SOLOK, JN- Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis, melantik Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Solok, untuk pemilihan Bupati dan Gubernur, bertempat di Solok Nan Indah, Kantor Bupati Solok, kemaren.
Tampak hadir pada acara tersebut Bupati Solok, H. Gusmal, Anggota KPU Kabupaten Solok, Vivian Zulia Gusmita, SH, Yusrial, S.hi. MA, Jons Manedi, SE dan unsur Forkopimcam se Kabupaten Solok.
Bupati Solok, H. Gusmal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi negara kita sekarang dalam situasi menghadapi ancaman virus corona. 
“Saya mengajak kepada kita bersama mari kita berdoa agar virus itu tidak mendatangi kita. Kalau virus itu tentara Allah mudah-mudahan orang yang mungkar saja yang di serangnya, mudah-mudahan kita terhindar dari virus tersebut. Disamping menyerah kepada Allah SWT kita juga bertaubat kalau ada kesalahn kita kepada siapa saja. Tidak ada yang perlu kita kwatirkan kalau kita pasrah dan berpegang kepada tali Allah Alquran dan hadist,” sebut H. Gusmal.

 Bupati mengucapkan selamat kepada semua yang sudah dilantik oleh Ketua KPU dan diambil sumpahnya di nagarinya masing-masing dan itu tandanya saudara-saudara sudah di anggap mampu, dianggap cakap, dianggap bisa melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya. Karena hal ini dunia dan teknologi sudah melesat maju masyarakat semakin pintar jadi tugas saudara semakin banyak, tugas saudara-saudara semakin berat. 
“Pesan saya kepada saudara, tolong di kuasai ketentuan perundang-undangan tentang pemilukada tentang pemilhan Bupati dan Wakil Bupati Solok dan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, sehingga pabila saudara semua sudah menguasai ketentuan tersebut tolong betul-betul dipahami. Ini juga agar tugas saudara-saudara tidak berjalan salah dan tugas saudara-saudara sesuai dengan yang di inginkan dengan peraturan yang berlaku,” sebut Gusmal.
Bupati juga meminta kepda seluruh PPS agar menjalankan tugas penuh kebersamaan dan penuh koordinasi dengan semua pihak dengan semua stake holder yang ada di nagari. “Bagaimanapun saudara harus bekerjasama dengan Walinagari, KAN, BMN dan tokoh-tokoh masyarakat di tempat masing bertugas dan menjadi halangan di tengah masayrakat. Saya minta saudara-saudara memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepda setiap pemilih yang ada di nagari kita masing-masing,” sebut Bupati.Biasanya pemilih suka menanya dan mendapat informasi orang-orang yang di anggapnya sudah mampu dan mengetahui apa yang dilaksanakan. 
Kemudian Bupati mrminta sekalian mensosialisasikan pemilukada ini kepada seluruh masayarakat mengajak masyarakat kita datang ke TPS pada tanggal 23 september 2020. Bupati yakin salah satu keberhasilan pemilu banyak partisipasi pemilih datang ke TPS dan jangan berpihak kepada siapapun.
Bupati mengucapkan selamat kepada yang telah dilantik tentu di pundak kita semua terutama PPS akan dibebankan tugas yang cukup besar. “Patut saudara bersyukur hampir 700 yang mendaftar calon PPS saudara dipilih oleh KPU kabupaten Solok yang di anggap bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya hanya sebanyak 222 orang  dari 74 nagari,” terang Gusmal.
 Sesuai dengan tahapan akan ada pelaksanaan verifikasi faktual calon perseorangan kemudian akan pemutakiran data pemilih dalam waktu dekat. Namun sesuai dengan keputrusan KPU 179 dan surat edaran KPU nomor 8 yang tadi dinihari di keluarkan kita di amanatka untuk menunda pelatikan ini. Tetapi ada juga yang mengatakan jika sudah dipersiapkan maka, itu dilanjutkan dengan berkoordinasi dengan pemerintah daearah dan kepolisian. alhamdulillah kita sudah laksanakan, nanti kita akan sampaikan sesuai situasi  dan regulasi yang akan dikeluarkan oleh KPU RI.
“Mari kita semua bersiap-siap melaksanakan tugas itu, mari jaga kesehatan kita bersama-sama khususnya untuk Kabupaten Solok kita hindari oleh wabah ini,” cetus Gusmal.
Sebelumnya Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis dalam sambutannya menyebutkan bahwa pelantikan tersebut merupakan amanah dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015.
 “Kepada anggota PPS yang telah dilantik, beberapa hal yang ingin saya sampaikan yakni  agar bekerja dengan jujur, penuh semangat, disiplin, serta saling koordinasi sehingga apapun persoalan yang muncul dapat kita selesaikan,” sebut Ir. Gadis.
Berikutnya jagalah kode etik penyelengara pemilu dengan tidak melibatkan diri atau memihak kepada salah satun peserta pemilihan. 
“Dan yang terakhir, berikanlah pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan wewenang yang diamanahkan dalam oleh undang-undang,” ujar Ir. Gadis (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here