SOLOK, KP- Rencana Capten H. Epyardi Asda, M. Mar, maju sebagai bakal calon Bupati Solok mendatang hanya sederhana, yakni untuk pengabdian dan untuk ‘Membangkik Batang Tarandam’.

Nama Epyardi Asda, M. Mar, digadang-gadangkan akan bisa memenangkan Pilkada Kabupaten Solok priode 2021-2025 mendatang.

Apalagi politisi dari Partai Amanat Nasional ini sukses duduk tiga priode di DPR RI, semasa bergabung dengan Partai Parsatuan Pembangunan (PPP). Selain itu, Epyardi juga sudah banyak berbuat untuk Kabupaten Solok dan Sumbar, mulai dari program pembangunan jalan usaha, P2IP, hingga bedah rumah. Bahkan hampir seluruh Nagari di bumi bareh Solok sudah menikmati hasil pembangunan yang dibawanya.

H. Epyardi Asda, Saat menerima perwakilan masyarakat Alahan Panjang

Saat berbincang dengan media ini, Epyardi menyatakan tergerak hatinya untuk maju sebagai calon Bupati Solok, tidak lain hanyalah ingin mengabdi untuk kampung halamannya sendiri.

“Saya sedih melihat kampung halaman saya Kabupaten Solok seperti jalan di tempat dan bahkan terkesan mundur. Baik dari segi pembangunan, pendidikan atau yang lainnya. Jadi saya ingin mengembalikan kejayaan Kabupaten Solok di era 20 tahun lalu. Artinya, saya bermaksud mambangkik batang tarandam,” sebut H. Epyardi Asda.

Berangkat dari rasa hiba dan sedih itulah, makanya Epyardi Asda bermaksud mambangkik batang tarandam.

Menurut orang tua dari Anggota DPR RI asal Pemilihan Sumbar 1, Athari Gauti Ardi, saat ini waktunya membangun rumah (Kabupaten Solok), batang terendam (kayu) itu pun dikeluarkan (umum menyebutnya membangkitkan). Untuk membangun rumah baru. Membangun kehidupan yang baru. Setelah melewati onak dan duri dari sulitnya mengabdi di kampung, dengan modal 15 tahun duduk sebagai anggota DPR RI.

Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari masyarakat yang ingin perubahan untuk Kabupaten Solok.

“Orang Minang yang memiliki akal sehat tentu dapat memahami apa yang saya maksud dengan perumpamaan di atas. Mereka yang tidak ketularan dungu akan mampu memaknai istilah: “Alun takilek alah takalam”. Dapat membaca yang “tersirat” di balik yang “tersurat”. Memahami pepatah “Alam takambang jadi guru”. Belajar dari situasi dan kondisi yang dihadapi rakyat Kabupaten Solok saat ini,” terang Epyardi Asda, blak-blakan.

Apalagi dalam Lima belas tahun terakhir ini, pihaknya melihat Kabupaten Solok selalu berada di belakang di Sumbar dalam berbagai hal. “Saya tidak cari uang menjadi Bupati. Alhamdulillah uang saya sudah cukup. Saya hanya ingin menjadikan Kabupaten Solok Kabupaten terbaik di Sumbar bahkan kalau bisa di Indonesia. Bukan hanya sekedar slogan saja,” sebut H. Epyardi Asda dengan lantang.

Epyardi berjanji, jika masyarakat memberi amanat kepadanya, maka sejak mulai dilantik maka langsung tancap gas dan untuk membangun dengan lebih membudayakan kerja swakelola dan menggalakan rasa gotong royong yang sudah mulai pudar di nagari.
Selain itu, disetiap kecamatan akan di standbykannya sebuah mesin excavator agar gampang membuka jalan baru.

“Kalau mesin excavator sudah ada, kita hanya memikirkan BBMnya saja. Operatornya kita gaji,” sebut owner Objek wisata Bukit Chi Nang Kiak, Singkarak tersebut.

Selain itu, pembangunan di sektor pertanian, pendidikan dan pariwisata akan lebih diprioritaskan, termasuk irigasi dan jalan usaha tani.

“Jadi selama kepemimpinan saya, maka saya jamin tidak akan ada pembangunan gedung yang nlainya Milyaran Rupiah. APBD harus pro rakyat,” sebut Epyardi.
Selain itu, pembenci penjilat ini juga menyebutkan akan memfokuskan pembangunan tempat ibadah, termasuk membangun lampu penerangan ke masjid atau mushalla, agar umat muslim makin giat beribadat.

