Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok Dalam Rangka Penyampaian Laporan Masa Sidang I Tahun 2020

0
216

SOLOK, JN- DPRD Kabupaten Solok, hari Senin (9/3), menggelar Sidang Paripurna, dalam Rangka Penyampaian Laporan Masa Sidang I Tahun 2020, bertempat di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Kabupaten Solok.

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, dengan dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Solok, Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, para Kepala OPD  Pemkab Solok dan unsur Forkopimda.

Dalam laporan resesnya yang dibacakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir menyebutkan bahwa Reses dilaksanakan berdadarkan Peraturan Pemerintah No 16 thn 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD. Selain itu Peraturan Pemerintah No 18 Tahun  2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.

“Reses merupakan kewajiban bagi Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD dalam rangka menjaring Aspirasi masyarakat secara berkala untuk bertemu konstituen pada daerah Pemilihan masing-masing guna Meningkatkan Kualitas, Produktivitas, dan kinerja DPRD dlm mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan rakyat, serta guna mewujudkan Peran DPRD dalam mengembangkan check and balance antara DPRD dengan Pemerintah Daerah,” sebut Ivoni Munir.

Disebutkannya, pelaksanaan reses adalah untuk mewadahi pertemuan antara anggota DPRD Kabupaten Solok dengan masyarakat pemilihannya, serta untuk meningkatkan silahturahmi dan komunikasi antara DPRD dengan Masyarakat serta menyampaikan informasi pembangunan Kabupaten Solok.

Agenda Reses berdasarkan Daerah Pemilihan Masing-masing anggota DPRD  sebanyak 4 Dapil.

Sebelum Rapat Paripurna Ditutup oleh Ketua DPRD  Jon Firman Pandu, terjadi beberapa interupsi oleh Anggota DPRD salah satu nya yang dikemukakan oleh Anggota DPRD Harry Pawestry menyangkut kejadian LGBT yang terjadi disalah satu daerah di Kabupaten Solok beberapa waktu lalu. Harry meminta instansi terkait untuk meningkat  pengawasan terhadap Penyakit masyarakat ini.

Dan juga ditanggapi langsung oleh wakil Bupati bahwa kejadian tersebut adalah kejadian yang luar biasa yang perlu adanya penanganan yang serius karna sangat bertentangan dengan norma agama dan adat dikab solok.Dan Juga Beberapa Interupsi Anggota DPRD Lainnya menyangkut kegiatan DPRD dan tambahan agenda rapat lainnya (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here