Kapolres Solok Dianugerahi Gelar Datuak Tan Majo Basa dari  Suku Piliang Nagari Talang

0
210

SOLOK, JN- Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan, S.IK, dianugerahi gelar Datuak Tan Majo Basa oleh Suku Piliang kaum dt Tan Marajo Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Kamis (9/8) bertempat di rumah kediaman keluarga besar, Effia Vivi Fortuna yang juga Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok.

Penganugerahan gelar datuak kepada Kapolres Solok tersebut, merupakan bentuk penghormatan kaum suku Piliang Talang kaum Tan Majo kepada orang nomor satu di jajaran Polres Solok. Tampak hadir pada acara penghormatan tersebut Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM yang  juga Ketua LKAAM terpilih Kabupaten Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, para Kepala OPD di Lingkup Pemkab Solok, unsure Muspika Gunung Talang dan para niniek mamak dan bundo kanduang nagari Talang.

Menurut Penghulu Suku Piliang Talang, Budi Setiawan Datuak Tan Panghulu, pemberian gelar datuak kepada Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan adalah sesuai kesepakatan adat, ninik mamak, dan kaum suku Piliang Nagari Talang dan tidak ada unsur politisnya,” jelas  Budi Setiawan Datuak Tan Panghulu, disela-sela acara pengukuhan gelar Datuak Tan Marajo kepada Kapolres Solok.

Disebutkannya, pemberian gelar sebagai bentuk kehormatan itu dilakukan karena Kapolres Solok dinilai mampu beradaptasi dengan masyarakat Kabupaten Solok dengan baik. “Kapolres telah banyak melakukan banyak hal, turut serta dalam membantu masyarakat, dan sering meninjau daerah yang terkena bencana dan beliau bias menjadi tauladan bagi kita,” tambah Budi Setiawan.

 

Dijelaskannya, Kapolres tidak hanya menjalankan tugasnya, tapi selalu terlihat dalam kegiatan sosial dengan masyarakat di wilayah hukumnya. Ada tiga alas an mengapa gelar tersebut diberikan kepada  Kapolres yakni karena bertalian adat, bertalian darah, dan juga bertalian budi. Tujuan pengangkatan gelar sebatas penghormatan, dan fungsinya tidak akan terlepas meski Kapolres Solok, Ferry Irawan tidak berada di Solok lagi.

 

Tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Marah Baganti menyebutkan bahwa pemberian gelar penghormatan atau dalam bahasa Minang disebut sebagai ‘Gala sangsoko’ atau  gala penghormatan , itu sah-sah saja dan sudah dilakukan di Minangkabau kepada kaum pendatang termasuk kepada presiden SBY dan juga kepada Kapolri Tito Karnavian dan lainnya.

Sementara Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, H. Syafri dt Siri Marajo, menyebutkan bahwa pemberian gelar tersebut juga sah-sah saja karena merupakan gelar penghormatan bukan gelar pusako. “Kalau gelar pusako yang diberikan ya tentu harus cukup syarat dan rukunnya. Namun kalau gelar penghormatan itu boleh-boleh saja, asal dimusyawarahkan dengan kaum Piliang. Gelar penghormatan ini juga artinya , Inggok mancakam  tabang  basikuku, artinyo iyo batido jo suku dan  urang nagari . Namun  gala tersebut  tidak bisa turun menurun,” jelas H. Syafri Dt Siri Marajo.

Sedangkan Kapolres Solok Arosuka, AKBP Ferry Irawan usai menerima gelar datuak dari usuku Piliang Talang menyebutkan bahwa pihaknya dan keluarga mengaku sangat tersanjung  dan berterima kasih kepada kaum piliang atas pemberian gelar datuk tersebut. “Saya merasa senang dan tersanjung dengan anugerah gelar ini karena masyarakat disini sangat toleran dan bias menerima orang lain dengan terbuka, ramah dan beradaptasi dengan perubahan,” jelas AKBP Ferry Irawan.

Disebutkan Kapolres, budaya masyarakat Nagari Talang sangat unik dimana sebagai pusat Kecamatan Gunung Talang, kearifan lokal masih terjaga dengan adat seperti pembacaan pidato adat, dan pantun Minang saat “Tagak gala” atau pemberian gelar.

 

Ia berharap pemberian gelar ini semakin menyatukan rasa persaudaraan dirinya dengan masyarakat Gunung Talang, Kabupaten Solok ini (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda