Di Gaji Rp 150 Ribu Per Bulan, 217 Tenaga Honorer K2 Meminta Diangkat Jadi PNS

0
684
SOLOK, JN– Kami bekerja ikhlas untuk mencerdaskan anak bangsa, namun tentu juga butuh perhatian wajar dari Pemerintah Daerah, karena anak kami juga butuh dana pendidikan sementara gaji yang kami terima hanya Rp. 150 ribu per bulan.
Itu salah satu isi tuntutan dari 217 tenaga honorer K2 saat melakukan aksi demo damai disampaikan Korlap Demo Rahmadanis di halaman Kantor Bupati Tanah Datar, Kamis (20/9/2018) yang disambut langsung Sekda Hardiman didampingi Plt. Kadis Pendidikan Lisda, Ka Satpol PP dan Damkar, Kepala Kantor Kesbangpol.
Rahmadanis didampingi Ketua Forum Honorer K2 Agusrimayanto berharap Pemerintah memprioritas mereka untuk diangkat menjadi PNS. “Kami telah mengabdi semenjak 2004 lalu dengan suka dan duka yang dijalani, di kesempatan ini Kami minta kepada Pemda dan DPRD memprioritas kami, juga tolong perhatikan gaji kami sehingga sesuai UMR seperti daerah lainnya di Sumbar,” tuntutnya.
“Kami juga melihat, masih terjadi pengangkatan pegawai honor, padahal dulu Pemerintah berjanji tidak akan pegawai honorer pada tahun 2010 lalu, akibatnya keberadaan kami kurang diperhatikan. Kemudian diharapkan juga ada peraturan yang meengatur agar sekolah bisa memberikan kami gaji yang layak sesuai kerja dan pengabdian kami,” ujar Rahmadanis disambut meriah peserta demo.
Menjawab tuntutan para pendemo Sekda Hardiman menyampaikan, ia akan melaporkan tuntutan dari demo hari ini. “Apa yang menjadi tuntutan Bapak Ibuk akan saya Sampaikan kepada Pak Bupati, karena kebetulan hari ini beliau ada agenda daerah di Jakarta yang harus beliau hadiri langsung,” sampainya.
Namun, tambah Hardiman, sebagaimana yang telah diatur, penerimaan CPNS yang sedang dibuka sekarang sesuai kuota yang disediakan pemerintah pusat. “Kita akan bawa aspirasi ini, semoga ditingkat lebih tinggi, apa yang menjadi keinginan kita semua bisa diwujudkan, namun tentu saja membutuhkan proses dan waktu yang relatif tidak sebentar,” tukas Hardiman.
Sementara itu Ketua Forum Honorer K2 Agusrimayanto mengungkapkan jumlah tenaga honorer K2 di kabupaten Tanah Datar sebanyak 217 orang yang telah mengabdi sebagai tenaga guru honorer sejak tahun 2004 dengan pengabdian begitu lama tentu berpengharapan akan diangkat menjadi PNS secara prioritas, namun hingga saat ini belum ada tanda-tandanya.
“Kita mengharapkan pimpinan daerah memperjuangkan nasib kami ini, selain itu menuntut UU direvisi agar K2 berharap diangkat semua jadi PNS tahun ini secara bertahap tanpa pandang usia,” katanya.
Selanjutnya ratusan tenaga honorer K2 tersebut bergerak menuju DPRD Tanah Datar untuk menyampaikan orasi dan tuntutan. (Damara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here