Manajemen RSUD Arosuka Curhat Dengan Komisi A DPRD Kabupaten Solok

0
937

SOLOK, JN– Manajemen RSUD Arosukan Kabupaten Solok, melakukan curhat dan dialog serta buka-bukaan dengan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Solok, bertempat di ruang pertemuan RSUD Arosuka, Selasa (24/10).
Petemuan difasilitatori oleh pihak Manajemen Arosuka, dengan dihadiri oleh Ketua Komisi A, Patris Chan, SH, Marson Sutan Kayo, Gusrial Abbas, Hendri Dunant, Hajjah Nursiam, Yondri Samin dan Firmansyah. Sementara dari RSUD juga tampak hadir Dirut RSUD Arosuka, dr Maryeti Marwazi, Mars serta para karyawan dan karyawati RSUD Arosuka dan juga para dokter.
Dirut RSUD Arosuka, dr Maryeti Marwazi, Mars, dalam curhatnya menyebutkan bahwa saat ini RSUD Arosuka sebagai satu-satu¬nya rumah sakit yang berada di Kabupaten Solok, sejak Januari 2017 lalu sudah menjadi Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Namun diakuinya bahwa masih banyak kendala dan kekurangan yang ada di RSUD Arosuka, termasuk fasilitas medis, obat-obatan, beberapa ruang penunjang, pagar Rumah Sakit, masalah air bersih dan lainnya. “Kami disini dituntut untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan prima kepada masya¬rakat, tetapi bagaimana hal itu akan terwujud, kalau masih banyak fasilitas yang belum ada. Dan kami hanya bisa bekerja dengan paslitas yang baru tersedia dan berharap Bapak-Bapak di Komisi A bisa mencarikan jalan keluarnya,” jelas Maryeti.

Disebutkannya, upaya untuk menjadikan RSUD sebagai sentra pelayanan terbaik bagi masyarakat itu, kini terus dilakukan, setidaknya dengan perubahan status pengelolaan RSUD menjadi Badan Layanan Umum. Dengan telah berubahnya status RSUD menjadi BLUD, maka seharusnya sudah tersedianya perleng¬kapan dan alat medis RS dan juga tenaga kesehatan, berupa dokter umum dan spesialis. Peningkatan status RSUD menjadi BLUD merupakan keharusan setiap daerah sesuai Peraturan Men¬teri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pe¬do¬man teknis Pengelolaan Ke¬uangan Badan Layanan Um¬um Daerah, serta diperkuat dengan Undang-Undang No¬mor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit yang meng-harus¬kan pemerintah daerah su¬paya manajemen rumah sakit menganut Pola PPK- BLUD. “Jadi tujuannya untuk me¬ning¬katkan pelayanan kese¬hatan bagi masyarakat dan tentunya untuk menambah pendapatan asli daerah atau PAD,” tutur Maryeti.
Pihaknya menyebutkan segala kekurangan yang ada di RSUD saat ini, dan berharap Komisi A DPRD Kabupaten Solok bisa membantu mencarikan jalan keluarnya ke pemerintah daerah. “Bagaimana ita mau bekerja maksimal, masalah kecil saja masih kurang seperti fasiltas air bersih, masih kurang dan pasien sering mencuci pakaian di got depan rumah sakit. Kadang kami harus beli air bersih sampai tujuh tangki dalam sehari dan satu tangkinya Rp 150 ribu, padahal disini katanya sumber air,” bebernya.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Solok, Gusrial Abbas, juga sangat menyesalkan sikap mnajemen RSUD karena DPRD baru saja usai membahas KUA-PPAS. Namun dirinya bersama rekan-rekannya di Komisi A, akan berusaha memfasilitasi hal itu ke Pemerintah. Sementara Firmansyah anggota Komisi A DPRD Kabupaten Solok, juga akan berupaya bagaimana RSUD Arosuka mempunyai ruangan VIP sekelas bintang 3, selain kelas 1 dan 2. “Kita berharap RSUD ini kedepanya memiliki ruangan VIP, karena itu sudah menjadi trend saat ini, sebab orang kaya mau berobat bayarnya berapa saja asal fasilitasnya bagus,” terang Firmansyah, yang diamini rekannya Yondri Samin dan Hendri Dunant.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan, juga berharap, meski dengan segala kekurangannya, namun pelayanan di RSUD harus tetap ramah penuh senyum. “Jangan karena kita ada masalah di rumah, lalu dibawa ke Rumah Sakit, sehingga bisa berakibab pelayanan disini akan ikut sakit pula,” jelas Patris Chan. Bersama rekannya di Komisi A, Patris Chan akan berusha memenuhi permintaan RSUD, termasuk perluasan rumah sakit, pagar pengaman, ruang parkir dan lainnya (wandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here