Masalah Bangli Masih Menjadi PR Bagi Pemkab Solok

0
680

SOLOK, JN– Masalah bangunan liar (Bangli) yang makin menjamur di sepanjang Jalan Lintas Sumatera Padang Solok, mulai dari batas kota Padang hingga Jembatan Koto Baru di Kecamatan Kubung, sampai saat ini masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten Solok.

Beberapa bangunan tersebut ada yang biasa, ada yang semi permanen dan bahkan ada yang permanen. Namun untuk menertibkannya diperlukan keseriusan  dan biaya yang banyak karena diduga akan mendapat perlwanan dari masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin,  mendesak bupati agar bangunan liar yang berada di sepanjang jalur lintas Sumatera Padang Solok, mulai dari Batas kota Padang Lubuk Selasih hingga nagari Kotobaru, di kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, bisa ditertibkan, termasuk yang di sepanjang Danau Singkarak.

 

“Kita melihat bahwa bangunan liar di sepanjang jalur Lintas Sumatera, merusak pemandangan dan keindahan jalan. Selain itu, resiko yang sangat tinggi seperti ancaman ditabrak kendaraan sangat besar dan selalu mengancam nyawa para pedagang dan masyarakat yang berada sepanjang jalan tersebut dan sampai saat ini belum ada solusinya ,” tutur Yondri Samin, Minggu (28/1). Selain itu, Yondri Samin juga meminta penertiban Bangli ini tidak pilih kasih dan harus berdasarkan kepentingan umum atau orang banyak. “Saya kurang yakin kalau Pemkab Solok akan serius dalam menertibkan bangli ini, sebab sudah beberapa kepala daerah belum juga terlaksana dan selalu menjadi PR dari Bupati ke Bupati berikutnya,” terang Yondri Samin.

 

Dicontohkan Yondri Samin, seperti di bawah Sarimanggis nagari Koto Gadang Guguak, tidak ada batas pengaman bagi para pedagang yang mendirikan bangunan untuk berjulan, sehingga kalau kendaraan putus rem atau lainnya, selalu menuju langsung ke arah pedagang. “Kita masih teringat kejadian tahun 2012, 2013, 2016 dan 2017 lalu, di mana  truk putus rem, langsung menyeruduk lapak pedagang dan menewaskan beberapa orang pedagang. Tetapi tidak lama berselang, berdiri lagi bangunan serupa di sana. Kenapa tidak segera di tertibkan,” tutur Yondri Samin.

 

Hal yang senada juga disampaikan anggota DPRD lainnya yakni Hendri Dunant. Menurut Henri Dunant, kalau Satpol PP tidak bertindak cepat, maka tidak mustahil akan bermunculan bangunan baru, seperti yang terjadi di Lubuk Selasih, batas kota Padang dan Solok. “Kita perlu bertindak tegas, kalau tidak akan bermunculan lebih banyak lagi bangli di sana,” terang Hendri Dunant

 

Sementara Kasat Pol PP Kabupaten Solok, ketika akan diminta keterangannya masalah bangunan liar tersebut, tidak berada di kantor karena ada keperluan lain (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here