Pemkab Solok Gelar Sosialisasi Hewan Qurban

0
111

SOLOK,  JN- Pemerintah Kabupaten Solok,  menggelar acara sosialisasi hewan qurban,  bertempat di Ruangan Danau Singkarak, kantor Bupati Solok, Kamis (14/2).

Acara sosialisasi dibuka oleh Bupati Solok,  H. Gusmal SE. MM dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan,  Ir. H. Admaizon, Kapolres Solok, para Walinagari, para panitia qurban, pengurus masjid/mushalla, dan pedagang ternak.

Ketua panitia pelaksana acara,  H. Admaizon dalam laporannya menyampaikan bahwa  kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang larangan menyembelih hewan qurban betina yang masih produktif. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang tata cara penyembelihan hewan qurban yang sesuai dengan aturan Islam.

“Dari data penyembelihan hewan qurban tahun lalu, sekitar  70% hewan qurban yang disembelih adalah betina produktif. Hal ini disebabkab harga sapi betina lebih terjangkau dan lebih banyak dagingnya. Untuk itu,  tahun ini harus kita tekan dan kalau bisa jangan sampai ada lagi kejadian serupa, ” terang H. Admaizon. Dengan belajar dari peristiwa itu, maka Pemkab Solok merasa perlu menga dakan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan sampai hewan betina produktif yang dikorbankan.

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyebutkan bahwa jumlah hewan qurban setiap tahunya semakin meningkat, akan tetapi masih banyak masyarakat yang menyemblih hewan bitina produktif.

“Yang melatarbelakangi kegiatan sosialisai hewan qurban ini diadakan  adalah masih tingginya pemotongan hewan betina produktif untuk keperluan qurban  Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan populasi ternak sapi di Kabupaten Solok yang berdampak pada produksi daging di Kabupaten Solok menurun, ” terang H. Gusmal. 

Disebutkan Bupati,  dengan adanya acara ini,  hal itu bisa dihambat bila kesadran seluruh pemangku kepentingan  mulai dari peterak, pedagang, jagal, konsumen sampai pada petugas dapat di tingkatkan.

” Oleh karena itu, perlu ada upaya tambahan yaitu dengan melakukan pendekatan secara etika, budaya dan agama. Sementara untuk mencegah pemotongan sapi betina produktif dengan demikian harus dilakukan dengan berbagai pendekatan baik yang bersifat teknis ekonomis maupun soasial budaya,” sebut Gusmal. 

Dan Bupati juga mengarapkan kepada masyarakat untuk tidak menyembelih hewab betina yang masih produktif baik sapi maupun kambing (wandy) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda