Menguji Nyali Yulfadri Nurdin Pada Pilkada Kab. Solok 2020-2025

0
528

Oleh: Wandy- Wartawan Koran Padang.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Solok priode 2020-2025, memang masih lama, atau kurang dari satu tahun digelar.

Pesta demokrasi ini akan menentukan nasib Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu untuk lima tahun kedepan.

Saat ini, setidaknya di Kabupaten Solok, bermunculan nama-nama Bakal Calon Bupati (Balon) untuk memimpin Kabupaten Solok Lima tahun kedepan.

Diantara bakal calon yang ramai diperbincangkan untuk ‘Sata’ atau ikut Pilkada Bupati Solok priode 2020-2025 antara lain ada pemain atau tokoh lama seperti Bapak H. Desra Ediwan Anantanur, mantan Wakil Bupati Solok 2 priode (2005-2010-2010-2015), yang dikabarkan akan berpasangan dengan Sabrana.

Selanjutnya ada nama Iriadi dt. Tumangguang, tokoh rantau yang selama ini berkiprah di Palembang, Sumatera Selatan. Beliau merupakan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumsel.

Selain itu ada tokoh rantau yang juga pengusaha muda sukses, yakni Maigus Tinus yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS) di Jabodetabek.

Berikutnya ada nama H. Zul Elfian dan H. Nofi Candra serta nama Hendra Saputra. Sementara yang sedang hangat dibicarakan ada nama Epyardi Asda, mantan anggota DPR RI 2009-2014-2014-2019 politisi dari Partai PPP yang kini pindah ke Partai PAN. Kabarnya, Epyardi juga akan turun gunung untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Solok.

Yang tidak kalah penting adalah nama H. Yulfadri Nurdin, SH, yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Solok.

Dua nama terakhir, antara Epyardi Asda dan Yulfadri Nurdin, adalah dua sahabat yang sudah sama-sama membesarkan Partai PPP di Sumbar. Bahkan Yulfadri juga pernah menjadi Ketua DPC partai PPP Kabupaten Solok dan Ketua DPW Partai PPP Sumbar. Selain itu, antara Epyardi Asda dengan Yulfadri Nurdin, sudah hampir 20 tahun bersama di Partai PPP.

Pertanyaannya, kalau Epyardi maju sebagai Balon Bupati Solok, apakah Yulfadri Nurdin akan jadi lawannya di Pilkada tersebut. Atau mungkinkah mereka berdua berpasangan untuk maju berdua sebagai Bupati dan Wakil Bupati Solok mendatang?!

Kalau itu terjadi, diatas kertas akan sulit ditumbangan oleh calon lain. Epyardi punya segalanya uang, popularitas dan banyak ide. Sementara Yulfadri Nurdin punya masa yang juga militan dan solid hampir di setiap Nagari. Bahkan tidak bisa dipungkiri, Putri Epyardi Asda, Athari Gauti, terpilih menjadi anggota DPR RI priode 2019-2024, juga tidak lepas dari peran H. Yulfadri Nurdin.

Namun sebaliknya, jika mereka menjadi rival atau berlawanan pada Pilkada Kabupaten Solok 2020-2025 nanti, maka penulis mempredikdsi keduanya akan mudah ditumbangkan oleh pasangan lain.

Atau Epyardi Asda tidak maju ke Kabupaten dan memilih maju menjadi Calon Gubernur, maka dipastikan Pilkada Solok akan seru.

Nyali H. Yulfadri Nurdin sebagai Incumbent, benar-benar akan diuji. Beranikah Yulfadri maju sebagai incumnbent atau tidak atau akankah menang atau tidak?

Terakhir dua sahabat ini tampak masih bersama di Resto Cinangkiek Singkarak pada hari Jum’at 27 September kemaren. Namun apakah mereka sudah bicara Pilkada atau belum.

Bila nanti setelah mendaftar, jika kedua sahabat dan politisi ini sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK), maka memang akan sulit ditundukan.

Namun bila mereka bersimpang jalan, disini nyali Yulfadri Nurdin sebagai incumbent akan bebar-benar diuji. Yulfadri harus bisa menentukan pasangan yang tepat dan pas untuk memenangkan Pilkada, sesuai visi dan misi yang akan diusung.

Tokoh masyarakat Kabupaten Solok, H. Gamawan Fauzi berpendapat, peluang Yulfadri sebagai petahana sangatlah besar jika dibanding bakal calon yang lain. Sebab bagaimanapun juga, hampir setiap hari bisa berjumpa dengan warganya untuk bertukar pikiran dan bersilaturrahmi.
” Tinggal bagaimana incumbent itu bisa memanfaatkan peluang dengan maksimal dengan perhitungan politik yang mantap, ” terang Gamawan Fauzi.

Sementara Wakil Bupati Solok sendiri, H. Yulfadri Nurdin, SH, hingga tulisan ini ditayangkan, kepada penulis menyebutkan bahwa pihaknya masih belum tau akan berpasangan dengan siapa, baik sebagai Calon Bupati atau Wakil Bupati.

“Kalau remcana maju memang iya, tetapi belum tau dengan siapa. Termasuk partai apa yang akan mengusung. Namun kita masih terus menjali komunikasi dengan semua pihak, baik tokoh masyarakat atau tokoh partai. Yang penting kita maju harus dengan penuh perhitungan dan pertimbangan yang matang. Pada akhirnya keputusan akhir tetap ada di tangan Tuhan,” sebut Yulfadri Nurdin.

Namun bila tidak dengan Eptardi Asda, apakah nyali Yulfadri Nurdin untuk maju akan tertantang?! *** (penulis adalalah wartawan Harian Koran Padang, tinggal di Solok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda