Dibangun Dengan Dana Milyaran Rupiah, Nasib Gedung DPRD Kabupaten Solok Sampai Kini Tidak Jelas

0
245

SOLOK, JN-  Nasib kantor DPRD Kabupaten Solok,  yang dibangun oleh Pemko Solok di Kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka,  dengan maksud akan ditukar gulingkan dengan Pemkab Solok, hingga saat ini berakhir tidak jelas.

Karena tidak tuntasnya masalah tukar guling antara aset Pemda Kabupaten Solok dan Pemerintah Kota Solok masalah tukar guling aset Kabupaten yang ada di kota, maka sampai saat ini salah satu bangunan gedung DPRD yang diperuntukan untuk Kabupaten Solok dan dibangun dengan APBD kota Solok, hingga kini masih terkatung-katung, alias tidak jelas statusnya. Bahkan hampir semua dinding, atap dan halaman mulai keropos. Dan tidak ada upaya penyelamatan aset negara yang dibangun dengan APBD itu.

Bangunan yang dibuat megah dua lantai yang berdiri di Komplek Perkantoran Arosuka atau tepatnya berada persis  di belakang kantor DPRD Kabupaten Solok sekarang, belumlah jelas. Menurut informasi yang beredar, bangunan tersebut dibangun oleh Pemerintah Kota Solok, untuk maksud tukar guling dengan aset Kabupaten Solok yang ada di Kota beras itu.

Meski sudah berlarut-larut, namun sampai saat ini masalah tukar guling aset Pemerintah Kabuapaten Solok dan kota Solok belum juga ada titik terangnya. Kabarnya bangunan bergonjong itu dibangun dengan dana APBD kota Solok tahun 2014 lalu, sengaja dibuat di Arosuka oleh Pemko Solok, dengan maksud bisa untuk tukar guling antara  aset kota Solok dan Pemkab Solok. Namun setelah rampung dibangun sejak dua tahun lalu, kabarnya Pemkab Solok yang waktu itu masih di pegang Bupati Syamsu Rahim, tidak mau menerima aset tersebut karena nilainya tidak sepadam dengan nilai aset Kabupaten yang ada di kota. Bahkan ada juga yang menyebut karena kurang harmonisnya hubungan Bupati Solok waktu itu, Syamsu Rahim dengan Walikota Solok masa itu, Irzal Ilyas Dt. Lawik Basa. Berbagai cerita muncul dari gedung yang belum jelas milik siapa itu.

Menurut tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ossie Gumanti, saat ini gedung ruang sidang yang dibangun Pemko Solok itu, seperti bangunan tua yang banyak hantunya, seram dan sudah berlumut. Dibeberapa bagian seperti diatap, tampak sudah mulai rusak, sementara sekeliling gedung sudah ditumbuhi semak liar. Kalau siang, tampak puluhan ekor anjing liar juga tampak bersidang disana.

Bahkan sesuai cerita beberapa petugas Satpol yang bertugas di Kantor DPRD Kabupaten Solok, kalau malam dari ruang kosong bangunan itu, sering terdengar suara-suara aneh dan bahkan kadang seperti lemparan besi. “Iya benar, kalau malam tiba, kami sering sekali mendengar suara-suara lemparan besi atau kadang seperti ada suara orang berbicara yang sumbernya dari bangunan tersebut,” jelas Hendro, salah seorang petugas Satpol PP, Kamis  (29/11)

Sangat disayangkan,  sesuai pantauan media ini Kamis siang,  hampir seluruh bangunan rusak berat,  mulai dari atap,  dinding,  hingga halaman ditumbuhi semak belukar dan tumpukan sampah.

“Yang namanya bangunan kalau tidak dihuni,  maka akan cepat rusaknya. Coba saja rumah kita tidak dihuni selama satu Minggu,  maka pasti akan kotor dan terasa seram, ” jelas Mak Mandaro (55), tokoh masyarakat Kabupaten Solok,  saat berbincang dengan awak media di lokasi gedung tersebut.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber prihal nasib bangunan itu menyebutkan bahwa mantan Bupati Solok, Syamsu Rahim enggan menerima gedung itu disebabkan dana yang dipakai untuk pembangunan berbeda jauh dari anggaran yang disepakati dalam MoU tukar guling. Anggaran yang disepakati untuk pembangunan gedung ini bernilai Rp 6 milyar. Sementara dari tender yang dilakukan Pemko Solok pembangunannya hanya bernilai Rp 4.791.909.000.- yang dimenangkan oleh PT. Agira Harapan Mandiri. Sementara selisih nilai yang ada sejumlah Rp 1.208.091.000.- Selain itu, hubungan kedua pemimpin kota Solok dan Kabupaten Solok waktu itu tidak harmonis.

 

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon Pandu, ketika diminta tanggapannya masalah gedung itu, enggan berbicara banyak karena tidak terlalu memahami banyak masalah tersebut. Namun Jon Pandu menginginkan gedung itu segera bisa dipakai secepatnya, karena DPRD Kabupaten Solok memang sudah membutuhkan ruang sidang yang lebih baik dari yang sekarang. “Mungkin tanya saja anggota dewan yang priode lalu lebih memahaminya,” tutur Jon Pandu.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, sewaktu berbincang dengan KORAN PADANG di sebuah Rumah Makan di Arosuka, Minggu lalu, juga meminta agar Pemko Solok dan Pemkab Solok segera menuntaskan masalah bangunan ini dan segera duduk baropok dengan difasilitasi oleh pemerintah provinsi seperti Gubernur atau Sekda Sumbar. “Kita dari Pemkab Solok yang diwakili Sekda baru-baru ini memang sudah pernah duduk membicarakan hal ini dengan Pemko Solok dan Kejari serta pihak terkait membicarakan masalah ini, namun yang seharusnya lebih serius tentu Pemerintah Kota Solok, sebab titik masalahnya ada di Pemerintah Kota Solok,” jelas H. Hardinalis. Ketua DPRD yang dekat dengan semua lapisan masyarakat ini, juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan itu pihak Kajari menganjurkan agar permasalahan itu dibawa saja ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar dan hal itu dilakukan oleh kedua pemerintah daerah terkait.

Hardinalis juga menjelaskan bahwa secara pribadi waktu menunaikan ibadah haji di Mekkah tahun 2016 lalu, dirinya pernah berdiskusi dengan mantan Sekdaprov Sumbar waktu itu, yakni Ali Asmar untuk menuntaskan masalah ini. “Saya meminta kepada Bapak ali Asmar waktu sekamar dengan saya agar segera menyelesaikan masalah tukar guling gedung DPRD ini antara Pemerintah Kabupaten Solok dan Kota Solok. Tapi sampai sekarang belum ada realiasainya, padahal waktu di Mekkah, beliau satu kamar dengan saya dan berjanji akan menuntaskan masalah ini. Tapi sampai sekarang kok masih ngambang,” jelas H. Hardinalis Kobal. Namun dia berharap agar keseriusan Pemko Solok untuk menyelesaikan masalah ini sangat diharapkan. Apalagi hubungan kedua Pemerintah itu saat ini sangat harmonis, namun itu menurutnya tergantuang niat kedua pemimpin yang bertetangga dan bersaudara itu (wandy)

Nasib kantor DPRD kabupaten Solok yang dibangun Pemko Solok yang sudah keropos,  padahal dibangun

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda