Reuni Aksi Damai 212 Tahun 2018 Diikuti Sekitar 4 Juta Orang

0
101

JAKARTA, JN– Beragam cara dilakukan peserta untuk memeriahkan Reuni 212 yang berlangsung di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu (2/12/2018).

Pantauan Tribunnews.com sekitar pukul 09.00 WIB ada sejumlah peserta aksi Reuni 212 membentangkan bendera hitam berukuran raksasa di kawasan Gedung Sarinah yang tak jauh dari Monas.

Aa Gym saat beserta santri Pesantren Daarut Tauhid memunguti sampah yang berserakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) usai Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat (2/12/2016). (Warta Kota)

Bendera hitam berukuran sekitar 4 meter kali 7 meter itu dibentangkan sejumlah orang menghadap ke atas dan dibawa dari arah Monas.

Kemudian bendera itu dibawa memutar di simpang Gedung Sarinah untuk kembali ke Monas.

 

Massa peserta aksi Reuni 212 Tahun 2018 juga melaksanakan shalat tahajjud di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018) dinihari.

Sebelumnya Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin selaku panitia Reuni 213 menjelaskan bahwa dalam acara itu peserta akan mengibarkan bendera berbagai warna.

 

Hal itu untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar segera menyelesaikan kasus pembakaran bendera yang beberapa waktu lalu terjadi di Jawa Barat.

“Kami ingin tunjukkan bahwa bendera itu bukan hanya untuk organisasi massa tertentu saja melainkan milik semua umat Islam, kami akan kibarkan sejuta bendera agar pemerintah melek untuk segera mengusut tuntas kasus itu,” ungkap Novel pada Jumat (30/11/2018) lalu.

 

Peserta Reuni 212 Ikut Nikmati Car Free Day

 

Momen Reuni 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018) ternyata ikut dimanfaatkan umat Islam untuk menikmati Car Free Day (CFD) di ruas jalan MH Thamrin dan Sudirman.

Pantauan Tribunnews.com sekitar pukul 08.30 WIB sejumlah peserta Reuni 212 yang memakai pakaian serba putih terlihat mulai meninggalkan lokasi utama acara yang ada di Monas.

Mereka tampak menikmati kuliner khas Jakarta yang dijual di kawasan CFD. Sejumlah peserta Reuni 212 juga meninggalkan lokasi sembari berolahraga yaitu bersepeda.

 

Selain itu, Massa peserta aksi Reuni 212 Tahun 2018 juga memadatai Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat. Bahkan, peserta reuni memarkirkan kendaraan bermotornya di tempat parkir Sarinah yang berjarak sekitar satu kilometer dari Monas.

“Saya bersama keluarga ke sini, sudah sejak malam ke monas dan sekarang sedang beristirahat, beruntung lokasinya dekat untuk cari makan,” ujar Rahmat (42) asal Bogor, Jawa Barat.

Untuk mengamankan acara yang diperkirakan diikuti 3 sampai 4 juta orang itu pihak kepolisian terutama Korps Brimob menyiagakan sejumlah kendaraan pengamanan di depan Gedung Sarinah. Acara Reuni 212 diperkirakan selesai pukul 12.00 WIB.

 

Kilas Balik Aksi Damai 212 Tahun 2016

 

 

Jutaan umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia memadati areal Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya di Jakarta, Jumat 2 Desember 2016.

Kedatangan jutaan orang tersebut untuk menghadiri Aksi Damai 212 atau disebut juga Aksi Bela Islam Jilid III.

Aksi Damai 212 yang sangat fenomenal itu benar-benar berlangsung damai dan tertib sampai acara berakhir.

Bahkan aksi terbesar dalam sejarah umat Islam Indonesia mendapat pujian dari berbagai kalangan.

Selain aksi berlangsung damai dan tertib, areal Monas dan sekitarnya bersih kembali setelah aksi berakhir.

 

Karena peserta memunggut dan mengumpulkan sampah hingga bersih kembali meski dihadiri jutaan umat muslim Indonesia.

Bahkan selama aksi berlangsung juga peserta tidak menginjak taman hingga tak ada kerusakan.

Acara spaktakuler saat itu sempat diguyur hujan yang membasahi Kota Jakarta.

Tapi tidak menyurutkan tekad jutaan orang ikut Aksi Damai 212 di kawasan Monas dan sekitarnya.

Mereka tetap melakukan aksi longmarch, menuntut tersangka penista Alquran, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, segera ditahan dan dihukum berat.

 

Selain berdoa dan berzikir, mereka juga mendengarkan tausiah bernas dan menyejukkan dari ulama AA Gym.

Begitu masuk waktu shalat, jutaan muslim yang ikut aksi dengan khusyuk menunaikan shalat Jumat berjamaah di bawah guyuran hujan.

Ini merupakan shalat Jumat terakbar dan terbanyak jamaahnya dalam sejarah dunia, karena diikuti hampir lima juta umat.

Mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air dengan biaya sendiri. Bahkan ada yang dengan berjalan kaki untuk sampai ke Ibu Kota Jakarta.

 

Banyak pula pihak yang memuji aksi Bela Islam jilid III ini sebagai aksi yang sangat islami, tertib, dan tanpa meninggalkan sampah.

Sampai-sampai komentator di sejumlah televisi nasional menyebut Aksi Superdamai itu sebagai aksi yang supertertib.

Tidak terbukti sedikit pun kekhawatiran segelintir analis atau pengamat bahwa aksi itu akan dinodai kekerasan, apalagi kerusuhan massal.

Tanpa peduli hujan, massa terlihat menggelar sajadah di jalanan aspal yang basah di sekitar Monas hingga Bundaran HI.

Banyak di antara mereka yang shalat sembari mengenakan jas hujan berwarna-warni.

“Shalat-shalat, hujan-hujan, tidak ada urusan,” ucap seorang peserta aksi damai yang sedang menggelar sajadah di Jalan Thamrin, Jakarta.

 

Tanpa sampah

Saat Aksi Damai 212 tahun 2016, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono merasa senang saat melihat peserta doa bersama di Monas kemarin sangat menjaga ketertiban dan kebersihan.

Melalui pantauan kamera CCTV yang dia saksikan dari ruang Jakarta Smart City, Sumarsono mengaku senang, karena area taman di Monas tetap hijau, tidak diinjak-injak peserta doa bersama.

 

“Anda lihat sendiri di Jakarta Smart City, yang wilayah hijau tidak dilewati banyak orang. Ini karena mereka juga ikut mengamankannya,” kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta.

Sejumlah peserta aksi doa dan zikir bersama 212 yang terkonsentrasi di Lapangan IRTI Monumen Nasional memang langsung membersihkan sampah begitu shalat Jumat selesai di lokasi tersebut sekitar pukul 12.30 WIB.

Mereka langsung mengumpulkan sampah ke dalam kantong plastik besar untuk kemudian dihimpun di satu titik.

Kondisi ini membuat Lapangan IRTI bersih dalam seketika. Hal seperti itu pula yang terlihat di tempat-tempat konsentrasi massa kemarin.

Jumlah mereka memang sangat ramai, namun aksi mereka bukan saja superdamai dan supertertib, tapi juga superbersih, karena tak menyisakan sampah seusai aksi.

 

Aa Gym Pungut Sampah

 

Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid KH. Abdullah Gymnastiar yang sering disapa Aa Gym bersama para santri memunguti sampah yang berserakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) usai Aksi Damai 212, Jumat 2 Desember 2016.

 

Kemudian, para santri mengikuti perkataan Aa Gym. Mereka bersama-sama menenteng satu plastik yang dijadikan tempat sampah sementara.

Cuaca yang mendung disertai gerimis tak menyurutkan niat santri juga Aa Gym untuk menyisir sekitaran Monas.

Pantauan Warta Kota, kendati jutaan orang memenuhi kawasan Monas, situasi terlihat cukup bersih karena banyak disediakan kantung-kantung plastik sebagai tempat pembuangan sementara.

 

Dihadiri para artis

 

Aksi Damai 212 di Monas 2016 selain dihadiri Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, masyarakat umum dan ulama, sejumlah artis pun ikut meramaikan acara tersebut.

Para artis itu tergerak hatinya untuk ambil bagian dalam kepedulian terhadap Al-Quran.

Mereka rela meluangkan waktu ikut aksi super damai yang menuntut agar tersangka penistaan agam segera ditahan.

 

Kehadiran para artis nampak dari posting foto-foto mereka di media sosial.

Ada Peggy Melati Sukma, salah satunya. Artis cantik itu datang mengikuti Aksi 212 padahal ibunya sedang sakit. Namun di situlah kisah mengharukannya.

Sejak pagi, Peggy telah hadir di Monas. Bersama Urban Syiar dan Yayasan Sahabat Surga di bawah koordinasi Daarut Tauhid, Peggy membagikan madu kepada peserta Aksi 212.

“Dari Urban Syiar sendiri menyediakan 5.000 botol madu dan agak siang juga ada madu curah agar teman-teman kita peserta Aksi terjaga staminanya,” kata Peggy ketika diwawancarai wartawan di Pintu Barat Monas, Jumat (2/12/2016).

Kemudian hadir pula Abdel Achrian, Ali Zaenal, Kiwil, Caesar YKS, Limbad, Opick, Primus, M. Cholidi (Azam KCB), Ummi Hj Elvi Sukaesih, H Jaja Miharja, Dimas Seto, Umar Lubis, Dide Hijau Daun dan Irfan Hakim.

 

Rela Gratiskan Roti

 

Seorang penjual roti yang memberikan gratis dagangannya kepada peserta Aksi Damai 212 juga menyita perhatian publik kala itu.

Bahkan prilaku mulia pedagang roti itu mendapat balasan tak terduga.

Kisah penjual roti itu dibagikan oleh ustaz kondang KH Abdullah Gymnastiar, atau Aa Gym di akun Instagramnya, @aagym.

Aa Gym memposting sebuah screen shoot berisi foto dan tulisan yang menjelaskan sosok penjual roti tersebut.

 

Tampak dalam foto itu, seorang pria mengenakan kaus biru dan topi biru sedang berdiri di samping gerobak rotinya.

Di kaca gerobak jualannya tertulis sebuah kertas bertuliskan ‘Gratis untuk Mujahid’.

Mujahid adalah orang yang berjuang demi membela agama (Islam).

Tidak diketahui pria itu berjualan di mana dan kapan.

Namun berdasarkan tulisan di foto itu, penjual roti itu bernama ‘Pak Maksum’.

Ada suatu pelajaran yang bisa diambil hikmahnya dari cerita Pak Maksum.

Ini bunyi tulisan tersebut:

“Berjihad di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala terkadang sulit dinalar oleh otak manusia. Balasannya pun tak terhingga.

Saya tanya Pak Maksum : “Pak gak takut rugi nih?”

Dia tiba tiba nangis sesenggukan : “Tadi saya baru sedekah 6 roti bang, trus ada ibu masukin duit sejuta gitu aja ke dalam gerobak!

Saya panggil panggil dia malahan kabur.

Seumur idup bang saya jualan roti baru sekali ini liat duit sejuta!”

Saya langsung lemas.

Kyai disamping saya tersenyum”.

 

Aa Gym kemudian memberikan keterangan foto pada postingannya tersebut.

“Silakan dibaca dan ditafakuri yaa, indahnya berjuang di jalan Alloh,” katanya.

Postingan itu disukai ribuan netizen dan banyak yang ikut mengomentarinya.

Sepertinya kejadian itu berlangsung pada Aksi Super Damai 212.

Sebab terlihat beberapa orang di sekitar penjual itu mengenakan jilbab dan ada pria mengenakan peci putih.

Sebab, sebelumnya Aa Gym juga memposting foto jamaah disabilitas pada Aksi 212.

Beberapa netizen juga percaya bahwa kejadian penjual roti itu terjadi di Aksi 212, Jumat (2/12/2016).

Namun hal itu belum dikonfirmasi oleh Aa Gym.

Banyak netizen yang terharu dengan cerita tersebut.

 

Foto lautan manusia

Keesokan harinya, seluruh media massa cetak di Indonesia mengangkat foto lautan manusia ini sebagai foto utama (master) di halaman 1.

Para pengguna media sosial pun banyak yang kemudian membanding- bandingkan serta mengait-ngaitkan aksi ini dengan kisah penaklukan kota Konstaninopel oleh Sultan Muhammad Alfatih.

Satu hal yang banyak diperbandingkan dari kedua peristiwa ini (Aksi 212 dan penaklukan Konstantinopel) adalah mengenai jumlah orang yang mengikuti shalat Jumat.

Pengaitan kedua peristiwa ini sebenarnya berawal dari adanya fatwa dari sebuah organisasi massa Islam yang menyatakan shalat Jumat di jalanan adalah perbuatan bid’ah.

 

Lalu muncullah meme yang memasang foto ilustrasi Sultan Muhammad Alfatih disertai kalimat:

“Tahukah Anda? Sholat Jumat termegah dan terpanjang pernah terjadi pada tahun 1453 dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fath.

Termegah karena sholat itu dilakukan di jalan menuju konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 km dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Sholat jumat tesebut terjadi 1.5 KM di depan benteng Konstantinopel, dalam proses Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan yang kemudian mengakhiri sejarah Kekaisaran Byzantium dan menjadi cikal bakal kekhalifahan Usmaniyah.”

Penelusuran Serambinews.com dari berbagai sumber di internet, Sultan Muhammad Alfatih yang adalah seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur.

Ia mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun.

Keberadaan Muhammad Al-Fatih ini pun telah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

 

Dari sudut pandang Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepemimpinannya serta taktik dan strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tentaranya.

Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.

Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Nama tersebut kemudian diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul.

Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com

Dan  Tribunnews

Editor: Amirullah dan  Hadi Al Sumaterani

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda