Pengurus Inti DPD Partai NasDem Kabupaten Solok Dilengserkan: Edyard, Saya Sengaja Dizolimi Oleh DPW Sumbar

0
1245

SOLOK, JN– Pasca dilengserkannya kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Solok di bawah pimpinan Edyart, oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), maka membuat kubu partai milik Surya Paloh itu terbelah menjadi dua kubu. Reposisi kepengurusan baru itu diantarkan langsung ke Sekretariat DPD Nasdem Kabupaten Solok, oleh pengurus DPW dan DPP  ke kantor DPD NasDem ke Salayo, pada hari Jum’at tanggal 6 April 2018 lalu.

Surat Keputusan (SK) dengan Nomor: 075-SK/DPP-NasDem/III/2018 tertanggal 20 Maret 2018, sudah ditanda tangani langsung oleh Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jendral DPP NasDem, Johnny G Plate. Surat itu dibawa ke Solok oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sumbar, Malkan Amin dengan didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi Kader dan Keanggotaan (OKK), Hilda Osmiati Ubani, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumbar, Risnaldi, Wakil Sekretaris Bidang OKK DPP Nasdem Hermawi Taslim.

“Kami kepengurusan DPD Partai Kabupaten Solok benar-benar merasa dizolimi oleh kepengurusan DPW Partai Nasdem Sumbar, sebab tak ada hujan tak ada badai, SK itu langsung menunjuk kepengurusan DPD NasDem baru Kabupaten Solok dengan Ketua pak Haji Ar,” jelas Edyard, di kediamannya Minggu siang (8/4). Bahkan dengan blak-blakan Edyard menyebut nama mantan Bupati Solok priode 2010-2015 adalah dalang dibalik skenario ini. “Saya tahu persis bahwa hampir 80 persen kepengurusan DPW Partai NasDem Sumbar adalah orang-orang dekat beliau dan mereka-mereka itulah yang membuat skenario ini ke DPP agar saya lengser. Kalau tidak, apa mungkin kepengurusan kami tidak ada kesalahan lalu tiba-tiba datang SK kepengurusan baru mengantikan kami. Apakah partai ini selama kepengurusan kami tidak ada kemajuan?,” tanya Edyard dengan nada dan raut penuh kekecewaan. Apalagi kepemimpinan Edyard Cs, partai NasDem dengan lancar mengantarkan beberapa orang calon bisa duduk di DPRD Kabupaten Solok dan sejajar dengan partai besar lainnya seperti PKS, Demokrat dan juga PDI P serta lainnya. Selain itu, belum lama ini pihaknya juga sukses meloloskan NasDem lolos verifikasi Faktual di Kabupaten Solok sebagai syarat bisa ikut pilkada.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, SK yang dibawa pimpinan wilayah Partai NasDem Sumbar terjadi reposisi kepengurusan total, terutama di posisi pengurus inti yakni Ketua DPD Kabupaten Solok yang selama ini dipundak, Edyart, tiba-tiba digantikan oleh Armen Plani atau Haji Ar. Untuk posisi Sekretaris yang selama ini dipegang oleh Doni Zulkifli, digantikan oleh Arief Rahman yang juga mantan Bendahara PAN Kabupaten Solok. Sementara diposisi Bendahara yang selama ini dipercayakan kepada Anthonius, dalam SK baru itu ditunjuk nama, Welly Adetri. Sementara Edyart sendiri diletakan pada posisi Anggota Dewan Pakar, Doni Zulkifli, menjadi anggota Dewan Pertimbangan di bawah komando Azwirman dan Anthonius digeser menjadi Wakil Ketua Bidang Ekonomi.

Dengan komposisi seperti itu, seluruh kepengurusan inti DPD  NasDem Kabupaten Solok menyatakan sikap penolakan serta akan melakukan upaya perlawanan ke DPP Partai NasDem dan DPW Partai NasDem Sumbar. “Saat akan dibacakan kepengurusan baru, saya menolak karena kami merasa tidak bersalah dan proses pergantian ini kami nilai ada intimidasi dan tidak sesuai prosedur dan AD/RT partai. Kami pengurus inti dan 10 dan 14 DPC Kecamatan menyatan menolak, kecuali DPC Kecamatan Pantai Cermin, IX Koto Sungai Lasi, Kubung dan Bukit Sundi,” terang Edyard. Sebelumnya kepengurusan  NasDem Kabupaten Solok dibawah komando Edyart, Doni Zulkifli dan Anthonius, sudah menggelar konferensi pers dengan beberapa orang awak media di Sekretariat DPD Partai NasDem Kabupaten Solok.

“Kami  akan menuntut pengembalian hak SK DPD yang telah diganti ke Badan Advokasi Hukum (Bahu) Partai NasDem Sumbar,” ujar Sekretaris yang dilengserkan, Doni Zulkifli.

Kabarnya, selain DPD Partai NasDem Kabupaten Solok, ada tiga DPD lain di Sumbar juga yang bernasib sama dengan NasDem Kabupaten Solok sseperti kepengurusannya DPD Padang Pariaman, Kota Padang dan Pasaman Barat.

 

Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh para pengurus DPD, Pengurus DPC, kader dan simpatisan Partai Nasdem itu, Edyart menyatakan reposisi yang dilakukan DPP tidak berdasar dan tidak sesuai dengan mekanisme. Edyart juga menuding, reposisi ini karena adanya tekanan dan intervensi dari pihak-pihak yang ingin melemahkan Partai NasDem di Kabupaten Solok.

“Ini sungguh sangat memprihatinkan bagi kami di DPD Partai NasDem Kabupaten Solok, sebab kami cinta partai ini. Kami menilai DPW Partai NasDem Sumbar mengusulkan ke DPP tanpa adanya klarifikasi, komunikasi, ataupun evaluasi terhadap kesalahan atau kinerja yang telah kami lakukan. Karena itu, kami menolak tegas SK baru ini dan akan melakukan upaya-upaya untuk meluruskan hal ini. Dalam politik, pergantian adalah hal yang wajar, namun harus melalui prosedur dan mekanisme yang jelas. Ada individu-individu yang ingin melemahkan Partai NasDem di Kabupaten Solok,” terang Edyard.

 

Edyart juga menegaskan, selama ini kinerja DPD Partai NasDem Kabupaten Solok telah berjalan dengan baik. Mulai dari verifikasi faktual hingga pencalegan telah berjalan dengan baik. Pada Pileg 2014 lalu, seluruh posisi caleg sudah 100 persen. Dari empat daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Solok, Partai NasDem berhasil meraih tiga kursi (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here