Karena Diundur-Undur: Issu Mutasi Membuat Pejabat Jadi Gelisah

  • Whatsapp
 SOLOK, JN-Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, menyebutkan bahwa issu mutasi yang sudah lama dihembuskan di lingkup Pemkab Solok, telah membuat para pejabat SOPD dilingkup Pemkab Solok panik dan gelisah, meski sampai daat ini isu tersebut belum juga bergulir.
“Kita mendengar issu mutasi itu itu sudah terdengar dan berhenbus sejak awal Desember 2017 silam lalu. Namun hingga kini belum juga digulirkan. Hal itu jelas berdampak kepada semangat dan aktivitas kerja SOPD menurun,” jelas H. Hardinalis Kobal, di Arosuka, Jum”at (26/1).
Politisi dari Golkar itu berharap bahwa kalau memang Bupati dan Wakil Bupati berencana akan mengadakan perombakan struktur kabinet OPD, baik untuk mutasi, rotasi dan promosi, maka sebaiknya segera saja digulirkan agar tidak membuat pejabat dan calon pejabat panik. “Kalau issu itu sempat dilontarkan dan sudah menjadi rahasia umum, tetapi tidak segera dilaksanakan, maka hal itu jelas akan membuat para pejabat OPD pusing karena mereka betpikir akan terpakai atau tidak atau akan dimutasi kebagian lain,” sambung H. Hardinalis.
Hal yang senada juga disampaikan Ketua LSM Perak, Yemrizon Dt Panghulu Nan Sati, bahwa kalau memang ada rencana mau ada roda mutasi, rotasi dan promosi di Pemkab Solok, sebaiknya sesegera mungkin dilaksanakan saja, jangan sampai membuat para calon OPD jadi panik. “Biasanya sesuai pengalaman yang sudah- sudah, ditarik ulurnya hari pelaksanaan mutasi karena adanya kepentingan beberapa orang dan belum klopnya nama pejabat yang akan mengisi jabatan yang ada atau karena tekanan atau pesanan beberapa orang kepada Kepala Daerah. Artinya ada pihak ketiga yang mencoba menitipkan orangnya kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk mengisi jabatan tertentu,” jelas Yemrizon.
Disebutkannya, mutasi memang adalah hak kepala daerah tentang siapa-siapa yang akan ditunjuknya untuk menduduki jabatan eselon. Namun Kepala Daerah juga harus mau mendengar saran dan masukan dari tokoh masyarakat, anggota DPRD dan juga dari media, meski keputusan akhirnya ada Bupati dan Wakil Bupati. “Namun mereka hanya bisa memberi masukan dan vinalisasinya tetap pada Kepala Daerah, karena pejabat yang akan ditunjuk akan membantu tugas Kepala Daerah,” ungkap Yemrizon blak-blakan.
Sebelumnya issu mutasi pernah tetdengar awal Desember 2017, kemudian akhir Desember dan ditunda lagi pertengahan Januari 2017. Namun sampai saat ini juga belum terlaksana. Bahkan issu terakhir yang beredar mutasi akan bergulir awal bulan Februari 2018 usai Bupati Solok pulang dari melaksanakan ibadah umrah (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *