Walinagari Berharap, Pengerjaan Jalan ke Garabak Jangan Langsung di Cor Tetapi Lakukan Pengerasan Dulu

0
759

SOLOK, JN- Walinagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, Pardinal mengharapkan agar pengerjaan jalan ke Nagari Garabak Data melalui dana APBD Sumbar tahun 2018, jangan langsung dilakukan pengecoran namun terlebih dulu harus dilakukan pengerasan, agar kekuatan jalan bisa bertahan lama.
“Saya atas nama masyarakat Nagari Garabak Data, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan anggota DPRD, yang sudah memperjuangkan anggaran untuk membangun jalan ke nagari kami. Dan saya juga terimakasih kepada media yang selama ini terus menyuarakan kondisi jalan ke nagari kami,” jelas Pardinal, Senin (30/7).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tahun 2018 ini, Pemerintah Sumatera Barat melalui perjuangan anggota DPRD Sumbar Dapil Solok, sudah memperjuangkan anggaran sebesar Rp 1 Milyar untuk pembangunan jalan ke Garabak data, seperti yang disampaikan perwakilan anggota DPRD Sumbar asal Dapil Solo, seperti Ahmad Rius, Asrul Tanjung dan Sabrana, pada beberapa bulan lalu dihadapan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin dan Sekdakab Solok, Aswirman serta Dinas PUPR bahwa tahun ini jalan akan dibangun ke Garabak Data akan dibangun tahun 2018 ini.
“Kalau pembangunan jalan tersebut langsung dicor dan tidak dilakukan pengerasan terlebih dulu, maka saya optimis jalan satu-satunya menuju nagari saya tidak akan bertahan lama,” sambung Pardinal. Disebutkannya, meski pihaknya mengaku bukan orang tekhnis, namun setau dia bahwa kalau akan mengerjakan atau membangun jalan biasanya dilakukan pengerasan terlebih dulu. “seperti yang saya tau dari beberapa rekanan, bahwa untuk pengerjaan jalan baru, biasanya setelah dilakukan pembukaan jalan, langkah kedua yang harus dilakukan adalah pemadatan lahan dan yang ketiga adalah pemasangan bekisting dan selanjutnya adalah pemasangan tulang besi dan seterusnya. Jadi tidak akan bagus kalu dilakukan langsung pengecoran dan tidak akan bertahan lama,” jelas Pardinal.

Rencananya dana Rp 1 Milyar tersebut, akan digunakan untuk membangun jalan dari Muaro Sabi Ayie di perbatasan Nagari Batu Bajanjang dengan Nagari Tigo Lurah menuju Puncak Tan Palangki di Nagari Garabak Data atau sepanjang lebih kurang 15 Kilometer. “Saya berani menyampaikan hal ini, karena saya mendengar kabar angin kalau rencana pengerjaan jalan tersebut menuju nagari kami akan langsung dilakukan pengecoran, tampa dilakukan pengerasan dan hal ini sangat merugikan masyarakat,” terang Pardinal.
Rencana penegrjaan jalan tersebut akan dilakukan tahun ini dan tidak adalagi masalah dengan kawasan hutan lindung karena izinnya sudah keluar (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here