Rencana Pembangunan Kantor Bupati Solok Yang Baru Rp 44 Milyar Banyak Ditantang Masyarakat

0
639

SOLOK, JN- Rencana Anggaran Kantor Bupati Solok yang baru senilai Rp 44 Milyar, banyak ditantang para tokoh masyarakat Kabupaten Solok, bahkan salah satunya datang dari Wakil Bupati Solok.

“Jujur saya sangat tidak setuju kalau anggran Rp 44 Milyar itu digunakan untuk membangun Kantor Bupati Solok yang baru. Apa uang sebanyak itu tidak lebih baik digunakan untuk membangun infrasruktur seperti jalan dan jembatan di Tigo Lurah dan Hiliran Gumanti dan daerah lainnya yang sangat membutuhkan. Kan saat ini kantor yang mau diruntuhkan masih layak dan masih bisa direnovasi,” jelas Wakil Bupati Solok, Minggu (3/3) di Arosuka.

Disebutkan Wabup, secara pribadi pihaknya sangat tidak setuju rencana pembangunan kantor Baru dengan cara meruntuhkan bangunan yang lama. Bahkan hal itu sudah disampaikan ke Bupati dan anggota DPRD,baik secara lisan mau secara tertulis. “Saya sudah kirim surat beberapa kali ke Bapak Bupati, tetapi belum ada resfon,”jelas Yulfadri Nurdin.

Sementara tokoh masyarakat Kabupaten Solok lainnya, Ir. Bachtul Bahtiar, juga sependapat dengan Wakil Bupati bahwa anggaran yang minim di Kabupaten Solok, sebaiknya digunakan untuk keperluan mendesak seperti membagun jalan ke daerah terisolir dan juga untuk menunjang Empat Pilar yang diusung pemerintahan Gusmal-Yulfadri Nurdin.

“Akan lebih baik Kepala Daerah mendengarkan suara masyarakat kecil dan DPRDnya juga harus satu suara,” jelas Caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 itu.

Tokoh masyarakat Kabupaten Solok lainnya, Syafrizal, melalui akun facebook dan twiternya mengkritik keras rencana pembangunan kantor Bupati Solok yang baru dengan anggaran Milyaran rupiah yang dirasa belum begitu mendesak.
“Yang terpenting saat ini bagaimana masyarakat terbantu. Bangunlah jalan dan sarana pendidikan di daerah terpencil, itu mungkin jauh lebih bermanfaat,” komentar Syafrizal.

Tokoh masyarakat Kabupaten Solok lainnya, Ossie Gumanti, saat diminta pendapatnya tentang rencanana akan dirubuhkannya kantor Bupati yang lama dengan akan membangun gedung gedung baru kantor Bupati Solok, malah berharap Bupati dan DPRD Kabupaten Solok meninjau ulang rencana penghancuran kantor Bupati lama dan membangun kantor Bupati Solok yang baru.

“Kalau menurut saya, alangkah baiknya Bupati dan DPRD Kabupaten Solok mengkaji ulang rencana untuk menghancurkan kantor Bupati yang lama karena saya lihat masih sangat layak. Dan alangkah baiknya uang sejumlah Rp 44 Milyar itu dibangunkan ke daerah tertinggal dan terisolir, seperti Garabak Data di Tigo Lurah, Sungai Abu, Sariak Alahan Tigo, Bukik Kanduang dan daerah tertinggal lainnya seperti yang ada di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi dan kecamatan lainnya,” jelas Ossie Gumanti. Disebutkan Ossie Gumanti, ada kesan rencana pembangunan gedung kantor Bupati Solok yang baru akan menguntungkan beberapa pihak dan tinggi muatan politisnya.

Sebelumnya, Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, memang sudah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, bergerak cepat dalam merealisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

“Saya berharap seluruh OPD bergerak cepat untuk merealisasikan RPJMD Kabupaten Solok serta mengoptimalkan semua pegawai mempercepat penuntasan program pembangunan di semua lini, termasuk rencana pembangunan Gedung Kantor Bupati Solok yang baru,” jelas Gusmal.

Pembangunan kantor Bupati baru yang rencananya akan dibangun di bekas kantor Bupati yang lama yang saat ini digunakan oleh Bank Nagari, rencananya dalam waktu dekat akan direalisasikan. Dalam sebuah perbincangan dengan KORAN PADANG beberapa waktu lalu, Gusmal menyebutkan bahwa kondisi kantor Bupati yang sekarang dan dibangun semasa Bupati Gamawan Fauzi, sudah tidak layak dan perlu penyegaran.

“Saya melihat, bahwa kondisi kantor Bupati yang lama sudah tidak layak dan perlu perubahan. Selain itu, mungkin kantor Bupati kita paling buruk di Sumbar,” jelas Gusmal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPR KPP, Kabupaten Solok, Deni Prihatni, ST, MT, saat ditemui di ruang kerjanya belumlama ini juga menjelaskan bahwa anggaran untuk pembangunan kantor Bupati Solok yang baru berjumlah Rp 44 Milyar dengan pengerjaan tahun jamak. Untuk tahap awal pada tahun 2019 ini, diangarkan dana dari APBD Kabupaten Solok sebanyak Rp 24 Milayar, termasuk untuk pengawasan, konsultan, suvervisi dan lainnya. Sementara yang Rp 20 Milyar lagi akan dianggarkan di APBD Kabupaten Solok tahun 2020.

“Rencananya bulan Maret 2019 ini akan dilakukan tender dan bulan pada Februari 2019 ini baru gedung yang lama akan dihancurkan. Sedangkan untuk menghancurkan sudah ada perusahaan atau badan dari kota Padang yang bersedia akan akan ditunjuk, karena penghancurannya bersifat Penunjukan Langsung atau PL, dengan syarat yang bersangkutan harus menyetor uang ke BKD sebesar RP 22 juta lebih sesuai yang sudah ditata orang BKD,” jelas Deni Prihatni.

Disebutkan Deni Prihatni, diantara Gedung yang akan dihancurkan ada tiga unit bangunan besar yakni eks kantor Bupati lama yang berlantai Dua , yang saat ini ditempati Bank Nagari, Bagian Kesra, Bagian Perekonomian, Asisten II dan Kabag Pembangunan.

Sementara gedung kedua yang akan dihancurkan adalah Kantor Kesbangpol dan satu lagi adalah kantor PKK Kabupaten Solok, yang ketiganya lokasinya berdekatan. “Saat ini kita berharap agar yang masih berkantor di sana, untuk segera mengosongkan lokasi dan pindah ke lokasi yang baru yang sudah ditunjuk agar ketiga kantor tersebut segera bisa dihancurkan,” tambah Deni Prihatni (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda