Kontraktor Diminta Tidak Mengerjakan Proyek Asal Jadi

  • Whatsapp

SOLOK, JN- Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin mengingatkan agar rekanan/ kontaraktor yang mengerjakan proyek yang didanai APBD/APBN, tidak dikerjakan asal-asalan atau asal jadi saja dan tak berkualitas. Bila hal itu diketahui, maka pemerintah akan bertindak tegas dan para kontraktor akan diberi sangsi sesuai aturan yang berlaku.

 

“Saya mengingatkan kepada seluruh rekanan, agar mengerjakan proyek yang didanai dengan uang negara, harus benar-benar berkualitas dan tidak asal jadi saja karena ingin mengejar keuntungan yang lebih besar,” jelas Yulfadri Nurdin, Rabu (31/1). Saat ini menurut Yulfadri Nurdin, sudah banyak laporan masyarakat kepada dirinya terhadap pengerjaan proyek, baik yang didanai dengan APBD/APBN dan dana Nagari atau dana desa, masih ada yang dikerjakan asal jadi. “Untuk itu, baik kepada media, LSM dan seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengawasi penggunaan uang negara. Bila memang ada indikasi kearah itu, silahkan melaporkan kepada pihak yang berwenang untuk diproses secara hukum. Namun Yulfadri juga berpesan agar laporan tersebut akurat dan bukan karena ada dendam yang bersifat pribadi kepada rekanan.

 

Disebutkan Yulfadri, seluruh pengerrjaan proyek yang dibiayai dengan uang negara harus dikerjakan sebaik mungkin dan dengan sebagaimana mestinya dan jangan coba-coba mengerjakan asal jadi. Bahkan Wakil Bupati mencontohkan sebuah pengerjaan proyek di Arosuka yang dikerjakan asal jadi dan langsung ditinjau wakil Bupati pada tahun lalu dan kemudian baru dikerjakan dengan baik oleh kontraktor karena dilaporkan masyarakat.

 

Proyek tersebut adalah pengerjaan Jalan lingkar sepanjang 1,1 kilometer dengan nilai kontrak Rp 948,269 juta atau dana pagu sebesar Rp 1,1 Milyar, yang dikerjakan dengan anggaran DAK tahun 2016 menghubungkan ruas jalan Sukarami dan Kayu Aro itu dikerjakan oleh PT. Arpex Primadhona.

 

Saat ini, proyek jalan tersebut masih dalam proses pengerjaan pengerasan dari rencana proyek berupa pengaspalan jalan. Yulfadri meninjau pekerjaan proyek tersebut, setelah mendapat laporan pemuda dan warga jorong Kayu Aro, yang meminta rekanan waktu itu untuk memperbaiki pengerjaannya.

 

Wakil Bupati mengingatkan tak hanya perusahaan rekanan yang mengerjakan proyek jalan dilokasi itu saja yang mengerjakan proyeknya dengan sebaik mungkin dan sesuai aturan yang berlaku, akan tetapi juga seluruh perusahaan rekanan yang sedang mengerjakan proyek lain diwilayah Kabupaten Solok diminta untuk bekerja sesuai spek dan aturan.

 

“Sekali lagi saya menghmbau, agar seluruh pengusaha rekanan jangan nantinya menyalahi aturan yang berlaku sesuai dengan kontrak perjanjian yang ditanda tangani, kalau berani main-main, maka akan berhubungan dengan hukum,” tutur Yulfadri Nurdin.

 

Wabub juga juga menghimbau warga masyarakat Kabupaten Solok, untuk bersama-sama mengawasi jalanya pengerjaan proyek jalan tersebut, agar pekerjaan proyek agar pekerjaan proyek diwilayah tempat tinggalnya dikerjakan dengan baik dan benar dan sesuai aturan teknis yang berlaku  (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *