Masyarakat Koto Gadang Guguak Bergoro Membersihkan Embung Tabek Panjang

0
102

SOLOK,  JN- Embung Tabek Panjang, yang terletak di Jorong Tabek Panjang, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang pembangunannya didanai APBD Sumbar lebih kurang dari Rp 1 miliar semasa Bupati Gusmal priode 2005-2010 lalu dan diperjuangkan oleh Ir Bachtul, mantan anggota DPRD Sumbar.

 
  Embung Tabek dengan luas lebih kurang dari 3,2 hektare  itu,  semula bisa berfungsi untuk irigasi yang bisa mengaliri sawah ratusan hektar di Nagari Koto Gadang, Talang dan Nagari Cupak.
Selain itu juga untuk tempat rekreasi, perikanan, air baku, pariwisata dan konservasi. Namun beberapa tahun terakhir,   nasibnya seperti tidak terurus. Pemerintahan nagari dan dinas yang terkait seperti Dinas PU, Pariwisata, sepertinya melupakan potensi  Embung Tabek Panjang.
Akhit bulan Oktober 2018 ini,  pemuda Nagari bersama pemerintah Nagari Koto Gadang Guguak, sepakat untuk membersihkan lokasi embung Tabek Panjang dan acara Goro membersihkan embung itu juga dihadiri Bupati Solok,  H.  Gusmal,  yang juga putra asli Koto Gadang Guguak.
 “Waktu di buka dan diresmikan pemakaiannya dulu, Embung ini ramai dikunjungi wisatawan dan pemancing. Namun saat ini hanya ada sekitar 10 orang perhari, namun karena hampir seluruh permukaan embung dipenuhi tumbuhan enceng gondok,, sekarang pemancing dan wisatawan sepi.  Makanya kami berinisiatif untuk membersihkannya, ” tutur Andi Purnama Alimin (49), seorang tokoh pemuda Nagari Koto Gadang Guguak,  Jum’at
(2/11) di lokasi Embung tersebut.
Menurut Andi, Embung ini pernah ramai pada pertengahan tahun 2006 sampai 2010, namun sejak tahun 2011, Embung ini mulai sepi karena tidak terurus dan dipenuhi enceng gondok.
Sementara letak embung yang sangat strategis, hanya berjarak 400 meter dari jalan nasional atau persis di belakang Restoran Sarimanggis dan hanya sekitar 2 Kilometer dari ibukota Kabupaten Solok, Arosuka, bisa membuat Embung ini potensial untuk dikembangkan. Sayangnya selama ini semua seperti cuek dengan kondisi embung Tabek Panjang.
“Pertama dibangun, lokasi ini sangat ramai dikunjungi masyarakat untuk memancing siang dan malam dan pemuda setempatlah yang mengelola uang masuk dan digunakan untuk pembangunan mushalla yang ada di Tabek Panjang. Namun hanya berjalan sesaat saja, setelah itu hilang seperti ditelam bumi, sehingga saat ini seluruh permukaan kolam tertutup oleh tanaman enceng gondok,” jelas Adri, Walinagari Koto Gadang Guguk.
Menurt Adri, pihak pemerintahan nagari, akan berusaha untuk memaksimalkan fungsi embung Tabek Panjang, dengan mengajukan dana ke Pemerintah Daerah.
Bupati Solok, H.  Gusmal,  yang hadir langsung menyaksikan kondisi Embung Tabek Panjang, sangat menyayangkan kondisi embung ini. “Ini kan sangat strategis dan bisa menghasilkan uang, tetapi belum dikelola secara profesional. Kedepan kita harapkan embung ini selalu bersih agar kembali ramai dikunjungi, ” tutur Gusmal.
Tokoh masyarakat Koto Gadang Guguak,  Ir. Bachtul, saat berkunjung ke lokasi embung Tabek Panjang ini Jum’at sore juga menyebutkan bahwa bila embung ini bersih, akan bisa dijadikan pemasukan bagi nagari, seperti dengan menggelar lomba memancing di lokasi tersebut. “Berapa banyak orang di Kabupaten Solok yang hobinya memancing, kalau dipungut inset Rp 10.000 saja per kepala, maka jelas akan menghasilkan uang. Dinas Pariwisata juga bisa mengelolanya bersama pemerintahan nagari. Kan sekeliling embung sudah di dam dengan tembok, jadi hanya tinggal dibersihkan saja enceng gondoknya,” tutur Ir. Bachtul.

Politisi dari PPP yang juga Caleg dari Dapil 1 untuk DPR RI ini, juga berjanji akan membicarakannya dengan pemerintah nagari dan Dinas terkait, seperti Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mencarikan solusinya (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda