Jon Firman Pandu dan Yulfadri Nurdin: Perantau Diharapkan Peduli Kampung Halaman

0
86

SOLOK, JN– Dengan minimnya dana APBD Kabupaten Solok setiap tahunnya yakni hanya sekitar 1,1 Triliyun lebih, maka diharapkan peran perantau Minang terutama yang berasaldari Kabupaten Solok untuk ikut serta memikirkan membangun kampung halaman mereka, seperti dengan mencoba menanam investor di Ranah Minang atau Kabupaten Solok.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, saat berbincang dengan KORAN PADANG, Senin (12/11) di Kantor DPC Gerindra Kabupaten Solok, di Kawasan By Pass Nagari Cupak.

“Memang untuk membangun Kabupaten Solok, peran para perantau kita sagat diharapkan, terutama mereka yang sukses atau berhasil di ranah rantau. Sebab APBD kita sangat terbatas dan sekitar separoh diantaranya sudah habis untuk membayar gaji para pegawai,” tutur Jon Firman Pandu, yang didampingi Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Solok, Hafni Hafiz Amd dan Bendahara DPC Gerindra, H. Imran.

Disebutkan Jon Pandu, ukuran maju atau tidaknya suatu Kabupaten, tentu dinilai dari kemajuan sebuah nagari yang ada di Kabupaten tersebut. “Saya melihat masih banyak orang Kabupaten Solok ini yang sukses dan berhasil di kampung orang, namun tinggal komunikasi kita dengan mereka, bagaimana membangun kampung halaman agar cepat maju, sebab kalau dengan dana APBD ya sangat terbatas tadi,” tutur Jon Firman Pandu, yang diamini oleh Sekretaris DPC Gerindra, Hafni Hafiz.

Hal yang sama juga disampaikan mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH, bahwa peran para perantau dalam membangun nagari sangatlah diperlukan, sebab  kalau hanya dengan mengandalkan APBD, sangatlah tidak mungkin karena dana APBD sangatlah terbatas.

“Kita setiap tahun selalu berkoordinasi dengan para perantau yang tergabung dalam  Ikatan Keluarga Perantau Muara Panas atau IKPM, baik yang ada di Jabodetabek, ataupun daerah lainnya di Indonesia. Dan itu sangat membantu sekali,” jelas Yondri Samin.

Disebutkan, saat ini jumlah perantau nagari Muara Panas yang tersebar di Jabodetabek lebih dari 5000 orang dan mereka terdiri dari berbagai profesi dan bisnismen. “Dana ABPD kita sangat terbatas dan itu juga dibagi untuk 74 nagari, kalau kita bisa memanfaatkan para perantau dengan menjalin komunikasi dan sering bebrbicara masalah kampung halaman, saya rasa mereka akan mau membuka usaha dengan anak nagari di kampung halaman,” tutur Yondri Samin.

Sebelumnya, Ketua IKPM Jabodetabek, Yefni Delfita, ketika berbincang dengan media ini juga sangat berharap agar para perantau asal nagari Muara Panas baik yang berada di kampung halaman atau di perantauan, selalu kompak dan terus menjalin komunikasi agar kampung halaman bisa maju. “Kita juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Solok tetap menjalin silaturrahmi dengan para perantau asal Kabupaten Solok dan menghimbau agar ikut membangun nagari,” tutur Yefni Delfita. Pertemuan para perantau Jabodetabek tersebut, juga dihadiri Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, Sekdakab Solok, M. Saleh, Walinagari Muara Panas, Zulfirman Talanai Sati dan undangan lainnya.

Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, juga berharap agar seluruh perantau asal Kabupaten Solok, agar ikut peduli nagari dan Kabupaten Solok, agar Kabupaten Solok cepat maju.

“Kita tentu menghimbau agar para perantau kita yang ada di luar Solok, ikut membangun nagari dan Kabupaten Solok. Kalau tidak kita yang peduli, lalu siapa lagi,” jelas H. Yulfadri Nurdin.

Pihaknya juga berharap agar peran Kabag Rantau atau Kabag Hubungan antar Lembaga, bisa lebih menjalin kerjasama dengan ikatan perantau Solok yang ada di luar Solok (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda