LDS Baitussalam Paninggahan Dinilai Provinsi Gusmal: Kita Yakin Juara 1 Sumbar

0
577

SOLOK, JN- Lembaga Didikan Subuh  (LDS), Masjid Baitus Salam, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok, terpilih sebagai LDS terbaik di  Kabupaten Solok tahun 2018 dan berhak mewkili kabupaten Bumi penghasil bareh tanamo itu ke tingkat Sumbar.

Atas prestasi yang diraih, lembaga Didikan Subuh yang memiliki 200 lebih siswa/i MDTA  dan beserta guru-gurunya, dipercaya mewakili Kabupaten Solok dalam mengikuti penilaian di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

 

Minggu lalu (15/04), lembaga Didikan Subuh Masjid Baitussalam Paninggahan,  dinilai oleh tim dari Provinsi Sumbar. Tim penilai Sumbar i ketuai oleh  H. Mukhlis Bahar yang juga Dosen Fakultas Sariah IAIN dengan  beranggotn seperti,  H. Yulius Said  dari ketua Dewan Masjid Indonesia Sumbar,  M. Fauzi, Ikatan Dai Indonesia Sumbar, Azrilham serta Hj. Yunaida dan Hj. Nofriyanti dari Biro Bina Sosial Kantor Gubernur.

 

Penilaian yang berlangsung dalam suasana dan nuansa Islamiyah, dihadiri langsung oleh Bupati Solok Gusmal, Asisten II, Suharmen, Kabag Kesra, Noviarman,  Kepala Kantor Kementerian Agama; Alizar Chan, Camat Junjung Sirih, Erman, Walinagari, Alim ulama, pengurus dan jemaah Masjid Muhajirin serta tokoh dan pemuka masyarakat Nagari Paninggahan.

Bupati  Gusmal dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penilai LDS Sumbar dan berharap keberhasilan yang telah diraih dari pengurus beserta guru mengaji di Mesjid Baitussalam ini dapat di contoh oleh pengurus mesjid lainnya di Kabupaten Solok.  “Terpilihnya MDTA Baitussalam berkat konsistensi dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dan pengurus, bukan secara kebetulan,” jelas Gusmal.

 

Bupai juga sangat mengapresiasi keberhasilan guru mengaji di Baitussalam yang terus konsisten mengajarkan ilmu agama kepada murid murid dan memuji LDS masjid Baitussalam nagari paninggahan ini sangat layak. “Kita akan meningkatkan lagi kegiatan ini melalui Kesra, agar seluruh mesjid di Kabupeten Solok ramai denga kegiatan keagamaan dan kegiatan Islam,” ujar Gusmal. Selain itu, peran orang tua, guru dan niniek dalam memberikan contoh tauladan kepada anak kemanakan sangat diperlukan.

 

“Jadikanlah Al Qur’an sebagai pedoman hidup dalam keseharian dan Al Qur’an merupakan sebuah penghalang dari masuknya pengaruh buruk terhadap anak terutama dengan mendidik anak dengan ilmu agama. Al Qur’an tidak ada lagi keraguan padanya,” jelas Gusmal. Bupati juga menyampikan bahwa jauhilah  perbuatan yang di larang agama, seperti pergaulan bebas, LGBT dan pengaruh narkoba. Dan semua itu perlu dukungan kuat dari orang tua dan tenaga pengajar dalam mendidik anak didik dalam menimba ilmu agama akan menambah semangat pemerintah dalam mendorong program pembangunan ahklak bagi anak.

Sementara Tim  penilai yang di smpaikan oleh Muhklis Bahar, dalam sambutannya menyampaikan  bahwa dalam penilaian kali ini, berbagai penampilan pendidikan yang bernafas Islam ditampilkan diantaranya pembacaan Ayat Suci Al Quran, Tadjuid  saritilawah, ikrar, azan, janji, dan mars Didikan Subuh, hafalan surat pendek, hafalan hadist populer, Kultum, praktek Shalat Jenazah, doa, nasyid Islam, asmaul husna, puisi daqwa dan qasidah rabana. Namun dalam penilaian kalu ini, tim penilai lebih fokus kepada pembacaan ayat alquran dan arti atau Tadjuid. Untuk tahun ini, LDS tingkat Provinsi Sumatera Barat, lebih memfokuskan penilaian kepada pembacaan ayat dan artiannya. “Klau semua itu sudah bagus, maka baguslah penilaiannya, sebab kesalahan pembacaan ayat akan merubah arti dari ayat tersebut, makanya kita lebih memperhatikan di kedua hal tersebut agar semua menjadi jelas maksudnya,” jelas Muhklis Bahar

 

Disebutkan Muhklis Bahar  pada prinsipnya LDS Masjid Baitussalam  sudah cukup baik. Dari 6 Kabupaten Kota yang telah dilakukan penilaian sebelumnya, santri di mesjid Baitussalam ini sudah sangat baik dibandingkan dari yang telah dinilai. Namun perlu pembenahan dan peningkatan agar ke depannya. Penilaian lembaga Didikan Subuh ini adalah program gubernur yang dilaksanakan oleh aparatur Biro Bina Sosial. Tujuannya untuk mengevaluasi dan memotivasi, bukan untuk mencari kelemahan dan kekurangannya,” pungkas  Muhklis Bahar (wandy/Syafri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here