Peternak Ayam Pertelur Unjuk Rasa ke Kantor Bupati

0
173

TANAH DATAR, JN- Tingginya harga jagung yang menembus oangka Rp.5.100/kg membuat peternak ayam petelur, di Indonesia dan khususnya peternak di Lintau Buo Kabupaten Tanah merasakan dampak dan terancam menderita kerugian karena gagal panen.

Melihat fenomena ini, 375 orang bergelut sebagai peternak ayam petelur se Kecamatan Lintau Buo dibawah Koordinator Lapangan (Korlap) Indra Gunalan gelar unjuk rasa di kantor Bupati Tanah Datar disambut Sekda Hardiman didampingi Kabag Perekonomian Zaratul Khairi Kamis (15/11).

Indra Gunalan menyampaikan 12 pernyataan sikap menuntut pemerintah untuk sesegera mungkin melakukan kerja nyata untuk mengatasi tuntutannya. “Kami namakan ini 12 sikap jeritan peternak rakyat yang menuntut Bupati segera lapor ke Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian untuk atas kelangkaan jagung, kalau perlu dengan impor karena memang hasil jagung lokal sudah tidak bisa penuhi kebutuhan peternak,” sampainya.

Ditambahkan Indra lagi, Pemda dan Bupati berusaha menurunkan harga konsentrat, bina kelompok tani agar menanam jagung dengan memenuhi ketersediaan bibit. “Kami juga mendesak gubernur Sumbar untuk buat peraturan tentang larangan pembelian jagung lokal oleh perusahaan yang ada di Sumatera dan juga mendesak gubernur Sumbar untuk mencabut Pergub tentang Jagung,” sampainya.

Sebagai gambaran, tambah Indra Gunalan, dengan jumlah peternak ayam petelur Tanah Datar ada 173 peternak dengan populasi ayam petelur sebanyak 2 juta ekor lebih. “Dengan jumlah populasi ayam petelur, kita butuh dedak 95 ton/hari, jagung 182 ton/hari, konsentrat 98 ton/ hari. Dengan harga dedak Rp.3.300/kg, jagung Rp.5.000/kg dan Konsentrat Rp.7.900 sangat menyulitkan kita peternak ayam, bahkan sekarang sudah ada peternak kita yang gulung tikar,” tukasnya.

Sementara itu Sekda Hardiman menanggapi, apa yang menjadi tuntutan para peternak ayam petelur akan disampaikan ke pak Bupati. “Saya menyampaikan permohonan maaf dari Pak Bupati karena saat bersamaan ada kegiatan yang tidak bisa beliau tinggakLkan, namun apa yang menjadi tuntutan menjadi bahan dan disampaikan kepada Pak Bupati dan Gubernur Sumbar,” ujar Hardiman. Namun, tambah Hardiman, dikarenakan kurangnya stok jagung merupakan permasalahan nasional, diharapkan peternak ayam petelur untuk bersama-sama saling koordinasi dengan peternak ayam lainnya di Sumbar mencari solusi terbaik. “Saya harap Korlap berkoordinasi dengan daerah lain yang mempunyai keluhan yang sama sehingga pemerintah propinsi dan pusat mendapatkan masukan bahwa tidak petani di daerah kita saja yang alami kesulitan jagung. Mari bersama-sama kita carikan solusi permasalahan ini,” pesannya. (Damara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda