HUT Kabupaten Solok Disambut Dengan Dingin

0
652

SOLOK, JN- Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Solok yang ke-105 yang puncaknya diperingati tanggal 9 April 2018 mendatang, disambut dengan dingin oleh Nagari dan Kantor OPD yang ada di Kabupaten Solok. Bahkan hanya beberapa nagari saja yang ikut menggemar berbagai lomba, seperti Nagari Jawi-Jawi Guguk dan Nagari Singkarak, selebihnya belum terdengar.

Sesuai pantauan media ini di beberapa Nagari dan Kantor Pemerintah yang ada di Kabupaten Solok, gema peringatan sambut HUT Kabupaten Solok kali ini tampak dingin. Bahkan ketika beberapa orang masyarakat di Kabupaten Solok ketika ditanya kapan hari jadi Kabupaten Solok jatuhnya, rata-rata mereka menjawab tidak tau. “Kapan HUT Kabupaten Solok jatuhnya?,” kata media ini kepada puluhan Warga di Sumani, Minggu (25/3). Dari jumlah sebanyak itu, tidak satupun yang bisa menjawab. Bahkan ada yang menjawab tanggal 17 Agustus mendatang. Hal yang sama juga ditanyakan kepada warga Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus yang Notabene adalah warga yang bermukim di pusat pemerintahan, namun mereka juga menjawab tidak tau. Sungguh sangat riskan, karena hal ini bukan salah mereka tetapi karena sosialisasi dari Pemerintah dan dinas terkait yang kurang. Selain itu, berbagai ivent yang berkaitan dengan HUT Kabupaten Solok juga kurang sosialisasi, sehingga masyarakat tidak tau.

Selain di Nagari-nagari, di kantor-kantor OPD yang ada di Kabupaten Solok, belum seberapa yang memasang spanduk atau baliho tentang peringatan HUT Kabupaten Solok. Hal ini jelas mengambarkan bahwa HUT Kabupaten Solok kali ini disambut dengan dingin. Tidak seperti tahun lalu, gema peringatan  HUT ke-104 tahun 2017 juga masih banyak diisi dengan berbagai lomba, seperti serangkaian kegiatan lomba juga sudah dirampungkan dengan melibatkan sejumlah stakeholder dan masyarakat yang dibungkus dalam Festival 4 Danau (F4D).

Pada peringatan HUT ke-104 tahun lalu, Bupati Solok, Gusmal meminta dinas terkait untuk betul-betul melibatkan seluruh komponen, baik dari pemerintahan hingga masyarakat bawah.

“Biasanya Hari Jadi Kabupaten Solok seolah hanya menjadi alek bagi para pejabat dan Pegawai Negeri Sipil saja. Masyarakat banyak yang tidak tahu, saya tidak ingin kesan yang muncul seperti itu,” ungkap Gusmal, waktu itu.

Gusmal juga meminta pemerintahan kecamatan dan nagari waktu itu untuk ikut aktif bersama masyarakat menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Solok melalui berbagai program kegiatan yang disusun mandiri oleh pemerintahan kecamatan.

“Saya ingin masyarakat turut aktif dilibatkan sehingga muncul rasa memiliki daerah di diri masyarakat tang berujung pada dukungan terhadap berbagai program,” terangnya.

Namun gema kali ini pada peringatan HUT ke 105 belum terasa. Atau mungkin dibungkus saja dalam satu kegiatan pada tanggal 9 April 2018 mendatang? Entahlah…. (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here