Seorang Anggota DPRD Dikeroyok Massa

0
839

SOLOK, JN– Seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), HN, dikeroyok sejumlah massa di ruang Mupida Gedung Paripurna DPRD setempat, pada Selasa (22/5).

Peristiwa itu dipicu oleh perbuatan oknum tersebut yang menyebar meme di Whats App Grup (WAG) Badan Anggaran (Banggar) DPRD satu bulan silam.

Oknum dari Fraksi Demokrat itu membagikan meme bergambar mantan Ketua MPR Amin Rais bersama Habib Rizieq yang sedang berboncengan mengendarai kompresor berkenalpot. Hanya saja, gambar Habib Rizieq tidak mengenakan pakaian sebagaimana mestinya.

Dua hari silam meme teersebut tiba-tiba beredar di media sosial, sehingga mengundang kemarahan elemen masyarakat Karawang. Mereka menutut agar oknum anggota DPRD tersebut meminta maaf secara terbuka. Masyarakat kemudian berkumpul di halaman parkir gedung DPRD, Selasa 22 Mei 2018 pukul 14.00 WIB, untuk bertemu HN. Namun yang bersangkutan sedang berada di gedung DPRD.

Akhirnya, anggota Fraksi Demokrat Ahmad Rifai berinisiatif mengontak ketua Fraksi Demokrat, Fendi Anwar untuk menghadirkan HN dan meminta maaf pada masyarakat. Saat   Fendi Anwar bersama HN dalam perjalanan menuju gedung DPRD jumlah massa semakin banyak.

 

Tak lama berselang Fendi Anwar bersama oknum itu tiba ke tempat kejadian perkara. Mereka langsung masuk ke ruang Muspida untuk merumuskan dialog dengan massa.  Kedatangan Fendi dan HN terlihat oleh massa yang sedang marah. Mereka merangsek masuk ke ruang Muspida dan langsung menghakimi HN. Beruntung, peristiwa pengeroyokan itu bisa segera diredam oleh massa lainnya. Namun konsisi HN terlanjur babak belur dihajar massa.

Kepala Kepolisian Resor Karawang Slamet Waloya beserta jajaran datang ke TKP. Empat anggota masyarakat dikabarkan diamankan ke Mako Polres terkait peristiwa pengeroyokan tersebut. “Kami bersama unsur Pemerintah Daerah akan menjembatani agar masyarakat bersama HN bisa berdialog dengan aman. Ada atau tidaknya unsur penghinaan dalam penyebara meme, akan kamk dalami lebih lanjut,” kata Kapolres.

 

Ditangkap

Polres Karawang, Jawa Barat, menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan seorang anggota DPRD setempat HN, di komplek gedung DPRD setempat, Selasa 22 Mei 2018.

“Untuk sementara ini, ada empat orang yang kami amankan,” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, di Karawang, Selasa 22 Mei 2018. Slamet mengaku masih melakukan pemeriksaan terkait dengan kasus tersebut. Sehingga belum bisa disampaikan secara rinci seputar kejadian itu. Tetapi, kata Slamet, langkah awal akan dilakukan mediasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.

“Jika ditemukan adanya tindak pidana dan ada laporan dari pihak korban, baru akan tentukan proses hukum selanjutnya,” kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, kelompok masyarakat yang tergabung dalam berbagai elemen secara beramai-ramai menghajar atau mengeroyok seorang anggota DPRD Kabupaten Karawang, hingga mengalami luka-luka, Selasa 22 Mei 2018 karena dituduh menghina ulama.

Aksi pengeroyokan massa terhadap seorang anggota DPRD Karawang bernama HN itu terjadi karena massa marah atas tindakan HN yang dinilai menghina tokoh agama dan tokoh nasional. Kader Partai Demokrat itu dinilai telah menghina ulama Habib Rizieq Shihab dan Amien Rais melalui meme yang dikirim melalui grup WhatsApp DPRD Karawang. Akan tetapi kiriman HN ini kemudian tersebar ke masyarakat umum dan kemudian membuat marah kelompok Islam di Karawang.

Tiba-tiba emosi

Aksi pengeroyokan terjadi saat massa dari berbagai kelompok masyarakat mendatangi gedung DPRD Karawang. Saat itu akan dilakukan dialog terkait permasalahan tersebut. Namun secara tiba-tiba ada beberapa orang yang emosi setelah saat melihat keberadaan HN. Sehingga terjadi aksi pengeroyokan sampai akhirnya HN mengalami luka-luka di bagian wajahnya. Beberapa saat kemudian, HN diamankan ke sebuah ruangan di gedung DPRD Karawang, dengan dikawal beberapa anggota Satpol PP setempat.

Situasi kondusif saat aparat kepolisian setempat datang ke lokasi kejadian. Kini kasus pengeroyokan itu ditangani Polres Karawang. Sementara itu, usai kejadian tersebut sejumlah anggota DPRD Karawang dari Partai Demokrat menyayangkan aksi pengeroyokan tersebut. Padahal saat itu HN hadir untuk menyampaikan permohonan maaf (Sumber Pikiran Rakyat/Danda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here