Demokrat Kabupaten Solok Akan Tunjuk Marsal Syukur Sebagai PAW Hardi Asmi

0
904

SOLOK, JN- Kekosongan kursi keanggotaan DPRD  Kabupaten Solok dari Fraksi Demokrat yang salah satu anggotanya meninggal dunia pada Selasa 26 Juni 2018 lalu, tampaknya akan segera  terealisasi.

Menurut Ketua DPC Demokrat Kabupaten Solok, Agus Syahdeman, SE, pihaknya akan segera mengajukan nama pengganti almarhum Ardi Hasmi untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Solok sebagai anggota dewan antar waktu yakni nama Marsal Syukur.  Disebutkan Agus Syahdeman, dalam waktu dekat dirinya akan mengirim nama Pengganti Antar Waktu (PAW) kepada Ketua DPRD Kabupaten Solok dan pihak-pihak terkait.

“Masalah PAW yang meninggal ini kan harus segera kita tuntaskan, sebab tidak ada lagi masalah karena ini adalah murni kehendak Allah. Jadi kita akan berupaya secepat mungkin mengusulkan nama pengganti almarhum ke DPRD dan ke KPU,” terang Agus Syahdemna, Minggu (8/7) di kantor DPC Demokrat Kabupaten Solok. Dipilihnya nama Mrsal Syukur, karena suara beliau berada pada urutan ke dua di Partai Demokrat pada Pileg 2014 setelah almarhum Hardi Asmi.

Marsal Syukur

Disebutkan Agus Syahdeman yang juga Bacaleg DPRD Provinsi Sumbar ini, mekanisme Penggantian Antar Waktu Anggota DPRD dan Implikasinya dalam Konsep Perwakilan Rakyat. Penggantian Antar Waktu  (PAW) memiliki fungsi sebagai mekhanism control dari partai politik yang memiliki wakilnya yang duduk sebagai anggota parlemen. Kewenangan Penggantian Antar Waktu (PAW) diatur dalam pasal 213 Undang-Undang  Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dewasa ini Penggantian Antar Waktu (PAW) menjadi alat efektif untuk menggantikan anggota dewan yang berseberangan dengan  kepentingan pengurus partai politik, akibatnya eksistensi anggota dewan sangat tergantung dengan selera pengurus partai politik. Disisi lain, keberadaan anggota dewan karena dipilih oleh rakyat dalam suatu pemilihan umum.

 

Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD melalui mekanisme yang panjang. Mulai dari tahap pengusulan pemberhentian oleh dewan perwakilan cabang kabupaten/ kota partai politik, persetujuan dalam rapat DPRD, ferivikasi KPUD Kabupaten/ Kota, surat pengusulan yang kemudian diteruskan ke Gubernur untuk dikeluarkan peresmian penggantian antar waktu melalui Bupati/Walikota (Pasal 385/ Pasal 388 Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 Junto Pasal 104/ Pasal 107 Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2010).

“Kita akan berupaya menunjuk dan menetapkan calon anggota PAW secepat mungkin, karena ini adalah hak calon anggota dewan yang bersangkutan sebagai pengganti antar waktu dan tidak ada yang akan kita persulit, namun proses harus kita jalani,” jelas Agus Suhademan.

 

Sementara itu, calon anggota DPRD Kabupaten Solok sebagai PAW, almarhum Hardi Asmi, Marsal Syukur, yang beberapa kali dicoba menghubungi via Handphonennya, tidak berhasil karena HP yang bersangkutan sedang tidak aktif (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here