DPRD dan Pemkab Solok Setujui Tiga Ranperda Inisiatif

0
571

Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, yang disaksikan Bupati Gusmal dan Dua Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin dan Septrismen serta Asisten II, Suharmen, melakukan penandatanganan tiga Ranperda menjadi Perda

 

 

DPRD dan Pemkab Solok Tandatangani Tiga Ranperda Inisiatif

SOLOK, JN-  Pemerintah Kabupaten Solok dan DPRD Bumi penghasil bareh tanamo itu, hari Rabu (10/5), melakukan penandatanganan tentang tiga Ranperda menjadi Perda Kabupaten Solok, bertempat di ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok. Tiga Ranperda yang disahkan menjadi Perda adalah Ranperda Perikanan, Ranperda ASI Eklusif dan Ranperda penyiaran publik radio Solok Nan Indah. Penandatangan dilakukan oleh Bupati Solok, H. Gusmal dan Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM dengan disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH dan Septrismen, serta Sekwan, Siis, SP dan juga seluruh anggota DPRD beserta unsur Fokompinda.

Sebelumnya Sidang Paripurna penetapan Tiga Ranperda menjadi Perda tersebut, dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal dengan didampingi oleh dua Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin dan Septrismen.”Kita berharap agar tiga Ranperda inisiatif ini bisa diterapkan di Kabupaten Solok sesuai keinginan kita bersama,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal. Sebelumnya ketiga Ranperda ini sebelum disahkan menjadi Perda melalui perjuangan panjang dan perdebatan alot di DPRD dengan pemerintah.

Namun penetapan Tiga Ranperda Inisiatif ini disorot oleh masyarakat di Kabupaten Solok, terutama mengenai ASI Eklusif dimana ibu yang baru melahirkan diwajibkan menyusui anaknya selama 6 bulan. Ketua LSM Perak, Yemrizon mengkritik Ranperda tersebut. Menurutnya, seorang ibu sebaiknya menyusui anaknya hingga dua tahun. Selain itu, Yemrizon juga mengkritik keberadaan Radio Solok Nan Indah, karena saat ini keberadaan Radio sudah kalah saing dengan media online lainnya. “Seharusnya DPRD dan pemerintah daerah mencari Perda Inisiatif yang lebih pro rakyat dan bukan asal saja. Kalau bisa Ranperda masalah sampah itu sangat penting karena untuk kebersihan Kabupaten Solok yang saat ini masalah sampah kurang terurus,” jelas Yemrizon. Dia menilai pemkab Solok tidak perlu membuat Radio, kecuali Perusaahaan Daerah Solonda, kalau bisa diberi dana untuk menciptakan lapangan kerja nagi masyarakat banyak, seperti penyediaan ternak sapi massal, karena Kabupaten Solok sangat cocok untuk peternakan (wandy)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here