Suhu Politik Menjelang Pilkada Kabupaten Solok Mulai Memanas

0
962

SOLOK,  JN-  Suhu Pilkada Kabupaten Solok dalam sebulan terakhir mulai memanas.

Meski secara aturan dan Undang- Undang yang diatur oleh KPU belum ada satu pasangan paslon yang mendaftar, namun jika melihat dari sindir menyindir di media sosial, seperti Facebook dan Instagram, para pendukung paslon masing-masing mulai tampak melakukan serangan ke kubu paslon lain dengan cara saling mencari celeh kelemahan lawan.

Setidaknya saat ini ada beberapa nama beken yang siap meramaikan Pilkada Kabupaten Solok 2020-2025 mendatang. Diantara nama-nama Paslon yang hangat dibicarakan akan ikut bertarung pada Pilkada serentak yang rencananya akan dihelat tanghal 9 Desember 2020 mendatang masih dihiasi wajah-wajah lama dan ada juga pendatang baru.

Jon Firman Pandu

Diantara nama pasangan calon yang gencar dikabarkan akan ‘sata’ pada Pilkada tanggal 9 Desember  2020 tersebut diantaranya adalah pasangan Epyardi Asda-Yulfadri Nurdin, Hendra-Mahyuzil dari Jalur Independen, Desra Ediwan-Agus Syahdeman, Iriadi Dt Mangguang yang belum jelas dengan akan berpasangan dengan siapa, begitu juga dengan Ir. Bachtul, Nosa Eka Nanda,  Maigus Tinus dan lainnya.

Saat ini, meski baru memasuki tahap penyaringan calon dan pertai pengusung, namun nuansa politik sudah mulai “Memanas”, dengan masuknya nama-nama beken, seperti Nama Epyardi Asda dalam bursa calon Bupati Solok mendatang. Bahkan sesuai hasil Survei Spektrum Politika Consulting and Research Center, saat ini nama Epyardi Asda, unggul paling depan dari nama-nama lain.

Bahkan sudah ada juga polling yang menyatakan pasangan dan calon tertentu sudah unggul dari bakal calon yang lain menurut hasil polling, padahal calon saja belum ditetapkan.
Hal itulah yang membuat salah satunya suhu pilkanda makin meninggi, karena pendukung paslon sudah memproklamirkan unggul di polling, meski paslon belum mendaftar di KPU.


“Yang menyatakan pasangan calonnya unggul tanpa hasil polling yang jelas sumbernya, itu adalah berita hoax dan menyesatkan. Tetapi kalau sumbernya jelas ya bisa dimaklumi,” sebut Ketua Partai Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, Jum’at (12/6). Pihaknya meminta agar masyarakat tidak mudah percaya isu yang belum tentu kebenarannya dan berharap Pilkada Kabupaten Solok 2020 nanti berjalan secara Badunsanak.

Sementara tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Gusrial Abbas yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Solok 2 priode,n menyebutkan bahwa polling digelar oleh lembaga survey yang tidak jelas sumbernya tentu illegal.
“Kalau hasil survey itu harus jelas  kapan dilaksanakan dan dimana saja. Kalau tidak jelas, itu berarti bohong dan merupakan upaya pendukung melakukan pembentukan opini publik,” sebut Gusrial Abbas. 
Dari catatan yang berkembang di Kabupaten Solok, sedikitnya ada 5 paslon yang siap bersaing Pilkasa bareh Solok 2020.

Berikut ini adalah jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020:

4 – 6 Sept           : Pendaftaran Paslon 

23 Sept              : Penetapan Paslon

24 Sept              : Pengundian Nomor

26 Sept – 5 Des : Masa Kampanye

22 Nov  – 5 Des : Kampanye Media 

                              Massa

6 – 8 Des            : Masa Tenang

*9 Des                  : Pemungutan Suara*

13 – 17 Des        : Rekapitulasi dan      

                              Penetapan Hasil 

                              Penghitungan

 (wandy/jn01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here