Hasil Pilwana Nagari Simpang Tanjung Nan IV Ditolak Tegas Oleh 4 Calon Walinagari

0
1426

SOLOK, JN-Hasil Pemilihan Walinagari (Pilwana) Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, ditolak mentah-mentah oleh 4 orang Calon Walinagari yang kalah.

Penolakan Empat orang Calon Wali Nagari Simpang Tanjung Nan IV tersebut dengan secara tegas, karena dinilai sarat kecurangan dan banyak warga yang tidak mendapatkan DPT dan menilai puhak Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Simpang Tanjung Nan IV melakukan kecurangan.

Pilwana serentak di Kabupaten Solok yang dihelat pada tanggal 28 November 2019, termasuk di Simpang Tanjung Nan IV.

Adapun 4 orang calon Wali Nagari Simpang Tanjung Nan IV yang menolak proses dan hasil Pilwana setempat adalah Bapak Hasan Basri Z, Amd, S.Kom calon Nomor Urut 1, Despa Wandri, S.Pd Nomor Urut 2, Fahmi Riza Nomor Urut 4 dan Taslim Nomor Urut 5.

Adapun alasan ke empat Calon Wali Nagari itu menolak hasil Pilwana di Nagari berpenduduk 10 ribuan jiwa ini dan tersebar di 9 Jorong, dinilai dicederai oleh beberapa kejadian yang terindikasi adanya kecurangan, maka Pilwana pilwana diminta ulang.

“Kami menilai berdasarkan data dan fakta di lapangan, pemilihan ini sangat bermasalah disaat proses dan pelaksanaan Pilwana. Diantaranya kami menemui adanya Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah dan ganda dan banyak DPT yang tidak mendapat hak suara. Sementara di tempat atau jorong penemang, semua warga yang memiliki hak pilih dapat DPT, ” Sebut Hasan Basri yang akrab disapa Uncu, calin Nomor urut 1, Sabtu (15/12) kepada media ini.
Uncu yang juga didampingi 4 Calon Wali Nagari lain sepakat menolak hasil Pilwana dan batalkan pemenang Pilwana.

Dijelaskan Uncu, dengan banyaknya warga masyarakat yang tidak mendapatkan surat panggilan sehingga masyarakat tidak dapat memberikan hak suaranya, jelas akan mengguntungkan pihak calon lain termasuk dirinya.

Dicontohkan Hasan Basri, bahwa kasus yang terjadi di Jorong Pasa, dumana dari jumlah DPT sebanyak 1602 orang, lebih dari separoh tidak mendapat surat panggilan atau sebanyak 876 orang diantaranya tidak mendapatkan surat panggilan dari P2WN Simpang Tanjung Nan IV, sehingga tidak ikut untuk memilih.
Selain itu, DPT Perbaikan yang dikeluarkan oleh P2WN Nagari Simpang Tanjung Nan IV, baru diterima pada pagi hari tanggal 28 November 2019 oleh peserta Pemilu.

“Proses penetapan DPT tidak sesuai tahapan pemilihan. Sehingga masyarakat dan peserta Pemilu tidak mempunyai kesempatan untuk melihat dan memperhatikan DPT tersebut. Ini sepertinya ada permainan dari P2WN,” terang Hasan Basri.

Anggota P2WN Simpang Tanjung Nan IV tidak bekerja profesional dalam menyikapi setiap informasi-informasi yang diberikan oleh masyarakat dan peserta pemilu, yang diinformasikan secara lisan sebagai informasi awal dan tidak pula dijasikan sebagai kajian awal.

Lebih jauh disebutkan Hasan Basri, DPT yang diberikan kepada KPPS sebagai dasar untuk memanggil pemilih sangat berbeda dengan DPT yang digunakan saat pemungutan suara (DPT terlampir dan buktinya tersedia).

Kesalaham untuk P2WN adalah dimana P2WN tidak menempel atau memampangkan DPT ditempat-tempat strategis untuk dapat dilihat oleh masyarakat wajib pilih, sehingga masyarakat wajib pilih tidak dapat melihat dan memperhatikan DPT tersebut apakah mereka sudah terdata atau belum.
Selurat panggilan yang diberikan oleh KPPS kepada masyarakat pemilih, tidak distempel. Sehingga keabsahanya dipertanyakan dan bisa diperbanyak oleh siapapun yang ingin melakukan kecurangan.

Berdasarkan keadaan dan permasalahan tersebut diatas kata Hasan Basri, maka dia Calon Wali Nagari Nomor Urut 1 dan tiga Calon Wali Nagari Simpang Tanjung Nan IV lainya yakni Nomor Urut 2 , 4 dan 5 dengan tegas menyatakan “Menolak” Hasil Pemungutan Suara yang dilaksanakan di Nagari Simpang Tanjung Nan IV pada Hari Kamis tanggal 28 November 2019.

“Kami meminta untuk dilakukanya Pemungutan Suara Ulang atau PSU bersasarkan DPT Perbaikan yang telah mengakomodir masyarakat pemilih yang tidak bisa memberikan hak pilihnya pada Pilwana tanggal 28 November lalu, ” tegas Uncu alias Hasan Basri.

Terkait permasalahan tersebut, pihaknya bersama tiga Calon Wali Nagari Simpang Tanjung Nan IV lainya, telah membuat Surat Pernyataan Menolak Proses Hasil Pilwana tersebut kepada P2WN Kabupaten Solok di Arosuka.

Surat tersebut sudah ditembuskan ke DPRD Kabupaten Solok, Camat Danau Kembar, Polsek Danau Kembar, BPN Nagari Simpang Tanjung Nan IV dan 5 P2WN Nagari Simpang Tanjung Nan IV.

Penolakan itu juga dengan melampirkan Laporan Pelanggaran Pemilihan Wali Nagari Simpang Tanjung Nan IV yang ditujukan kepada P2WN Kabupaten Solok.

Tetpisah, Ketua Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Irmanto , saat dikonfirmasi awak media, terkait masalah penolakan hasil Pilwana oleh empat Calon Wali Nagari itu menyebutkan, bahwa P2WN setempat sudah melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin dan dengan sedemikian rupa dan sesuai aturan yang berlaku.

Irmanto juga mengatakan, bahwa dirinya sebagai Ketua P2WN Nagari Simpang Tanjung Nan IV siap dikonfirmasi dan memberi keterangan terkait hal-hal yang dipermasalahkan oleh Calon Wali Nagari yang katanya menolak proses dan hasil Pilwana Nagari Simpang Tanjung Nan IV dihadapan P2WN Kabupaten Solok, apabila memang diperlukan.

“Yang jelas kami dari P2WN Nagari Simpang Tanjung Nan IV rasanya sudah melaksanakan tugas kami dengan sedemikian rupa dan dengan sebagaimana mestinya ” kata Irmanto (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here