Meski jabatan Bupati dan Wakil Bupati Solok priode 2015-2020 baru akan berakhir tanggal 17 Februari 2021 mendatang, namun masyarakat berharap Bupati Solok mendatang haruslah yang tegas, berwibawa dan juga komit dengan janji.
Masyarakat Kabupaten Solok yang berpenduduk sekitar 400 ribu jiwa, tentu sangat mendambakan seorag calon yang amanah dan memihak kepada mereka, terutama kepada wong cilik alias masyarakat kecil. Pesta Demokrasi bagi Kabupaten Solok untuk memilih calon Bupati, baru akan digelar bulan Desember 2020 nanti. Tetapi menurut informasi yang berkembang di Arosuka, sampai saat ini dangan munculnya nama Epyardi Asda, masyarakat sangat berharap politisi dari PAN ini bisa membawa perubahann bagi Solok kedepannya.

Selain itu mereka berharap akan muncul calon pemimpin yang benar-benar bisa menjadi panutan, mengayomi masyarakat dan juga bisa membawa investor ke bumi markisa, bukan hanya terpaku pada APBD murni semata. Setidak-tidaknya, figur seperti Gamawan Fauzi, masih menjadi impian bagi masyarakat Kabupaten Solok.

Dari catatan-catatan dan aspirasi yang mincul di masyarakat saat ini, semua kandidat yang nantinya akan maju sebagai balon Bupati Solok, nama Epyardi Asda tetap masih diunggulkan dari kandidat lain.

Epyardi Asda, lahir di Singkarak, 11 Maret 1962 dan merupakan seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Dalam panggung politik ia merupakan anggota DPR-RI yang mewakiliki Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tamatan Pendidikan Perwira Pelayaran Besar dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran ini memulai karirnya sebagai seorang kapten kapal, adalah seorang pengusaha dan memiliki beberapa perusahaan antara lain PT. Kaluku Maritima Utama (jasa pembongkaran barang kapal laut), PT. Tree Elang Maritim (pelayaran) dan PT. Anugrah Tetap Cemerlang (perumahan di Medan). Selain itu, pengalaman politiknya ia mulai sejak bangku kuliah, dimana ia menjadi organisasi Islam ketika di P3B Semarang.

Setelah itu, ia juga sempat bergabung menjadi kader Persatuan Tarbiyah Islam (PERTI) sebuah organisasi massa berasal dari Sumatera Barat yang hubungan historisnya sangat erat dengan PPP. Berkat kredibilitasnya yang baik, ia pun dipercaya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Sumatera Barat. Epyardi juga berhasil mewakili PPP di DPR-RI selama tiga periode (2004, 2009 dan 2014). Pada 2010 dan pada periode kepemimpinan Suryadharma Ali sebagai Ketua PPP, Epyardi terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP periode 2010-2015.Tahun 2018, Epyardi bergabung dengan Partai Ananat Nasional, setelah sebelumnya Partai PPP terbelah menjadi dua kubu.

Kabupaten Solok atau sering disebut dengan Solok Nan Indah, mempunyai luas wilayah 373 800 Ha (3 738.00 Km2), terdiri dari 14 Kecamatan dan 74 nagari serta 403 jorong. Topografi wilayah sangat bervariasi antara dataran, lembah dan berbukit-bukit dengan ketinggian antara 329 meter sampai 1.458 meter di atas permuakaan laut dengan mata pencaharian mayoritas bertani. Kabupaten Solok juga menjadi daerah lintasan di pulau Sumatera dan mempunyai potensi alam yang nyaris sempurna, meski belum dikelola dengan baik.Untuk mengelola potensi Sumber Daya Alam (SDA), sangat dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berwawasan maju.
“Saya optimis Bapak Epyardi Asda akan bisa membawa perubahan bagi masyarakat Solok. Beliau juga punya jaringan yang luas ke pusat,” sebut mantan anggota DPRD Kabupaten Solok, Gusrial Abbas.

Selain nama Epyardi Asda, ada nama-nama balon Bupati Solok yang tidak kalah eksennya dengan memproklamirkan dirinya sebagai kandidat Bupati, seperti nama Maigus Tinus, H. Yulfadri Nurdin, Agus Syahdeman, H. Nofi Candra, SE, Bachtul Bachtiar, dan lainnya, namun meraka masih bingung dengan siapa akan berpasangan dan dengan partai apa.

Sementara waktu tinggal tidak lama lagi. Dilain pihak, masyarakat Kabupaten Solok masih menunggu nama-nama tersebut resmi mendaftar ke KPU untuk dipatenkan dan masyarakat bisa mengira-ngira siapa yang bakal mereka pilih. Kita tunggu saja, semoga dari Kabupaten Solok lahir Gamawan-Gamawan handal untuk Solok yang lebih baik.
Namun perlu dicatata, siapapun nantinya yang terpilih, itulah pemimpin yang harus kita dukung bersama (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here