Rukun, Masjid dan Gereja Berdampingan di Pematang Siantar

0
78

MEDAN, JN- Kerukunan antar umat beragama masih menjadi daya tarik kota penghasil Roti Ganda, Kota Pematangsiantar.

Sikap toleransi yang tinggi menjadi ciri khas daerah kota nomor tiga di Sumatera Utara ini.

Bentuk dari toleransi yakni dua rumah ibadah yang berdampingan terletak di Simpang Pertamina, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.

Rumah ibadah Masjid Bahkti berdampingan langsung dengan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI).

Amatan tribun-medan.com, hanya sebuah gang yang memisahkan kedua rumah ibadah tersebut.

Zulham, warga yang datang untuk salat di Masjid Bakti menceritakan rasa toleransi sudah terjalin sejak dulu di daerah tersebut.

Ia menceritakan saling menghargai sesama pemeluk agama menjadi hal yang biasa.

“Kalau kami lagi ada aktivitas ibadah di masjid, pihak gereja akan menghargai dan menjaga kondusifitas. Begitu jugalah sebaliknya,” katanya, Senin (13/5).

Ia menceritakan sesama para pemuda gereja dan masjid juga tetap menjaga hubungan agar tetap harmonis
Apalagi, jelang bulan puasa, para pemuda GKPI tetap menghargai suara yang berpuasa.

“Kalau di Siantar hal seperti ini wajar terjadi. Karena, memang toleransi di kota ini sangat besar,” ujarnya.

Zulham berharap Kota Pematangsiantar kembali menjadi urutan pertama untuk tingkat kota dengan toleransi tinggi.

Ia menjelaskan ada oknum-oknum yang mencoba mengganggu toleransi yang sudah terjalin lama.

Kita harap Siantar kembali menjadi peringkat pertama dengan toleransi yang tinggi. Kan baru-baru ini turun peringkatnya,” pungkasnya (sumber Tribun Medan/tmy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda