Sampai Saat Ini Masih Banyak Aset Kabupaten Solok Yang Dibiarkan Terlantar

0
1154

SOLOK, JN- Anggota DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan, SH, mengaku sangat prihatin dengan masih banyaknya aset milik Kabupaten Solok yang bernilai Miliyaran Rupiah dan tersebar dibeberapa titik, yang nasibnya terkatung-katung bagai tak bertuan dan masih dibiarkan terlantar hingga bertahun-tahun.

“Saya mendengar masih banyak aset milik Pemkab Solok yang sudah dinagun, lalu dibiarkan dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Sebut saja Proyek labor dan pustaka yang ada di Bukit Putus yang dulu diproyeksikan sebagai menunjang susksesnya prasarana pendidikan, namun sampai saat ini dibiarkan begitu saja,” terang Patris Chan, Jum’at (18/8).  Gedung tersebut dibangun satu paket dengan bangunan serupa di Alahan Panjang. Dana yang dialokasikan untuk dua bangunan tersebut, mencapai Rp1,75 miliar, berikut bangunan pustaka terpadu dengan dana sekitar Rp 300 juta.

 

Yang tidak kalah pentinya adalah Nasib Taman Hutan Kota Terpdau (THKT) Sukarami, yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Tugu Ayam Arosuka, ibukota Kabupaten Solok, sampai saat ini juga belum jelas dan dibiarkan terkatung-katung.  Namun Bupati Solok, H. Gusmal juga sudah berjanji akan melanjutkan pembangunan THKT ini. Taman Hutan Kota Terpadu, yang digagas semasa pemerintahan Bupati Gusmal dan Wabub Desra Ediwan, nasibnya terbengkalai begitu lama dan kondisinya tidak terurus. Bahkan anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, menilai, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok seharusnya tetap melanjutkan pembangunan Taman Hutan Kota Sukarami, agar uang yang sudah masuk kesana tidak mubazir. “Lihat saja kondisinya sekarang sangat memilukan, padahal entah berapa Milyar uang yang sudah masuk ke sana,” tutur Jon Firman Pandu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen juga sangat menyangkan terlantarnya lokasi Res Are Lubuk Selasih yang sampai saat ini dibiarkan seperti tak ada tuan.“Sangat disayangkan kita punya rest area yang bagus, tapi dibiarkan terlantar. Padahal kalau kita manfaatkan dan kelola sebagai pusat informasi wisata dan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti WC dan juga warung makanan,” tutur Septrismen. Kemudian, Septrismen berjanji akan membicarakan hal ini dengan Pemerintah Kabupaten Solok agar pemanfaatan rest area ini bisa terwujud, minimal untuk pusat promosi wisata Kabupaten Solok kedepannya.

 

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH, M.Hum,  juga menyoroti terlantarnya beberapa buah bangunan pembibitan pertanian di Sungai Nanam yang berdir diatas tanah sekitar 10 hektar dan juga dibiarkan terlantar. “Kita sudah minta bagian aset untuk menata ulang semua bangunan yang dibiarkan terlantar oleh pemerintah,” tambah Yondri Samin. Selain bangunan tadi, kantor DPRD Kabupaten Solok yang dibangun dengan menggunakan dana APBD kota Solok juga sampai saat ini belum bisa digunakan, terkait belum adanya kesepakatan antara Pemkab Solok dan Pemko Solok. Menurut Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinlais Kobal, hanya ada satu cara untuk menyelesaikan masalah bangunan kantor DPRD Kabupaten Solok yang sekarang sejak dibangun dibiarkan seperti tidak bertuan. “Saya menilai, untuk menyelesaikan masalah tukar guling kantor DPRD Kabupaten Solok yang dibangun dengan dana APBD kota Solok untuk tujuan tukar guling dengan aset Kabupaten Solok yang ada di kota Solok adalah kedua pemimpin duduk baropok, baik Bupati Solok dan Walikota Solok dan difasilitasi oleh orang dari Provinsi baik Sekda atau Gubernur Sumbar,” jelas H. Hardinalis Kobal. Dia juga menuturkan, bahwa tahun 2016 lalu, dirinya mengaku sudah membicarakan hal itu dengan Sekda Provinsi Sumbar, Ali Asmar waktu satu kamar di Makkah dengan beliau saat menunaikan ibadah haji. “Waktu itu Bapak ali Asmar berjanji akan segera menyelesaikan masalah bangunan kantor DPRD yang dibangun di Kabupaten dengan menggunakan dana APBD kota Solok untuk tukar guling dengan aset Kabupaten yang ada di kota Solok. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Jadi kita minta keseriusan kedua Pemda baik kota Solok atau Kabupaten agar segera menuntaskan masalah rencana tukar guling tersebut,” jelas H. Hardinalsi Kobal di ruang kerjanya belum lama ini. Anggota DPRD Kabupaten Solok juga enggan untuk pinjam pakai gedung tersebut, karena statusnya belum jelas, meski DPRD Kabupaten Solok sangat membutuhkan gedung yang resfresentatif  untuk ruang sidang. Bahkan bangunan gedung DPRD yang dibangun tersebut sudah mulai rusak dibeberapa bagian seperti dinding dan atapnya. Bahkan halaman samping dan belakangnya juga sudah ditumbuhi rumput setinggi setengah meter karena tidak ada yang merawat.

 

Sementara itu, selain bagunan DPRD yang dibangun oleh Pemko Solok, juga masih banyak bangunan di Kabupaten Solok yang seperti tidak bertuan seperti beberapa bangunan untuk rumah dinas statistik,  rumah Dinas guru, Pasar Sayur Sukarami dan juga masih banyak yang lainnya yang dibiarkan tak bertuan (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here