DCT Yang  Meninggal  Dunia Tidak Bisa Digantikan

0
99

SOLOK, JN- KPU Kabupaten Solok  memastikan bahwa caleg yang meninggal dunia setelah Daftar Calon Tetap (DCT) ditetapkan, tidak dapat digantikan. Caleg tersebut akan dicoret dari DPT, dan posisinya dikosongkan.

 

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Solok,  Jons Manedi, Minggu (4/11), terkait adanya Caleg DPRD Kabupaten Solok yang meninggal dunia, yakni  almarhum, H Syafri Dt. Siri Marajo, SH, yang meninggal dunia karena sakit pada Rabu tanggal 24 Oktober 2018 di RSUD Solok.

“Benar, Caleg yang sudah ditetapkan menjadi DCT, tidak bisa digantikan  dan namanya akan dikosongkan pada kertas suara saat pileg dilangsungkan,” jelas Jons Manedi. Hal itu sesuai  PKPU Nomor 20 tahun 2018 terkait pencalonan di Pasal 35, dimana  apabila ada caleg yang meninggal dunia, maka tidak dapat diganti.

“Beberapa hari yang lalu kami mendapatkan surat dari KPU RI  yang  inti atau  pokok poinnya adalah terkait dengan kejadian pasca penetapan daftar calon tetap (DCT). Jadi sudah diatur kalau ada caleg yang meninggal dunia maka caleg yang bersangkutan tidak dapat diganti atau dikosongkan,” terang Jons Manedi.

 

Untuk DCT sudah ada  calegnya, tetapi meninggal dunia maka tidak bisa digantikan dan didalam surat pemilihan nomornya dibiarkan kosong tanpa merubah nomor urut DPC. “Kami dari KPU ikut berduka cita atas meninggalnya Mak Datuak Syahri Dt Siri Marajo Caleg dari Partai Gerindra,” tutur Jons Manedi, saat ditemui di Kantor KPU Kabupaten Solok, Minggu siang.

 

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, saat dihubungi media ini mengaku hanya bisa pasrah dengan aturan PKPU tersebut. “Ya, harus bagaimana lagi, itukan  sudah aturan dari PKPU, kita tentu tidak bisa merubahnya, meski secara prinsip partai kita dirugikan,” jelas Jon Firman Pandu. Almarhum H. Syafri Dt Siri Marajo, merupakan Caleg dari Partai Gerindra Dapil Kabupaten Solok 2 (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda