Oleh: Wandy- Wartawan Koran Padang.——————————————————————————————————-

Politik itu memang kejam, tidak mengenal kawan ataupun lawan, asal untuk mencapai tujuan pasti segala cara akan dilakukan.

Sepertinya halnya dua sahabat antara H. Yulfadri Nurdin, Wakil Bupati Solok sekarang, didepak sahabatnya H. Epyardi Asda yang juga sang pengusaha sukses asal nagari Singkarak, tepat pada saat “Injury Time” atau pada saat-saat akhir Penentuan pasangan Calon untuk Pilkada Kabupaten Solok 2020-2025, mereka tidak lagi sejalan. Keduanya merupakan bersahabat dan sudah satu perahu di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semenjak tahun 2000 silam.

Bahkan yang mengajak H. Epyardi Asda sendiri bergabung dengan Partai PPP juga adalah, H. Yulfadri Nurdin.

Pada beberapa kali kesempatan, H. Yulfadri Nurdin menyatakan siap untuk maju menjadi calon Bupati Solok mendatang. Namun karena sahabatnya Epyardi Asda juga mau maju turun gunung pada Pilkada tahun ini, maka waktu itu H. Yulfadri Nurdin siap mengalah untuk tidak maju sebagai calon Bupati Solok.  Bahkan kalau tidak ditunjuk sebagai pendamping H. Epyardi Asda pada Pilkada mendatang, maka Yulfadri Nurdin, siap untuk menjadi Ketua Tim Sukses Epyarfi Asda.

H. Yulfadri Urdi, SH, saat mendeklarasikan diri siap maju pada Pilkada 2020 mendatang

H. Yulfari Nurdin sangat menghargai sahabatnya Epyardi Asda. “Mana mungkin saya mau bersaing dengan beliau pada Pilkada nanti. Beliau adalah sahabat saya dan saya siap mengalah kalau beliau maju,” sebut H. Yulfadri Nurdin waktu itu.

Namun memang dalam politik tidak ada musuh dan kawan abadi. Hanya karena ulah postingan salah seorang timses Epyardi Asda yang mengumuman bahwa H. Epyardi dipastikan tidak maju bersama Yulfadri Nurdin dan memecat dua sahabatnya Gusrial Abas dan Yondri Samin dari Ketua dan Sekretaris tim sukses melalui media sosial yang dilihat banyak orang dan membuat Yulfadri Nurdin ikut merasa kecewa dengan pemberitahuan tersebut.

“Harusnya hal itu tidak mereka lakukan, toh mereka bekerja siang malam adalah untuk kemenangan Epyardi Asda,” sebut Yulfadri Nurdin.

Namun semenjak kejadian itu, pihaknya merasa harga dirinya dan perjuangannya selama ini bersama sahabatnya sudah tidak dihargai lagi.

“Setelah beberapa kali diskusi, kita mengambil kesimpulan tidak mungkin bersama Bapak Epyardi Asda lagi dan beliau juga tidak mungkin bersama kita. Jadi kita sepakat untuk maju sebagai calon Bupati Solok dan siap bersaing dengan beliau,” sebut Yukfadri Nurdin.

Pihaknya maju tidak karena ambisi atau dendam, tetapi setelah menggelar shalat tahajut.

Untuk itu, pada Minggu malam lalu, H. Yulfadri Nurdin sudah mendeklasikan siap Maju Pada Pilkada Kabupaten Solok 2020-2025, sebagai Balon Bupati Solok.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Solok priode 2020-2025, memang tinggal beberaoa waktu lagi siap saja.

Pesta demokrasi ini akan menentukan nasib Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu untuk lima tahun kedepan.

Saat ini, setidaknya di Kabupaten Solok, bermunculan nama-nama Bakal Calon Bupati (Balon) untuk memimpin Kabupaten Solok Lima tahun kedepan.

Diantara bakal calon yang ramai diperbincangkan untuk ‘Sata’ atau ikut Pilkada Bupati Solok priode 2020-2025 antara lain ada pemain atau tokoh lama seperti Bapak H. Desra Ediwan Anantanur, mantan Wakil Bupati Solok 2 priode (2005-2010-2010-2015), yang dikabarkan akan berpasangan dengan Agus Syahdeman.

Selanjutnya ada nama Iriadi dt. Tumangguang, tokoh rantau yang selama ini berkiprah di Palembang, Sumatera Selatan. Beliau merupakan mantan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumsel.

Selain itu ada tokoh rantau yang juga pengusaha muda sukses, yakni Maigus Tinus yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS) di Jabodetabek.

Berikutnya ada nama H. Nofi Candra, serta nama Hendra Saputra. Sementara yang sedang hangat dibicarakan ada nama Epyardi Asda, mantan anggota DPR RI 2009-2014-2014-2019 politisi dari Partai PPP yang kini pindah ke Partai PAN. Kabarnya, Epyardi juga akan turun gunung untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Solok. Tokoh yang satu ini dikenal sangat fendomental.

Yang tidak kalah penting adalah nama H. Yulfadri Nurdin, SH, yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Solok. 

Dua nama terakhir, antara Epyardi Asda dan Yulfadri Nurdin, adalah dua sahabat yang sudah sama-sama membesarkan Partai PPP di Sumbar. Bahkan Yulfadri juga pernah menjadi Ketua DPC partai PPP Kabupaten Solok dan Ketua DPW Partai PPP Sumbar. Selain itu, antara Epyardi Asda dengan Yulfadri Nurdin, sudah hampir 20 tahun bersama di Partai PPP.

H. Yulfadri Nurdin, sebelumnya didaulat untuk maju berpasangan mendampingi H. Epyardi Asda, namun dua tokoh ini dikabarkan rusak hubungannya, 

Pertanyaannya, kalau Epyardi maju sebagai Balon Bupati Solok, apakah Yulfadri Nurdin akan jadi lawannya di Pilkada tersebut?!

Epyardi punya segalanya uang, popularitas dan banyak ide. Sementara Yulfadri Nurdin punya masa yang juga militan dan solid hampir di setiap Nagari. Bahkan tidak bisa dipungkiri, Putri Epyardi Asda, Athari Gauti, terpilih menjadi anggota DPR RI priode 2019-2024, juga tidak lepas dari peran H. Yulfadri Nurdin.

Jika mereka menjadi rival atau berlawanan pada Pilkada Kabupaten Solok 2020-2025 nanti, maka penulis mempredikdsi keduanya akan bersaing ketat dalam meraih suara. Bahkan Yulfadri Nurdin sebagai petahana lebih diuntungkan karena punya masa yang sangat militan.

Atau Epyardi Asda tidak maju ke Kabupaten dan memilih maju menjadi Calon Gubernur, maka dipastikan Pilkada Solok akan seru.

Nyali H. Yulfadri Nurdin sebagai Incumbent, benar-benar akan diuji. Beranikah Yulfadri maju sebagai incumnbent atau tidak atau akankah menang atau tidak?

Terakhir dua sahabat ini tampak masih bersama di Resto Cinangkiek Singkarak pada awal bulan July lalu. Namun apakah mereka sudah bicara Pilkada atau belum.

Namun bila mereka bersimpang jalan, disini nyali Yulfadri Nurdin sebagai incumbent akan bebar-benar diuji. Yulfadri harus bisa menentukan pasangan yang tepat dan pas untuk memenangkan Pilkada, sesuai visi dan misi yang akan diusung.

“Saya optimis maju karena didukung oleh masyarakat. Sebab harapan saya kalau diamanahkan maka bisa menuntaskan janji yang tertunda. Sebab selama menjadi Wakil Bupati saya tidak diberi peran. Dan semua masyarakat juga sudah tau hal itu,” sebut Yulfadri Nurdin.

Tokoh masyarakat Kabupaten Solok, H. Gamawan Fauzi berpendapat, peluang Yulfadri sebagai petahana sangatlah besar jika dibanding bakal calon yang lain. Sebab bagaimanapun juga, hampir setiap hari bisa berjumpa dengan warganya untuk bertukar pikiran dan bersilaturrahmi.
” Tinggal bagaimana incumbent itu bisa memanfaatkan peluang dengan maksimal dengan perhitungan politik yang mantap, ” terang Gamawan Fauzi.

Sementara Wakil Bupati Solok sendiri, H. Yulfadri Nurdin, SH, hingga tulisan ini ditayangkan, kepada penulis menyebutkan bahwa pihaknya masih belum tau akan berpasangan dengan siapa, baik sebagai Calon Bupati atau Wakil Bupati.

“Kalau remcana maju memang iya, tetapi belum tau dengan siapa. Termasuk partai apa yang akan mengusung. Namun kita masih terus menjali komunikasi dengan semua pihak, baik tokoh masyarakat atau tokoh partai. Yang penting kita maju harus dengan penuh perhitungan dan pertimbangan yang matang. Pada akhirnya keputusan akhir tetap ada di tangan Tuhan,” sebut Yulfadri Nurdin.

Namun bila tidak dengan Eptardi Asda, apakah nyali Yulfadri Nurdin untuk maju akan tertantang?! *** (penulis adalalah wartawan Harian Koran Padang, tinggal di Solok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here