Dua Walinagari di Tigo Lurah Tidak Kenal Lelah Berjuang Untuk Daerahnya

0
954

SOLOK, JN– Sungguh mulia cita-cita dua orang Walinagari dari Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, yakni Walinagari Nagari Batu Bajanjang, , Dahrul Asri dan Walinagari Garabak Data, Pardinal dimana pihaknya bertekad sekuat tenaga ingin berjuang agar nagarinya bisa sejajar dengan nagari lain yang ada di Kabupaten Solok.

“Kami menyadari bahwa Nagari kami berada di tengah-tengah hutan, namun kami tidak mau disebut orang rimba sebab kami juga sama dengan saudara-saudara kami yang berada di nagari lain. Bedanya, akses jalan ke nagari kami yang buruk dan pembangunan yang tidak berimbang,” jelas Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, Senin (26/3). Namun pihaknya mengaku tidak akan menyerah, dengan berbekal dana nagari dan juga bantuan dari dana aspirasi dewan atau lainnya, pihaknya akan berusaha memaksimalkan dana tersebut untuk membangun nagari. Dia juga berharap agar anggota dewan yang akan datang bisa memaksimalkan kemampuannya untuk memperjuangkan nagari tertinggal seperti yang ada di Kecamatan Tigo Lurah. Selain itu, Walinagari juga mengeluhkan buruknya kondisi jalan dari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki, menuju ke Kecamatan Tigo Lurah, dimana jalan dengan lebar 2,5 meter hampir ditutupi semak belukar kanan kiri dan menjorok ke bahu jalan. Kondisi itu diperparah kalau cuaca hujan dan jika ada kendaraan yang berselisih jalan.

Jarak Batu Bajanjang dari Arosuka, Pusat pemerintahan Kabupaten Solok sekitar 92 KM atau 133 KM dari Kota Padang Ibukota Propinsi Sumatera Barat. Jumlah Jorong di Batu Bajanjang sebanyak 5 jorong yakni Jorong Batu Bagantuang, Jorong Kampuang Tangah, Jorong Pangka Pulai, Jorong Panariak dan Jorong Muaro Sabie Aia. Meski dengan SDM yang terbatas, namun dibawah kepemimpinan Walinagari Dahrul Asri, beberapa jorong tersebut mulai bisa terbuka dengan memanfaatkan dana Alokasi Dana Nagari (ADN). Diantara pembangunan yang sudah dilakukan oleh walinagari dengan memanfaatkan dana nagari antara lain pembangunan Puskesri di jorong Sabie Aia, pembangunan jalan ke Pangka Pulai, Pembangunan Gedung Serbaguna di Kampuang Tangah, Pembangunan PAUD di Koto Tuo dan lainnya. “Pelaksanaan pembangunannya kita laksanakan secara swakelola bersama masyarakat,” jelas Dahrul Asri

Selain Dahrul Asri, sepertinya rekannya dari Garabak Data, juga tidak mau berhenti berteriak dan berjuang agar nagari paling tertinggal di Kabupaten Solok itu bisa sejajar dengan nagari lain. “Hampir setiap saat kami berteriak, baik ke Kabupaten atau Provinsi, termasuk kepada setiap  pejabat yang datang ke sini. Mana tau pintu hati mereka terbuka untuk membangun Garabak Data, bukan hanya sekedar prihatin saja,” jelas Pardinal.

“Tugas kami selain membangun nagari dengan segenap potensi yang ada, juga ingin membangun manusianya agar bisa sejajar dengan daerah lain. Kalau SDM sudah kita bangun dengan cara wajib belajar bagi anak-anak dan kepnakan kita, maka nantinya mereka bisa membangun kampung halamannya sendiri agar bisa maju,” jelas Pardinal.

Patut dicontoh oleh walinagari lain di Kabupaten Solok. Meski memimpin nagari tertinggal atau terisolir yakni Batu Bajanjang dan Garabak Data, tapi dirinya ingin memanfaatkan potensi yang ada untuk memerdekan nagarinya agar bisa sejajar dengan nagari lain di Kabupaten Solok  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here