Tiga Anggota DPRD Kabupaten Solok Akan Diisi Dengan Wajah Baru

0
2575

SOLOK, JN- Tiga anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam waktu dekat ini akan ditempati wajah baru, sebagai pengganti anggota DPRD Kabupaten Solok yang mundur atau pindah partai dan juga karena ada yang meninggal dunia.

Salah satunya adalah Bapak Marsal Syukur, Calon anggota DPRD Kabupaten Solok yang akan menggantikan Hardi Asmi, yang meninggal pada Selasa 26 Juni 2018 lalu. Almarhum Hardi Asmi akan digantikan oleh Marsal Syukur, yang juga satu partai dengan almarhum yakni dari Partai Demokrat.

Selain itu, dua anggota DPRD Kabupaten Solok, juga akan segera digantikan sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Partai Persatuan Pembangunan  adalah, Yondri Samin dan Afrizal Chan, Keduanya akan digantikan calon anggota DPRD Kabupaten Solok juga dari Partai PPP, karena Yondri Samin dan Afrizal Chan sudah resmi mundur dari Partai PPP dan bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju sebagai Bacaleg DPRD Kabupaten Solok tahun 2019-2024 mendatang.

Posisi Yondri Samin yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, akan digantikan oleh Zulhatrijon dan Afrizal Chan akan digantikan oleh H. Masri Bakar, SE. “Bapak Yondri Samin dan Afrizal Chan memang sudah mendaftarkan diri untuk maju sebagai Bacaleg mendatang dari Partai PAN,” jelas Komisionir KPU Kabupaten Solok, Gadis M, kepada KORAN PADANG, Kamis (26/7).

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Lajnah Pemenag Pemilu (LP2) Partai PPP Kabupaten Solok, Zulhatrijon bahwa surat pengunduran diri Yondri Samin kepada Partai PPP sudah diterima tanggal 9 Juli 2018 lalu dan juga surat pengunduran diri dari Afrizal Chan.

“Surat pengunduran diri  dari Bapak Yondri Samin dan Bapak Afrizal Chan sudah kami terima sejak tanggal 9 Juli lalu dan beliau juga sudah resmi mendaftarkan diri ke Partai Amanat Nasional ke KPU sebagai Bacaleg anggota DPRD Kabupaten Solok priode 2019-2024 mendatang,” jelas Zulhatrijon yang diamini Sekretaris Partai PPP Kabupaten Solok, Dendi, SA.g. Dijelaskannya, Yondri Samin mendaftarke KPU sebagagai Bacaleg PAN dengan Nomor urut 2 dari Dapil 3 Kabupaten Solok. Sementara Afrizal Chan sudah terdaftar di KPU Kabupaten Solok sebagai Bacaleg dari PAN dengan nomor urut 1 dari Dapil 2 Kabupaten Solok.

“Saya tidak tau, apakah semenjak keduanya mengundurkan diri, gaji mereka masih diterima atau tidak, sebab sampai saat ini kabarnya keduanya masih aktif masuk menjadi anggota dewan,” jelas Zulhatrijon.

Zulhatrijon

Semnetara PAW almarhum Ardi Hasmi untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Solok sebagai anggota dewan antar waktu yakni nama Marsal Syukur. mungkin dalam waktu dekat ini akan terealisasi.

“Masalah PAW yang  meninggal ini kan harus segera kita tuntaskan, sebab tidak ada lagi masalah karena ini adalah murni kehendak Allah. Jadi kita akan berupaya secepat mungkin mengusulkan nama pengganti almarhum yakni Bapak Marsal Syukur ke DPRD dan ke KPU,” terang Agus Syahdemna, di kantor DPC Demokrat Kabupaten Solok. Dipilihnya nama Mrsal Syukur, karena suara beliau berada pada urutan ke dua di Partai Demokrat pada Pileg 2014 setelah almarhum Hardi Asmi.

Marsal Syukur

Mekanisme Penggantian Antar Waktu Anggota DPRD dan Implikasinya dalam Konsep Perwakilan Rakyat. Penggantian Antar Waktu  (PAW) memiliki fungsi sebagai mekhanism control dari partai politik yang memiliki wakilnya yang duduk sebagai anggota parlemen. Kewenangan Penggantian Antar Waktu (PAW) diatur dalam pasal 213 Undang-Undang  Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dewasa ini Penggantian Antar Waktu (PAW) menjadi alat efektif untuk menggantikan anggota dewan yang berseberangan dengan  kepentingan pengurus partai politik, akibatnya eksistensi anggota dewan sangat tergantung dengan selera pengurus partai politik. Disisi lain, keberadaan anggota dewan karena dipilih oleh rakyat dalam suatu pemilihan umum.

 

Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD melalui mekanisme yang panjang. Mulai dari tahap pengusulan pemberhentian oleh dewan perwakilan cabang kabupaten/ kota partai politik, persetujuan dalam rapat DPRD, ferivikasi KPUD Kabupaten/ Kota, surat pengusulan yang kemudian diteruskan ke Gubernur untuk dikeluarkan peresmian penggantian antar waktu melalui Bupati/Walikota (Pasal 385/ Pasal 388 Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 Junto Pasal 104/ Pasal 107 Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2010).

“Kita akan berupaya menunjuk dan menetapkan calon anggota PAW secepat mungkin, karena ini adalah hak calon anggota dewan yang bersangkutan sebagai pengganti antar waktu dan tidak ada yang akan kita persulit, namun proses harus kita jalani,” jelas Agus Suhademan. Sementara itu, calon anggota DPRD Kabupaten Solok sebagai PAW, almarhum Hardi Asmi, Marsal Syukur, yang beberapa kali dicoba menghubungi via Handphonennya, tidak berhasil karena HP yang bersangkutan sedang tidak aktif (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here