang, juga akan mendapatkan subsidi bantuan dari dana nagari, sekitar Rp 3000 untuk satu orang anak yang bantuan disalurkan bekerjasama dengan bidan desa, yang gunanya untuk membeli bubur kacang hijau waktu anak ditimbang dan diimunisasi.

Saat ini jumlah penduduk Nagari Singkarak secara keseluruhan berjumlah sebanyak 4063 dengan 1130 Kepala Keluarga. “Kalau menjadi pemimpin di nagari ini memang terasa sulit kalau kita tidak bisa mengatasinya, sebab kitalah sehari-hari yang bertemu langsung dengan masyarakat. Namun kalau kita pandai caranya, semua terasa mudah saja, asal tujuan kita benar-benar untuk mengabdi,” terang H. Darman (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here