Dinas Pertanian Harus Lebih Fokus Pada Penerapan Teknologi dan Peningkatan Hasil Produksi Pertanian

0
210

SOLOK, JN- Anggota DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S. Farm, Apt, Panduko Sutan, meminta agar Dinas Pertanian Kabupaten Solok, bekerja lebih fokus menggunakan technology pertanian dan profesional dalam membina petani dan bukan asalalan saja, karena mayoritas penduduk Kabupaten Solok bekerja dan mencari nafkah dari sektor pertanian tersebut.

“Dinas Pertanian harus bisa memperdayakan petani menggunakan technology untuk menggenjot hasil pertanian, ” sebut Ivoni Munir,
ketika berbincang dengan para petani yang sedang panen di Nagari Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, Senin (6/1).

Menurutnya, Kabupaten Solok yang dikenal dengan daerah penghasil beras ternama, diharapkan mampu terus meningkatkan hasil produksi dan program swasembada beras. Dengan luas lahan pertanian mencapai 23 ribu lebih yang tersebar di 14 kecamatan dan mencegah perubahan fungsi lahan dan mengupayakan pencetakan sawah baru.
Dinas pertanian juga dituntut untuk giat menggaet dana DAK untuk pengelolaan irigasi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kehadiran pemerintah ditengah petani tentang pengadaan pupuk bersubsidi yang sekarang pupuk sangat langka didapat oleh petani.

“Saya melihat bahwa selama ini Dinas Pertanian Kabupaten Solok belum memperlihatkan fungsinya sebagai mana mestinya. Sebab bagi masyarakat Kabupaten Solok, ada tidak ada dinas tersebut sama saja. Jadi kedepan kita harapkan masyarakat merasa ada tempat curhat soal pertanian,” jelas Ivoni Munir.

Anggota dewan yang dekat dengan semua kalangan ini, merasa sedih saat petani curhat kepada dirinya.

“Saat ini masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaat dari keberadaan Dinas Pertanian, seperti mengatasi padi diserang tikus, serangan kabut, mencarikan solusi obat tanaman pisang yang sering mati muda atau mensosialisasikan bagaimana meningkatkan hasil produksi padi, kol, bawang atau lain sebagainya. Itu semua kan leding setornya ada pada dinas pertanian, ” terang Ivoni Munir.

Dijelaskannya, masalah serangan hama tikus yang menganas dan juga serangan kabut asap pagi tanaman petani, sepertinya tidak ada solusi yang akurat dari Dinas Pertanian, termasuk bagaimana mengatasi kesuburan tanah di daerah Alahan Panjang, Sungai Nanam dan sekitarnya.

“Di Alahan Panjang dan Sungai Nanam, sudah berpuluh-puluh tahun masyarakat mengolah tanah yang sama. Artinya di daerah tersebut kalau tidak didukung oleh berbagai macam pupuk, Septisida dan racun tanaman lainnya, maka tanaman yang ditanam tidak akan tumbuh. Seharusnya Dinas Pertanian mencoba menandatangkan tim ahli pertanahan dari ITB atau IPB Bogor, apa yang cocok ditanam di daerah penghasil hortikultura tersebut,” sambung politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ivoni Munir juga menyebut bahwa Dinas Pertanian jauh dari profesional dan bekerja seperti tidak punya konsep yang jelas. “Anggaran untuk Dinas Pertanian kan besar, tetapi bagi masyarakat belum ada tampak bukti nyata dari keberadaan dinas tersebut. Seharusnya Dinas Pertanian memperdayakan para tenaga penyuluh lapangan yang mereka miliki di masyarakat, bukan hanya sekedar menghabiskan anggaran yang tidak jelas,” tutur Ivoni Munir.

Saat ini di setiap Nagari ada tenaga PPL, tetapi harus diakui baru sekitar beberapa orang atau nagari saja yang sudah bisa menyerap ilmu dari tenaga PPL tersebut (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here