Pembahasan APBD 2018 di Hotel Berbintang Kembali Dikritik

0
619

SOLOK, JN– Kritikan tajam kembali dialamatkan ke DPRD dan Pemkab Solok, karena pembahasan APBD Tahun 2018 kembali digelar di salah satu hotel berbintang di kota Padang.
Meski pembahasan di hotel tersebut tidak menyalahi aturan, namun menurut masyarakat Kabupaten Solok, kenapa pembahasan tersebut tidak dilakukan di Solok saja, seperti di Convention Hall Alahan Panjang yang fasilitasnya sudah setara dengan hotel bintang tiga.

“Saya melihat anggota DPRD dan Pemda kita sudah kebal dikritik dan tidak mau mendengarkan masukan masyarakat. Padahal kalau hanya pembahasan, kan bisa dilakukan di Solok sendiri dan bisa menghemat biaya ratusan juta dan bisa digunakan untuk membangun jalan ke Garabak Data,”jelas Yemrizon Dt Panghulu Nan Sati, Ketua LSM Perak, Minggu (5/11).  Ditambahkan Yemrizon, pembahasan APBD bisa dilakukan di Ruang Pelangi atau di Convention Hall Alahan Panjang. “Buat apa kantor bagus atau Convention Hall dibangun, kalau rapat dilakukan di hotel-hotel juga. Padahal duit untuk membangun Kabupaten Solok saja uang susah,” tambah Yemrizon. Disebutkannya, kalau acara-acara Pemda dana dan kegiatannya dilakukan di hotel dan lahannya pribadi. Tapi kok aparat hukum dari KPK, Polisi dan Jaksa diam saja?,” jelas Yemrizon.

Selain mengkritik anggota dewan dan Pemkab Solok, para nitizen di media sosial juga dengan kerasnya mengkritik prilaku anggota dewan dan Pemerintah yang tidak mau mendengarkan aspirasi mereka. “Percuma juga kita mengingtkan mereka, mereka sudah kebal dan tidak mau mendengarkan masyarakatnya,” tulis seorang nitizen yang bernama Atuk Kajang. Sementara nitizen lain menyebutkan bahwa tokoh masyarakat di Kabupaten Solok pun macam kambing ditarik hidungnya diam seribu bahasa. Katanya daerah kesulitan anggaran, tapi kok pejabatnya masih berpoya-poya menghabiskan uang rakyat.
Kritikan yang sama juga dilontarkan oleh Sekretaris PWI Kabupaten Solok, Riswan Jaya, dimana menurutnya sudah saatnya para pemangku kepentingan di Kabupaten Solok berpikir untuk membangun daerahnya, bukan hanya mementinkan pribadi sesaat. “Ini kan pembahasan APBD 2018, mengapa pula harus di hotel berbintang, di Solok kan juga banyak lokasi yang sama kelasnya dengan hotel berbintang. Tapi nanti kalau dikritik dibilangnya kita syirik atau lainnya,” jelas Riswan Jaya (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here