Maigus Tinus Tokoh Rantau, Mengaku Prihatin Melihat Kondisi Kab. Solok

0
129

SOLOK, JN- Tokoh Rantau asal Kabupaten Solok yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS), mengaku sangat prihatin dengan kondisi Kabupaten Solok yang seakan jalan di tempat.

“Semasa saya masih duduk dibangku SMP dulu, saya melihat Kabupaten Solok masih seperti sekarang dan tidak banyak perunahan. Sementara Kabupaten pemekaran saja seperti Dhamasraya, Solok Selatan, Pasaman, jauh lebih maju meninggalkan kita, ” jelas Maigus Tinus, Minggu (15/9).

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Maigus tergugah hatinya untuk maju menjadi Balon Bupati Solok 2021-2026 mendatang.
“Saya banyak berduskusi dengan para tokoh Kabupaten Solok yang ada di kampung halaman. Rata-rata mereka bilang Kabupaten Solok jalan ditempat alias tidak ada kemajuan yang berarti dalam sepuluh tahun terakhir. Jadi saya ingin merubah Kabupaten Solok agar sejajar dengan Kabupaten maju lain di Indonesia, ” sebut Maigus Tinus.

Pihaknya menjelaskan, untuk merubah Kabupaten Solok, diperlukan kekuasaan. “Kalau bukan orang Solok yang merubah Kabupaten Solok, lalu siapa lagi, ” tambah Maigus Tinus, yang saat ini sudah menjadi pengusaha muda sukses di Ibukota, Jakarta.

Untuk membuktikan keseriusannya tersebut, saat ini Maigus sudah mulai bersosialisasi ke masyarakat, termasuk memasang spanduk dan baliho besar di beberapa titik penting dan strategis di Kabupaten Solok.
Saat ini nama Maigus kian populer di bumi bareh Solok, bersama tokoh rantau lain, seperti Iriadi.

Hal ini tidak terlepas dari banyaknya permintaan masyarakat agar Kabupaten Solok kedepan dipimpin oleh mereka yang enerjik dan mempunyai jaringan luas ke luar dan kedalam.

Menurut Maigus, kalau memang masyarakat yang meminta, dirinya siap mengabdi di jampung halaman.
“Kalau untuk Kabupaten Solok menuju yang lebiih baik, saya jelas akan siap berkorban luar dalam. Tetapi harus didukung semua unsur, ” sebut Maigus Tinus.
Saat ini, Sekjen PKKS, yang bergerak sebagai wadah para perantau Kabupaten Solok yang berada di luar Kabupaten Solok, telah berkomitmen mengambil peran dalam mengembangkan pembangunan di kampung halaman.

Para perantau yang berada di luar Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu, sangat antusias ingin membangun kampung halamannya, baik untuk alam, maupun untuk menambah wawasan SDM masyarakatnya yang ada di kampung halaman.

“Bumi kita Kabupaten Solok ini, sungguh dikarunia Allah alam yang indah. Tetapi kenapa belum kita olah dengan baik, terutama pariwisatanya. Selain itu, saya dengar masih ada nagari tertinggal dan juga belum bisanya daerah memanfaatkan potensi alam yang ada, ” sebut Maigus Tinus.

Maigus Tinus mengaku sudah berkeliling hampir keseluruh Nusantara ini, tetapi menurut saya Kabupaten Solok jauh lebih indah dari daerah lain. Bahkan jujur saya katakan, Balipun belum seberapa jika dibanding daerah kita. Sudah indah, subur pula,” jelas Maigus Tinus.

“Biasanya setiap mau Pilkada, kita kan hanya bicara tokoh yang tinggal di kampung halaman untuk kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Solok. Namun apa salahnya kita melirik para tokoh kita yang potensial yang sukses dan tinggal dirantau, ” sebut Jon Firman Pandu, Ketua DPRD kabupaten Solok yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten bumi penghasil buah alpokat ini.

Disebutkan Jon Pandu, tokoh rantau asal Kabupaten Solok yang potensial dan juga mau berkiprah di kampung halamannya antara lain ada nama Maigus Tinus dan juga Iriadi Dt Tumangguang. Maigus merupakan pengusaha muda yang tinggal di Jakarta. Sementara Iriadi, saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan di Pslembang.

“Masyarakat juga sudah bosan, setiap mau Pilkada, yang muncul hanya nama-nama lama saja. Mereka butuh penyegaran dan juga mau berbuat dan memikirkan Kabupaten Solok kedepannya, ” sebut Jon Firman Pandu.

Dijelaskan Jon Pandu, Kabupaten Solok juga pernah dipimpin anak muda seperti Gamawan Fauzi. Bahkan Gamawan juga sukses membangun Solok. Jadi menurut Jon Pandu, tidak ada Salahnya jika hal ini digairahkan lagi. Kita tidak kekurangan tokoh muda, namun mereka jarang diberi kesempatan, ” sebut Jon Pandu. Jadi kalau muncul nama tokoh muda asal Solok, kenapa tidak didukung beramai-ramai.

Mantan Bupati Solok yang juga mantan Mendagri RI, Gamawan Fauzi, kepada media ini pernah menyebutkan bahwa sudah saatnya anak muda potensial ikut dirangkul dalam membangun Kabupaten Solok kedepannya. Namun kriterianya harus jelas yakni harus enerjik, luas pergaulan, baik di daerah maupun ke pusat, kepada perantau dan juga ke nasional.

“Siapapun yang akan maju jadi Calon Kepala Daerah di Solok, yang utama dia harus berkompeten dan memiliki kemampuan untuk menjadi seorang leadhersip, mempunyai jaringan luas ke dalam dan ke nasional” sebut Gamawan Fauzi (Wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda