Walinagari Garabak Data Sorot Pengerjaan Jalan Dari Muaro Menuju Durian Kawik

0
324

SOLOK, JN- Walinagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, Pardinal menyorot tajam pengerjaan jalan Kabupaten dari  Batu Bajanjang menuju  Nagari Garabak Data yang didanai melalui dana APBD Kabupaten Solok tahun 2018 sebesar Rp 200 juta lebih, tidak melihat azas manfaat.

“Masak jalan yang dikerjakan masih dalam kondisi bagus seperti yang ada di depan SD Muaro, di Nagari Batu Bajanjang. Sementara jalan yang rusak parah berada di ruas dusun Lolo dan Dusun Tak Cubadak yang berlobang sedalam 3 meter dan musim hujan susah dilintasi kendaraan bermotor seperti sepeda motor apalagi mobil. Ini sama saja tidak melihat azas manfaat,” jelas Pardinal, Selasa  (6/11), kepada KORAN PADANG.

Disebutkan Pardinal, jalan tersebut seharusnya dikerjakan melalui dana APBD Provinsi Sumbar yang dijanjikan oleh anggota DPRD Sumbar dari Dapil 7 sebesar Rp 1 Milyar Rupiah tahun 2018 ini. “Namun hingga sekarang dana Rp 1 Milyar itu tidak pernah cair, hanya dana APBD Kabupaten yang cair sebesar Rp 200 Juta lebih. Kami masyarakat Garabak Data dan Tigo Lurah selalu menjadi objek untuk dibohongi oleh para politisi dan pemimpin,” jelas Pardinal dengan nada cukup tinggi.

“Saya atas nama masyarakat Nagari Garabak Data, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan anggota DPRD, yang sudah memperjuangkan anggaran untuk membangun jalan ke nagari kami. Dan saya juga terimakasih kepada media yang selama ini terus menyuarakan kondisi jalan ke nagari kami. Namun kalau bisa tolong dana tersebut untuk mempermudah masyarakat kami seperti mengerjakan jalan yang terlalu parah agar bisa dilintasi kendaraan pada musim panas. Sebab kalau musim hujan begini juga tidak akan bisa menggunakan kendaraan hingga masuk ke dusun Durian Kawik  yang sudah masuk ke Nagari Garabak Data,” jelas Pardinal.

Pardinal berharap kepada Dinas PUPR, kalau bisa pengerjaan jalan yang sekarang yang  didanai APBD Kabupaten, harus membenahi yang rusak parah terlebih dulu.  “Kalau yang di Muaro depan SD itu, saya rasa kondisinya masih layak untuk ukuran nagari kami. Tapi kalau yang di Dusun Tak Cubadak kondisinya sudah berlobang sedalam Tiga Meter lebih, sehingga untuk memasang tiang listrik saja kendaraan tidak bisa masuk dan sudah hampir Dua tahun tiang listrik itu berada di jalan dan sudah datang orang pusat menayakan kenapa belum dipasang,” terang Pardinal.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tahun 2018 ini, Pemerintah Sumatera Barat melalui perjuangan anggota DPRD Sumbar Dapil Solok, sudah memperjuangkan anggaran sebesar Rp 1 Milyar untuk pembangunan jalan ke Garabak data, seperti yang disampaikan perwakilan anggota DPRD Sumbar asal Dapil Solo, seperti Ahmad Rius, Asrul Tanjung dan Sabrana, pada beberapa bulan lalu dihadapan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin dan Sekdakab Solok, Aswirman serta Dinas PUPR bahwa tahun ini jalan akan dibangun ke Garabak Data akan dibangun tahun 2018 ini. Namun hingga pertengahan November 2018, janji tersebut juga belum ada tanda-tandanya. Pihaknya juga menyebutkan kalau dari dana Nagari dana untuk mengerjakan jalan tidak akan cukup. “Minimal untuk mengerjakan jalan ketempat kami adalah dana APBD Provinsi atau dana pusat, agar kami bisa menikamti jalan beraspal,” jelas Pardinal.

Rencananya dana Rp 1 Milyar tersebut, akan digunakan untuk membangun jalan dari Muaro Sabi Ayie di perbatasan Nagari Batu Bajanjang dengan Nagari Tigo Lurah menuju Puncak Tan Palangki  dan terus ke Durian Kawik di Nagari Garabak Data atau sepanjang lebih kurang 12 Kilometer.

Rencana penegrjaan jalan tersebut akan dilakukan tahun ini dan tidak adalagi masalah dengan kawasan hutan lindung karena izinnya sudah keluar. Namun dana tersebut tidak kunjung cair (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda