KPU Kabupaten Solok Tetap Larang Mantan Napi Menjadi Caleg

  • Whatsapp

SOLOK, JN- Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Solok,  Ir. Gadis, M.Si, menyebutkan bahwa  KPU Kabupaten Solok dalam menjalankan tugas dan fungsinya tetap akan berpedoman kepada aturan KPU pusat dan tetap berpegang pada rancangan Peraturan KPU yang melarang mantan narapidana kasus korupsi untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Legislatif 2019.

“Kita dari KPU tetap pada draf peraturan yang sudah dibuat dan melarang mantan Napi Korupsi untuk berpartisipasi dalam ikut mencaleg pada Pemilihan calon anggota dewan tahun 2019 mendatang.  Intinya kami bekerja bersdasarkan peraturan yang ada dan tetap melarang mantan napi korupsi jadi caleg,”  jelas Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis, M.Si, Rabu (5/9) di ruang kerjanya.

Disebutkan Gadis, saat ini KPU Kabupaten Solok sudah menyurati Partai yang mencalonkan  calegnya yang mantan napi untuk segera diganti. “Sejauh ini, hanya ada dua orang calon anggota DPRD Kabupaten Solok yang merupakan mantan Napi dan kita sudah menyurati pengurus partai yang bersangkutan,” tambah Gadis, yang diamin 2 orang anggota KPU lainnya, Jons Manedi dan Defil Piliang. Dua orang mantan Napi yang dilarang Mencaleg  menurut Gadis keduanya berasal dari Partai Perindo.

Dijelaskan Gaids, aturan larangan mantan napi korupsi dikembalikan peraturannya pada Pasal 240 Ayat 1 huruf g Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ketua KPU itu juga menyebutkan bahwa KPU bersama  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga telah bersepakat agar mantan napi dilarang ikut Pileg 2019.

Sementara Sekretaris Partai Perindo Kabupaten Solok, Rafles Eka Putra, saat dihubungi media ini di kantornya membenarkan bahwa dua orang bakal calon anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai Perindo memang sudah terdaftar sementara di KPU Kabupaten Solok untuk ikut Pileg 2019. Namun kedua orang tersebut saat ini sudah akan diganti. Salah satu Bakal calon anggota dewan yang mantan napi dan sudah diganti oleh pengurus Partai Perindo adalah Bustanil Arifin yang sudah digantikan sama Imunara. Sementara satu bacaleg lagi yakni mantan Walinagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Darlison Janir, saat ini masih melakukan mediasi dengan pihak Bawaslu. “Kalau memang harus diganti ya tentu kita ganti, sebab kita tidak mau setelah mereka nanti terpilih timbul lagi masalah,” jelas Rafles Eka Putra.

Bustanil Arifin sebelumnya terdaftar di Dapil I Solok dan Darlison Janir di Dapil 2 Kabupaten Solok. “Kita tunggulah hasil mediasi partai Perindo dengan Bawaslu, apakah bacaleg kita akan diloloskan atau harus diganti,” pungkas Rafles Eka Putra (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *