Semua Data JPS Nagari dari Kab. Solok Hari Minggu ini Tuntas

0
654

SOLOK, JN- Dalam dua Minggu terakhir, warga Kabupaten Solok mempertanyakan masalah bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Provinsi  Sumatera Barat untuk masyarakat Kabupaten Solok.
Bahkan mereka meluapkan harapan dan kekesalannya di media sosial, baik di Facebook atau di WhapsApp, karena bantuan yang dijanjikan belum juga cair. Ditambah lagi sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Solok dan seluruh daerah di Sumbar, semakin membuat ekonomi masyarakat terpuruk.
“Kita disuruh di rumah saja, tetapi bantuan tidak diberikan. Padahal sudah dijanjikan,” ciloteh Ridhe (31), warga Sungai Lasi, diakun Facebooknya.
Simpang siurnya jawaban pemerintah daerah Kabupaten dan Provinsi, semakin membuat bingung masyarakat. Selain itu, kategori masyarakat yang akan dapat bantuan juga tidak disebutkan. Padahal hampir 90 persen warga Kabupaten Solok tidak melaksanakan aktivitas rutin mencari nafkah karena terhalang oleh alasan PSBB.

Salah satu penyebab lambannya bantuan turun dari versi Provinsi adalah karena bebarapa daerah Kabupaten/kota di Sumbar dinilai lalai melaporkan data yang diminta oleh Pemrov Sumatera Barat, sebagai prasyarat untuk membagikan bantuan JPS tersebut.
Sementara alasan dari Kabupaten karena mekanisme dari Provinsi dan pusat sering berubah-rubah.
Kabupaten Solok, mungkin termasuk salah satu kabupaten yang lalai mengirimkan data ke Pemprovinsi Sumbar. Akibatnya para nitizen di daerah itu nyinyir menyampaikan sindiran pedas di medsos, mempertanyakan kapan bantuan itu turun dan kategori yang mana saja yang dibantu. 
Sesuai rilis yang diterima media ini dari Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasmal Rizal, menyampaikan bahwa progres dana bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Provinsi Sumbar bahwa dana yang telah cair dan didistribusikan sejak Jumat, 1 Mei 2020 baru untuk Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Agam.
Sementara yang telah menyerahkan dan dalam proses pencairan adalah Kabupaten Pesisir Selatan,  Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang, Kota Solok, Kota Payakumbuh dan Kota Pariaman.
Sedangkan yang belum menyerahkan data hingga Sabtu malam (2/5) adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok.
Untuk Kabupaten Solok sendiri, menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Yandra Prasat, bahwa hal itu terlambat karena aturan dari Pusat yang selalu berubah-rubah. 
“Tetapi insyaallah hari Minggu tanggal 3 hari ini data kita sudah oke dan insyaallah hari Senin besok sudah mulai dicairkan,” sebut Yandra, yang diamini oleh Sekretaris Dinas Sosial, Yulidasmar. 
Pihaknya di Dinas Sosial sudah bekerja siang malam dalam satu bulan terakhir untuk menyusun data. Namun karena nagari banyak dan kondisi seperti saat ini, data tersebut butuh ketelitian dan kewaspadaan.”Kita sudah bekerja keras, nanti brurusan pula sama hukum. Jadi perlu kehati-hatian yang sangat,” tambah Yandra.Disebutkannya, ada empat nagari dari Kecamatan Tigo Lurah yang belum mengirim datanya. Dan hari Minggu ini direncanakan semuanya sudah masuk dan langsung dikirim ke Provinsi Sumbar (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here