KPK RI Gelar Sosialisasi ke Pemkab Solok

0
535

SOLOK, JN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, hari Senin (23/4), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Solok, dan diterima oleh pejabat Pemkab Solok, bertempat di ruang Solok Nan Indah, Kantor Bupati Solok, Senin (23/4). Kunjungan tersebut bukan dalam rangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat yang diduga melakukan OTT, namun dalam rangka memberi sosialisasi kepada Pemkab Solok, baik Kepala Daerah, Kepala OPD dan lainnya.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Bumi penghasil bareh tanamo itu, rombongan dari KPK itu disambut oleh Bupati Solok, H. Gusmal, Sekretaris Daerah, Aswirman,  Sekda Solok Selatan, Yulian Efi, beserta seluruh Kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Solok dan Solok Selatan dan Kepala SKPD dari Kabupaten Sijunjung.

Menurut Ketua Tim Unit Kerja Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Kopsugah) KPK Wilayah III Adlinsyah M. Nasution, kunjungan KPK  kali ini ke Solok, bertujuan untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) ataupun melakukan tindakan pidana korupsi, namun untuk  melakukan sosialisasi tentang pencegahan korupsi dan gratifikasi kepada seluruh aparatur negara, terutama di Kabupaten Solok, Sijunjung dan Solok Selatan.

Selain para ASN di Tiga Kabupaten tadi, sosialisasi juga dihadiri oleh LSM dan wartawan yang ada di Tiga Daerah tersebut. “Para aparatur negara kita minta untuk lebih  berhati hati dalam melakukan pekerjaan, jangan sampai terjebak dalam korupsi dan gratifikasi karena nanti akan berurusan dengan pihak hukum, termasuk KPK. Kelolalah uang masyarakat dengan baik, jangan sampai korupsi,” ujar salah seorang pejabat KPK. Disebutkannya, seruan agar tidak melakukan korupsi dan gratifikasi telah berulang-ulang kali disampaikan di berbagai media dan dalam kesempatan dan juga sosialisasi langsung ke kantor Pemerintah daerah dan harus menjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak main main dengan uang negara. “Sudah ratusan pejabat yang tertangkap oleh KPK, baik Bupati tau Walikota, termasuk anggota DPRD, jadi saya berharap agar kita selalu berhati-hati dalam mengelola uang negara tadi,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Solok, H. Gusmal pada kesempatan itu juga juga mengajak seluruh aparatur di Solok, untukmenciptakan Kabupaten Solok  yang bersih dari korupsi dan praktek gratifikasi. “Mari kita ciptakan Kabupaten Solok yang bersih, terbebas dari tindak pidana korupsi dan gratifikasi, karena ini merugikan masyarakat dan jga kita semua,”

Kepada kepala OPD, Gusmal juga meminta agar mereka harus memahami dan taat aturan-aturan sehubungan dengan adanya sosialisasi ini. Bupati meminta agar OPD mengutamakan transparansi dan akuntabilitas serta taat aturan. Selain itu, Bupati Gusmal juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak KPK RI yang telah melakukan sosialisasi ke daerah kami Kabupaten Solok. “Dengan kehadiran Bapak-bapak dari KPK RI ini, akan bisa menambah pengetahuan tentang pencegahan praktek korupsi, khususnya di Kabupaten Solok dan kita perlu  menjadikan pemerintah kita dengan prinsip good government,” terang Gusmal. Gusmal juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok jauh-jauh hari sudah melakukan pengelolaan aplikasi e-planning dan aplikasi sippadu untuk ketenangakerjaan secara online. Kedepannya Gusmal berharap bahwa dengan telah melaksanakan program e- planning dan simpadu dengan baik, untuk kelancaran kinerja pemerintah daerah.

Sebelumnya Ketua pelaksana acara, H. Dusral, SE, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah dalam rangka monitoring integrasi tahun 2017 dan monitoring integrasi tahun 2018 yaitu kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan kabupaten Sijunjung. Sementara peserta terdiri dari kepala daerah, Sekda, Asisten beserta kepala SKPD dari Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Sijunjung (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here