Nofi Candra Pinjamkan Gedung Tanpa Sewa untuk SMAN 1 Solok

0
1256

SOLOK, JN-SMA Negeri 1 Kota Solok sebagai salah satu sekolah favorit di kota kecil itu, nyaris tak mampu lagi menampung tingginya  minat masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Pada tahun ajaran 2017/ 2018 ini saja, hampir 200 lebih siswa kelas X nyaris tidak kebagian lokal, karena keterbatasan sarana ruang belajar yang dimiliki sekolah. Kondisi inipun memaksa pihak sekolah mencari gedung yang memadai untuk menjadi tempat bagi para siswa mendapatkan pendidikan yang layak.

Gayung bersambut, keluhan para guru dan orang tua siswa itupun memantik kepedulian  oleh senator DPD RI asal sumbar yang merupakan putra Solok untuk turut andil dalam memajukan pendidikan di daerah itu. Gedung tiga lantai, bewarna putih dengan lapisan kaca pada dinding depannya, berada di tepi jalan lintas Sumatera kota Solok.

Persisnya di ruas jalan by pass kelurahan KTK. Gedung yang semula akan dikembangkan sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) oleh Yayasan Pendidikan Nusantara Citra (YPNC) itu, dipinjamkan untuk menjadi ruang belajar bagi siswa kelas X tanpa sewa hingga waktu yang dibutuhkan oleh pihak sekolah. Gedung itu menjadi lebih menarik karena disamping kanannya berdiri masjid Raya KTK.

Ratusan orang tua siswa kelas 1 (kelas X) SMA Negeri 1 Solok yang umumnya dari kalangan ibu-ibu, bahkan mengaku terkesima ketika bertemu dengan Nofi Candra,  yang hadir ke Solok bukan sebatas sebagai  anggota DPD, tetapi lebih menjadi tokoh penyelamat pendidikan bagi ratusan siswa SMA Negeri 1 Solok yang sedang terkendala oleh kekurangan tempat belajar. “ Kami berterimakasih kepada pak Nofi yang telah menyerahkan gedung baru untuk anak-anak kami belajar disini,” kata perempuan yang mengaku bernama Buk Bet saat ramah tamah dengan Senator Nofi Candra, komite dan pihak sekolah.

Perempuan berpakaian PNS yang mengaku seorang guru SMP di kota Solok itu, bahkan sengaja meminta ijin agar dapat datang bertatap muka dan bertemu langsung dengan tokoh muda yang peduli terhadap pendidikan ini. Ia menganggap pertemuan itu sangat penting untuk dunia pendidikan. “Kami semua terkesima atas kepedulian pak Nofi. Mungkin mewakili semua orang tua murid, kami menyampaikan terimakasih karena akhirnya anak  kami bersekokah di gedung mewah,” tambahnya.

Buk Bet tidak sekedar membanggakan kepedulian Nofi Candra, tetapi ia mendorong agar senator RI itu ikut membantu menjadikan sekolah tersebut sebagai ikon pendidikan di kota Solok. Ia berpikiran demikian, karena selama ini kecenderungan masyarakat lebih memilih sekokah-sekolah favorit yang berada di luar kota Solok. Kini dan selanjutnya, sudah saatnya Solok membangun sekolah  favorit.

Sementara itu ketua Komite SMAN 1 Kota Solok Purn Pol AKBP Zaini  mengatakan Nofi Candra hadir pada saat yang tepat. Ketika sekolah membutuhkan tambahan ruang belajar karena kelebihan rombongan belajar ( rombel) akibat perlakuan satu shif, tokoh muda asal Solok itu hadir sebagai penyelamat. “ Batapa beruntungnya kita, karena diberikan gedung megah dengan gratis pula. Tidak membayar sepersenpun,”ujarnya

Ia menyebutkan, meski yang dimanfaatkan hanya lantai dua dan sebagian lantai dasar untuk menampung 10 kelas, kalau disewa, diperkirakan memakan biaya sedikirnya Rp 150 juta setahun. Tetapi untuk kepentingan pendisikan anak-anak Solok, Nofi Candra memberi kemudahan bagi masyarakat yang menyekolahkan anaknya di SMA ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 1 Solok Hj. Nurmaini, M. Pd dengan keharuan yang dalam memaparkan keterbatasan sekolah terhadap ruang belajar akibat sistim pendidikan satu shif. Dengan kondisi sekarang, sekolah utama SMAN 1 Solok yang berada di Tanah Garam mempunyai siswa sebanyak 39 kelas, yang ditempari oleh kelas 2 (kelas XI) sebanyak 29 kelas, sedangkan kelas 3 (kelas XII)sebanyak 18 kelas. Kekurangan kelas semakin diperuncing dengan tambahan 10 kelas untuk kelas 1 (kelas X) yang diterima  pada tahun pelajaran 2017 ini.  “Sedangkan dalam ketentuan, kapasitas sekolah hanya boleh 36 kelas dari kelas X sampai kelas XII,” ujarnya.

Untuk mengatasi kelebihan kelas belajar, selama ini pihak sekolah mensiasatinya dengan belajar dua shif, pagi dan sore. Tetapi akibat peraturan baru yamf hanya membolehkan sekolah satu shif, SMA Negeri 1 harus mencari tambahan ruang belajar minimal untuk mengatasi 10 kelas yang berada di kelas 1. “ Kita menjadi bersyukur pak Nofi Candra menyerahkan gedung secara gratis. Ini bantuan luar biasa untuk pendidikan anak-anak kita, sementara kita belum boleh menarik iuran sampai adanya keluar Pergub,” bebernya.

Menaggapi reaksi pihak sekolah dan orang tua siswa,  anggota DPD-RI Nofi Candra yang hadir bersama ketua dan Sekretaris YPNC Andri Maran dan Yavis Yandri Tamsin, mengaku menahan obsesinya mengembangkan sekolah tinggi untuk kepentingan pendidikan di SMA Negeri 1 Solok. Meski sejak awal dirinya telah mempersiapkan kerangka pendidikan sekolah tinggi dan direncanakan aktif pada tahun 2017, namun karena ada permintaan dari pihak sekolah memakai gedung, ia bersama yayasan lebih mendahulukan kelanjutan pendidikan SMA ini.

Nofi dengan merendah mengaku  bukan seorang tenaga pendidikan, tidak pula seorang yang mampu menularkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.Tetapi dalam dirinya terus berusaha agar bisa bermanfaat untuk orang lain.” Melalui gedung ini, mudah-mudah ada manfaat yang bisa diperoleh sebagai pahala. Itu saja niat kita,”ungkapnya (Malin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here