Ketua DPRD Minta Media Kawal Kinerja Eksekutif dan Legislatif

0
143

SOLOK, JN- Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, meminta media untuk mengawal kinerja Eksekutif dan Legislatif, baik atas kebijakan yang dianggap salah atau yang kurang berpihak kepada masyarakat.

“Kita media untuk menjalankan fungsi kontrolingnya kepada pemerintah atau DPRD. selagi kritikan yang membangun, pasti akan kita resfon. Dan kita tidak akan alergi untuk dikritik, ” sebut Jon Firman Pandu, Senin (16/9) di Arosuka.

Politisi dari Partai Gerindra itu juga meminta Media untuk melakukan kritikan kepada kinerja ekseutif yang dinilai tidak pro rakyat.

“Sebagai pelayan masyarakat baik Pemerintah Daerah maupun wakil rakyat atau anggota DPRD, harus legowo terhadap dikritik media dan tidak menganggap media sebagai musuh,” tambah Jon Firman Pandu. Dijelaskannya, orang besar itu adalah orang yang mau dikritik, karena dengan adanya kritikan kepada kita pribadi atau lembaga, maka kita akan tau dimana letak kekurangan kita. Orang yang tidak mau dikritik adalah orang sombong dan merasa diri paling benar.

Dijelaskan Jon Pandu, bahwa kritikan yang dialamatkan kepejabat publik atau anggota dewan oleh media, tentulah ada alasannya. “Kalau ingin besar dan kuat, berterimakasihlah kepada orang yang mau mengkritik kita. Sebab kita tidak akan tau kekurangan kita tanpa ada yang memberi tau termasuk masukan dan kritikan dari media masa,” sambung Jon Firman Pandu.

Saat ini menurut Jon Firman Pandu, masih banyak anggota DPRD dan pejabat publik di Kabupaten Solok yang masih alergi menerima kritikan dan terkadang malah memusuhi media yang mengkritik.
“Jujur saja, media menjalankan fungsinya dan anggota dewan juga harus mau menjalankan kewajibannya dengan baik. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Jadi kalau mau jadi pejabat atau anggota dewan, marilah kita legowo menerima kritikan dan tidak menilai media sebagai musuh,” sebut Jon Firman Pandu.
Sementara itu tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Hasan Basri, juga sependapat dengan Jon Firman Pandu. “Orang besar itu lahir dari kesalahan yang pernah dilakukan, namun tidak melakukan kesalahan yang sama pada masa berikutnya. Kalau ada media yang mengkritik wakil rakyat adat kinerja kepala daerah, itu adalah tanda mereka perhatian kepada daerahnya. Bukan lalu dianggap musuh,” tutur Hasan Basri (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda