Tiga Tahun Kepemimpinan Gusmal dan Yulfadri Nurdin

0
213

 Pengantar:

MINGGU tanggal 17 Februari 2019 kemaren, genap Tiga Tahun pasangan Bupati Solok, H. Gusmal dan Wakil Bupati Yulfadri Nurdin dilantik menjadi Bupi Solok priode 2016-2021. Pelantikan Bupati Gusmal dan Wakil Bupati Solok, dilakukan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, tepat pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2016 Tiga silam, bertempat di Kantor Gubernur Sumbar.

Menurut Bupati Gusmal, berbagai keberhasilan yang diraih seorang pemimpin, tentu tidak akan lepas dari dukungan OPD dan masyarakatnya. “Kita dari awal sudah berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Solok ini menjadikan Kabupaten terbaik dari yang baik dan itu butuh dukungan kita semua pihak. Termasuk media, tokoh masyarakat, cadiak pandai, pemuda dan juga para seniman,” ucap Gusmal.

Tentu banyak harapan dan keinginan  yang disandarkan atau yang ditumpangkan masyarakat Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo ini kepada Bupati pilihan rakyat itu, agar membawa Kabupaten Solok menjadi Kabupaten terbaik dari yang baik. Selain itu, dengan mengusung Empat Pilar Pembangunan dari yang sebelumnya Tiga Pilar, diharapkan masyarakat Kabupaten Solok akan hidup sejahtera dalam kemakmuran serta makmur dalam kesejahteraan. Empat Pilar yang diusung Bupati Solok, diantaranya adalah  Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Ekonomi Kerakyatan dan Pilar Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih  serta tentunya berdasarkan Adab Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Untuk mencapai Program Empat Pilar ini agar tidak muluk-muluk, Bupati bersama Wakil Bupati harus menunjuk atau menempatkan Kepala OPD/SKPD  sesuai keahliannya.

Bupati tentu berharap Kepala Operasi Perangkat Daerah (OPD) atau SKPD, untuk mencapai cita-cita sesuia visi dan misi yang diusung, Kepala OPD ini harus mempunyai loyalitas yang tinggi kepada Bupati, kalau tidak hasilnya juga akan nihil, sebab mereka bekerja bukan untuk masyarakat, tetapi Asal Bapak senang alias ABS saja. “Kita tidak bisa bekerja sendirian kalau tidak didukung oleh SKPD, DPRD, masyarakat dan juga pihak swasta. SKPD yang ditunjuk harus bergerak cepat dan membuktikan kemampuan terbaiknya setelah ditunjuk, bukan untuk gaya-gayaan,” jelas H. Gusmal.

Dalam sebuah perbincangan dengan Bupati Gusmal beberapa waktu lalu, ada keinginan besar terlihar dari sorot mata orang nomor satu di Kabupaten Solok ini, dimana pihaknya ingin masyarakat Solok sejahtera dan beritaqwa serta bagaimana Kabupaten Solok yang indah ini kembali menjadi daerah tujuan study banding bagi daerah lain, seperti yang terjadi sepuluh tahun lalu. “Kalau bisa kita menjadi Kabupaten terbaik dari yang baik dan daerah lain bisa study banding ke Solok ini bukan kita saja yang belajar kedaerah lain,” jelas Gusmal.

Dari segi leadership, kita tentu tidak usah meragukan kemampuan Bupati Gusmal. Secara birokrasi, Bupati Gusmal adalah orang yang berangkat dari bawah dan dimulai dari staf hingga menjadi Sekretaris Daerah di Zaman Bupati Gamawan Fauzi. Sementara Wakil Bupati Solok adalah seorang politikus yang sukses duduk dibangku DPRD Kabupaten Solok dua kali dan satu kali di DPRD Sumbar, meski mundur di tengah jalan untuk maju menjadi calon Wakil Bupati Solok dan hasilnya pun menang. Perpaduan ini tentunya diharapkan akan menjadi kekuatan atau benteng utama di dalam menjalankan roda pemerintahan dengan segala dinamikanya.

Dari poin Empat pilar tadi, Bupati tampaknya akan lebih fokus ke masalah pendidikan dan tentunya pendidikan yang berkarakter, sebab dengan belajar manusia akan pintar dan kalau manusia kurang pendidikan, mereka akan terus merasa hebat. Orang yang terus belajar, mereka akan merasa semakin sedikitlah yang baru dia ketahui. “Dengan pendidikan, kualitas manusia yang dihasilkan pasti akan jauh lebih baik, termasuk SDM, etika, pola pikir atau cara bertindak, jelas akan terlihat yang kedepannya mereka bisa diharapkan membangun,” terang H. Gusmal. Pendidikan bukan hanya sekedar pendidikan, tetapi juga harus sesuai ABS-SBK tadi. Bahkan Bupati menginginkan, selain maysarakatnya sejahtera, juga berharap masyarakat Kabupaten Solok menjadi masyarakat yang berpedoman kepada Al Qur’an. Untuk itu, pada tanggal 30 Desember 2016 lalu, Bupati sudah melaunching program Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah, bertempat di Masjid Agusng Islamic Center Koto Baru, kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Berbagai problema muncul saat pengangkatan para pejabat eselon II, III dan eselon IV. Ada yang pusa dan ada yang kecewa. Tetapi menurut Bupati, jumlah pegawai saja lebih dari 8000 orang, sementara jumlah jabatan yang ada hanya sekitar 500-san. “Tentu tidak mungkin semuan kita angkat, tapi ini malah menjadi permasalahan juga,” tambah putra asli nagari Guguk itu.

Di awal kepemimpinan duet Gusmal-Yilfadri Nurdin,  hal yang pertama dilakukannya adalah menyusun RPJMD sesuai dengan target yang ditetapkan undang-undang No 32 dan bersama-sama dengan DPRD selama 3 bulan. Dengan dasar dan komitmen serta kepercayaan yang diberikan dari masyarakat Kabupaten Solok, hal ini dapat kami lakukan bersama-sama.     Usia Dua tahun, tentu belum bisa kita nilai tingkat keberhasilan kepemimpinan sang Kepala Daerah dengan sempurna.

Namun berbagai prestasi juga sempat diraih Kepala Daerah Solok ini, meski dimasa transisi pemerintahan. Prestasi itu antara lain Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE,MM, menerima penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dari Presiden RI, Joko Widodo, pada Minggu, tanggal 26 Juni 2016. Penghargaan itu diserahkan, dalam pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba (HANI) Tahun 2016, bertempat di Lapangan Parkir Jalan Cengkeh, Pinangsia Taman Sari, Jakarta. Bahkan Bupati Solok, menjadi satu-satunya Kepala Daerah di Indonesia yang menerima penghargaan P4GN baik Bupati, Walikota atau Gubernur.

Kemudian Bupati Solok juga dinilai sebagai Kepala Daerah peduli dan mendorong kemajuan ekonomi, sosial kemasyarakatan dengan pola pembangunan berkelanjutan, organisasi dunia dibawah naungan PBB, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan pada Bupati Solok, H. Gusmal. Penghargaan bertuliskan “Certificate Of Appreciation Mr Gusmal” yang ditanda tangani Direktur Kepala UNESCO Perwakilan Jakarta, Mr Shahbaz Khan itu, diserahkan perwakilan UNESCO, Dr Irakli Khodeli kepada Bupati Solok, Gusmal didampingi Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin di Conventions Hall, Alahanpanjang, Rabu Tanggal 1 Februari 2017 lalu. Selain itu, Kabupaten Solok dibawah kepemimpinan Gusmal-Yulfadri Nurdin, juga sukses meraih piala Wahana Tata Nugraha atau penghargaan terhadap tertib lalu lintas kategori kota kecil, yang diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI kepada Bupati Solok, bertempat di Ballroom Hotel Marlynn Park, Jakarta. Kemudian dibawah kepemimpinan Gusmal, Kabupaten Solok itu juga meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tahun 2017. Tropi dan piagam penghargaan tersebut diterima Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM di, Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta. Selanjutnya Bupati Solok ini, juga  menerima anugrah penghargaan berupa Dwi Praja Nugraha yang merupakan penghargaan atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan PGRI.

Penghargaan Dwi Prajura Nugraha ini diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Bupati Solok H.Gusmal dan 14 Kabupaten Kota lainnya se-Indonesia, dalam acara peringatan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, hari ini, Sabtu 2 Desember 2017 serta pada tahun 2018 lalu juga puluhan penghargaan diterima Bupati Solok dalam berbagai bidang.

Selain Bupati Solok, Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok juga sukses meraih kuara 2 nasional dalam menerapkan dan mengkampanyekan gerakan pemeriksaan kanker serviks atau IVA test yang melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Bupati Gusmal menginginkan Kabupaten Solok, masyarakatnya memakmurkan masjid serta menggalakan Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah serta di setiap kecamatan, ada sebuah sekolah berbasis pesantren setingkat SMP dengan didanai APBD. Hal itu ditandai dengan di launchingngya Program Sekolah SMP Berbasis Pesantren pada Rabu tanggal 15 Februari 2017 silam, bertempat di Taman Hutan Kota Terpadu (THKT) Arosuka oleh Bupati Solok, dengan disaksikan oleh Ketua LKKS Prov Sumbar, Hj. Nevi Zu’airina Irwan Prayitno, Ketua LKKA Kab Solok, Ny. Desnadevi Gusmal,SH dan lainnya.

Awal tahun 2019 ini, Bupati juga akan merenovasi habis gedung atau bangunan Bupati Solok yang lama, yang sekarang digunakan Bank Nagari Solok serta gedung PKK dan Kesbangpol untuk diganti dengan gedung baru dengan anggran Rp 44 Milyar dengan pengerjaan tahun jamak.

“Kita tentu berharap, apa yang akan dikerjakan pemerintah, tentu harus ada unsur manfaatnya bagui masyarakat di daerah,” ucap Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal. Semoga kedepannya Kabupaten Solok menjadi lebih baik dari yang baik. Aamiin…..!!***

a Tahun Kepemimpinan Gusmal dan Yulfadri Nurdin

Membangun Kabupaten Solok Dengan Nuansa Islami

 Pengantar:

MINGGU tanggal 17 Februari 2019 kemaren, genap Tiga Tahun pasangan Bupati Solok, H. Gusmal dan Wakil Bupati Yulfadri Nurdin dilantik menjadi Bupati Solok priode 2016-2021. Pelantikan Bupati Gusmal dan Wakil Bupati Solok, dilakukan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, tepat pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2016 Tiga silam, bertempat di Kantor Gubernur Sumbar.

Menurut Bupati Gusmal, berbagai keberhasilan yang diraih seorang pemimpin, tentu tidak akan lepas dari dukungan OPD dan masyarakatnya. “Kita dari awal sudah berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Solok ini menjadikan Kabupaten terbaik dari yang baik dan itu butuh dukungan kita semua pihak. Termasuk media, tokoh masyarakat, cadiak pandai, pemuda dan juga para seniman,” ucap Gusmal.

Tentu banyak harapan dan keinginan  yang disandarkan atau yang ditumpangkan masyarakat Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo ini kepada Bupati pilihan rakyat itu, agar membawa Kabupaten Solok menjadi Kabupaten terbaik dari yang baik. Selain itu, dengan mengusung Empat Pilar Pembangunan dari yang sebelumnya Tiga Pilar, diharapkan masyarakat Kabupaten Solok akan hidup sejahtera dalam kemakmuran serta makmur dalam kesejahteraan. Empat Pilar yang diusung Bupati Solok, diantaranya adalah  Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Ekonomi Kerakyatan dan Pilar Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih  serta tentunya berdasarkan Adab Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Untuk mencapai Program Empat Pilar ini agar tidak muluk-muluk, Bupati bersama Wakil Bupati harus menunjuk atau menempatkan Kepala OPD/SKPD  sesuai keahliannya.

Bupati tentu berharap Kepala Operasi Perangkat Daerah (OPD) atau SKPD, untuk mencapai cita-cita sesuia visi dan misi yang diusung, Kepala OPD ini harus mempunyai loyalitas yang tinggi kepada Bupati, kalau tidak hasilnya juga akan nihil, sebab mereka bekerja bukan untuk masyarakat, tetapi Asal Bapak senang alias ABS saja. “Kita tidak bisa bekerja sendirian kalau tidak didukung oleh SKPD, DPRD, masyarakat dan juga pihak swasta. SKPD yang ditunjuk harus bergerak cepat dan membuktikan kemampuan terbaiknya setelah ditunjuk, bukan untuk gaya-gayaan,” jelas H. Gusmal.

Dalam sebuah perbincangan dengan Bupati Gusmal beberapa waktu lalu, ada keinginan besar terlihar dari sorot mata orang nomor satu di Kabupaten Solok ini, dimana pihaknya ingin masyarakat Solok sejahtera dan beritaqwa serta bagaimana Kabupaten Solok yang indah ini kembali menjadi daerah tujuan study banding bagi daerah lain, seperti yang terjadi sepuluh tahun lalu. “Kalau bisa kita menjadi Kabupaten terbaik dari yang baik dan daerah lain bisa study banding ke Solok ini bukan kita saja yang belajar kedaerah lain,” jelas Gusmal.

Dari segi leadership, kita tentu tidak usah meragukan kemampuan Bupati Gusmal. Secara birokrasi, Bupati Gusmal adalah orang yang berangkat dari bawah dan dimulai dari staf hingga menjadi Sekretaris Daerah di Zaman Bupati Gamawan Fauzi. Sementara Wakil Bupati Solok adalah seorang politikus yang sukses duduk dibangku DPRD Kabupaten Solok dua kali dan satu kali di DPRD Sumbar, meski mundur di tengah jalan untuk maju menjadi calon Wakil Bupati Solok dan hasilnya pun menang. Perpaduan ini tentunya diharapkan akan menjadi kekuatan atau benteng utama di dalam menjalankan roda pemerintahan dengan segala dinamikanya.

Dari poin Empat pilar tadi, Bupati tampaknya akan lebih fokus ke masalah pendidikan dan tentunya pendidikan yang berkarakter, sebab dengan belajar manusia akan pintar dan kalau manusia kurang pendidikan, mereka akan terus merasa hebat. Orang yang terus belajar, mereka akan merasa semakin sedikitlah yang baru dia ketahui. “Dengan pendidikan, kualitas manusia yang dihasilkan pasti akan jauh lebih baik, termasuk SDM, etika, pola pikir atau cara bertindak, jelas akan terlihat yang kedepannya mereka bisa diharapkan membangun,” terang H. Gusmal. Pendidikan bukan hanya sekedar pendidikan, tetapi juga harus sesuai ABS-SBK tadi. Bahkan Bupati menginginkan, selain maysarakatnya sejahtera, juga berharap masyarakat Kabupaten Solok menjadi masyarakat yang berpedoman kepada Al Qur’an. Untuk itu, pada tanggal 30 Desember 2016 lalu, Bupati sudah melaunching program Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah, bertempat di Masjid Agusng Islamic Center Koto Baru, kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Berbagai problema muncul saat pengangkatan para pejabat eselon II, III dan eselon IV. Ada yang pusa dan ada yang kecewa. Tetapi menurut Bupati, jumlah pegawai saja lebih dari 8000 orang, sementara jumlah jabatan yang ada hanya sekitar 500-san. “Tentu tidak mungkin semuan kita angkat, tapi ini malah menjadi permasalahan juga,” tambah putra asli nagari Guguk itu.

Di awal kepemimpinan duet Gusmal-Yilfadri Nurdin,  hal yang pertama dilakukannya adalah menyusun RPJMD sesuai dengan target yang ditetapkan undang-undang No 32 dan bersama-sama dengan DPRD selama 3 bulan. Dengan dasar dan komitmen serta kepercayaan yang diberikan dari masyarakat Kabupaten Solok, hal ini dapat kami lakukan bersama-sama.     Usia Dua tahun, tentu belum bisa kita nilai tingkat keberhasilan kepemimpinan sang Kepala Daerah dengan sempurna.

Namun berbagai prestasi juga sempat diraih Kepala Daerah Solok ini, meski dimasa transisi pemerintahan. Prestasi itu antara lain Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE,MM, menerima penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dari Presiden RI, Joko Widodo, pada Minggu, tanggal 26 Juni 2016. Penghargaan itu diserahkan, dalam pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba (HANI) Tahun 2016, bertempat di Lapangan Parkir Jalan Cengkeh, Pinangsia Taman Sari, Jakarta. Bahkan Bupati Solok, menjadi satu-satunya Kepala Daerah di Indonesia yang menerima penghargaan P4GN baik Bupati, Walikota atau Gubernur.

Kemudian Bupati Solok juga dinilai sebagai Kepala Daerah peduli dan mendorong kemajuan ekonomi, sosial kemasyarakatan dengan pola pembangunan berkelanjutan, organisasi dunia dibawah naungan PBB, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan pada Bupati Solok, H. Gusmal. Penghargaan bertuliskan “Certificate Of Appreciation Mr Gusmal” yang ditanda tangani Direktur Kepala UNESCO Perwakilan Jakarta, Mr Shahbaz Khan itu, diserahkan perwakilan UNESCO, Dr Irakli Khodeli kepada Bupati Solok, Gusmal didampingi Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin di Conventions Hall, Alahanpanjang, Rabu Tanggal 1 Februari 2017 lalu. Selain itu, Kabupaten Solok dibawah kepemimpinan Gusmal-Yulfadri Nurdin, juga sukses meraih piala Wahana Tata Nugraha atau penghargaan terhadap tertib lalu lintas kategori kota kecil, yang diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI kepada Bupati Solok, bertempat di Ballroom Hotel Marlynn Park, Jakarta. Kemudian dibawah kepemimpinan Gusmal, Kabupaten Solok itu juga meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tahun 2017. Tropi dan piagam penghargaan tersebut diterima Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM di, Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta. Selanjutnya Bupati Solok ini, juga  menerima anugrah penghargaan berupa Dwi Praja Nugraha yang merupakan penghargaan atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan PGRI.

Penghargaan Dwi Prajura Nugraha ini diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Bupati Solok H.Gusmal dan 14 Kabupaten Kota lainnya se-Indonesia, dalam acara peringatan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, hari ini, Sabtu 2 Desember 2017 serta pada tahun 2018 lalu juga puluhan penghargaan diterima Bupati Solok dalam berbagai bidang.

Selain Bupati Solok, Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok juga sukses meraih kuara 2 nasional dalam menerapkan dan mengkampanyekan gerakan pemeriksaan kanker serviks atau IVA test yang melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Bupati Gusmal menginginkan Kabupaten Solok, masyarakatnya memakmurkan masjid serta menggalakan Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah serta di setiap kecamatan, ada sebuah sekolah berbasis pesantren setingkat SMP dengan didanai APBD. Hal itu ditandai dengan di launchingngya Program Sekolah SMP Berbasis Pesantren pada Rabu tanggal 15 Februari 2017 silam, bertempat di Taman Hutan Kota Terpadu (THKT) Arosuka oleh Bupati Solok, dengan disaksikan oleh Ketua LKKS Prov Sumbar, Hj. Nevi Zu’airina Irwan Prayitno, Ketua LKKA Kab Solok, Ny. Desnadevi Gusmal,SH dan lainnya.

Awal tahun 2019 ini, Bupati juga akan merenovasi habis gedung atau bangunan Bupati Solok yang lama, yang sekarang digunakan Bank Nagari Solok serta gedung PKK dan Kesbangpol untuk diganti dengan gedung baru dengan anggran Rp 44 Milyar dengan pengerjaan tahun jamak.

“Kita tentu berharap, apa yang akan dikerjakan pemerintah, tentu harus ada unsur manfaatnya bagui masyarakat di daerah,” ucap Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal. Semoga kedepannya Kabupaten Solok menjadi lebih baik dari yang baik (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda