Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah di Kabupaten Solok Berlangsung Meriah

0
386

SOLOK, JN- Perayaan Penyambutan dan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah tahun 2018  di Kabupaten Solok,  berlangsung sangat meriah. Dan ini mungkin peringatan paling meriah sejak Dua Puluh tahun terakhir,  yang diselenggarakan Pemkab Solok, dibawah naungan Kabag Kesra Kabupaten Solok yang baru, Asep Ajidin.

pawai ta’aruf dalam rangka menyambut tahun baru Islam di Pemkab solok

Gema peringatan Tahun Baru Islam di Kabupaten Solok, sudah dimulai sejak hari Jum’at tanggal 6 September 2018 lalu dengan menggelar lomba Pildacil yang besertanya murid SD sederajat, dimana masing-masing nagari mengutus 2 orang peserta putra-putri. Acara dilangsungkan di Halaman kantor Bupati Solok, di Arosuka. Acara digelar selama dua hari dan berakhir pada Sabtu kemaren.

 

Selanjutnya pada hari Minggu (9/9), acara peringatan Tahun Baru Islam dilanjutkan dengan acara didikan shubuh yang berlangsung di Islamic Center Koto Baru dengan dan Minggu siangnya acara pawai Ta’aruf  yang berlangsung dari Taman Hutan Kota Wisata menuju Tugu Ayam dan Finish di kantor Bupati Solok. Peserta pawai ini menurut Kabag Kesra, adalah TPQ, MDT, siswa-siswi SD dan SMP serta Madrasah se Kabupaten Solok. Acara dilanjutkan dengan pembagian door prize kepada peserta pawai oleh Bupati Solok dan Kabag Kesra.

“Alhamdulillah acara berlangsung meriah dan anak-anak juga tampak bersemangat mengikutinya, apalagi mereka yang mendapat door prize,” jelas Kabag Kesra Kabupaten Solok, Asep Ajidin.

Kabag Kesra Pemkab Solok, Asep Ajidin

Disebutkan Asep Ajidin, pihaknya berharap agar umat Islam tidak tertipu dengan tahun baru mereka bahwa tahun baru Islam yang sebenarnya adalah tahun baru 1 Muharam bukan pada 1 Januari setiap tahunnya.

 

“Tahun baru Islam berdasarkan hitungan bulan dimana Tahun komariah dihitung menurut peredaran bulan. Bulan mengelilingi bumi dalam waktu 29 hari 12 jam 44 menit atau dibulatkan menjadi 29 hari,” terang Asep Ajidin. Disebutkannya,  Satu tahun komariah ada 12 bulan yang berganti-ganti jumlah harinya, yaitu 29 hari dan 30 hari tiap bulannya. Dalam satu tahun berjumlah 354 hari. Kalender komariah disebut juga kalender Hijriah, yang artinya pindah, diawali dengan hijrahnya Nabi Besar Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Kalender komariah lebih cepat 11 hari dari kalender Masehi. Oleh karena itu, tanggal 1 Syawal jatuh pada bulan Masehi yang berbeda beda. Pergantian tahun baru Islam dimulai pas Maghrib, berbeda dengan tahun Syamsiah yang jatuh pada pukul 00.00 setiap tahunnya.

Penyerahan door prize oleh Bupati Solok kepada peserta pawai

Sementara Tahun syamsiah dihitung berdasarkan lamanya bumi sekali beredar mengelilingi matahari, yakni 365 hari, 5 jam 48 menit, 46 detik atau dibulatkan menjadi 365 hari

Pawai

Peringatan Tahun Baru Islam di Kabupaten Solok, Senin juga akan dilanjutkan dengan acara lomba lagu-lagu religi yang akan diikuti SKPD dan BUMN/D yang ada di Pemkab Solok. Kemudian acara dilanjutkan dengan pawai dan shalat maghrib berjamaah di Masjid Raya Gantung Ciri dalam rangka menyambut datangnya tahun baru. Kemudian pada Selasanya, acara akan dilanjutkan dengan Shubuh berjamaah di masjid Islamic Center Koto Baru dan Rabunya Lomba Qasidah Rabana tingkat Kabupaten Solok yang diikuti seluruh nagari. Sementara acara puncaknya adalah Tabligh Akbar yang bertempat di halaman kantor Bupati Solok, yang diikuti oleh seluruh sekolah, Pegawai dan masyarakat serta majelis taklim se Kabupaten Solok dan  seklaigus lomba penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. Sementara ustad yang akan memberi ceramah pada acara tabligh Akbar adalah ustad Ustad H. Syamsul  Arifin Nababan, LC, MA dari Jakarta.

 

Pada acara pawai ta’aruf Minggu pagi kemaren, Bupati Solok dalam sambutannya dihadapan peserta menyampaikan bahwa mari jadikan momentum tahun ini menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. “Saya berharap bahwa melalui kegiatan ini mampu memacu semangat santri di MDTA dan siswa di sekolah untuk lebih mendalami ilmu agama dan  melalui kegiatan ini dihirapkan mampu membentuk generasi yang akhlakul kharimah untuk kedepanya,” jelas H. Gusmal. Bupati

Juga berpesan agar MDTA dan SUBP tetap menggalakan program pemerintah magrib mengaji dan subuh berjamaah di Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok menurut Gusmal, sangat mengapresiasi anak didik yang tahfidz dan berakhlak mulia. Gusmal juga berharap agar penyambutan tahun baru Islam, harus lebih meriah jika dibandingkan dengan tahun baru biasa sebab tahun baru Islam adalah milik umat Islam.

 

Tampak hadir pada acara tersebut anatara lain Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Desna Devi Gusmal, Asisten II Pemkab Solok, Aliber Mulyadi, Kabag Kesra, Asep Ajidin, Kepala Kemenag Solok, H. Alizar Chan, Kabag Hubungan Antar Lembaga, Devi Pribadi, Pimpinan Bank Nagari Cabang Pembantu Arosuka, Merry dan para Kepala SKPD terkait (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda