Hardinalis Kobal: Jabatan Itu Sementara dan Itu Adalah Amanah

0
93

SOLOK, JN- Ketua DPRD kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, menyebutkan bahwa jabatan, pangkat, anak, harta adalah amanah Tuhan dan sifatnya sementara.

“Dulu sebelum dipercaya menjadi pimpinan dewan 2014, saya tidak punya jabatan dan sekarang tentu saya harus legowo untuk melepasnya, ” jelas H. Hardinalis Kobal, Selasa (18/6) di ruang kerjanya. Masa jabatan Ketua DPRD Kabupaten Solok priode 2014-2019 yang diembannya akan berakhir pertengahan bulan Agustus tahun 2019 ini.

Politisi dari Partai Golongan Karya terpilih sebagai ketua definitif DPRD Kabupaten Solok periode 2014-2019 yang didampingi dua orang Wakil Ketua yakni Yondri Samin dari PPP dan Septrismen Partai Gerindra. Ketiga pimpinan DPRD Kabupaten Solok ini dilantik oleh Ketua PN Koto Baru Sapta SH di Arosuka, Jumat tanggal 12 Septembet 2014.berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar Nomor 171-675/2014 bertanggal 2 September 2014.

Hardinalis usai mengemban tugas menjadi pimpinan dewan bumi bareh Solok, mengaku akan fokus untuk menyelesaikan kuliah S3 nya.

“Sekali lagi saya berpesan, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, dan semua akan diambil sang pencipta, ” sebut Hardinalis.

Pihaknya mencontohkan, suatu waktu Abu Dzar al-Ghifari bertanya kepada Nabi. “Ya Rasulullah, mengapa kau tak memberi jabatan apa-apa kepadaku?” Sambil menepuk bahu sahabatnya yang zuhud itu, Nabi menjawab, “Hai Abu Dzar, kau seorang yang lemah, sedangkan jabatan itu adalah amanah.”
Sebagai amanah, sabda Rasulullah, jabatan kelak pada hari kiamat yang akan menjadi penyesalan dan kehinaan, kecuali bagi orang yang dapat menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya alias amanah (HR Muslim).

Menurut Hardinalis, Sabda Nabi itu tidak hanya untuk Abu Dzar, tetapi untuk umatnya, termasuk kita. Nadanya seperti mengancam, tapi seorang Nabi peduli pada umatnya itu sedang mewanti-wanti.

Kepada masyarakat Kabupaten Solok, yang mungkin belum semuanya terlayani dengan baik, H. Hardinalis menyampaikan permohonan maafnya (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda