Cerita Dari Parlemen Bumi Markisa: Sidang Malas Hadir Namun Kalau Kunker Pada Rajin

0
1391

SOLOK, JN-Sidang paripurna DPRD Kabupaten Solok dengan agenda mendengarkan pandangan Fraksi-Fraksi terhadap nota pengantar Bupati Solok menyangkut LKPj tahun 2016 dan Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Senin (3/4), sangat minim kehadiran anggota dewan. Hal ini jelas sangat bertolak belakang bila mereka pergi jadwal ke luar daerah, maka jarang anggota dewan yang absen.

“Kalau dikritik mereka banyak yang protes, tapi kenyataannya setiap sidang mereka selalu malas-malas dan kalaupun hadir tepat waktu hanya beberapa orang saja. Maka saya sering melihat sidang paripurna sering diundur waktunya hingga beberapa jam karena anggota dewan yang hadir kurang dari kourun,” terang Syariadi, salah seorang wartawan yang meliput di Kabupaten Solok.

Meski begitu, sidang pada Senin kemaren dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM dan dua Wakil Ketua DPRD seperti Yondri Samin dan Septrismen serta  pihak pemerintah dihadiri Bupati Solok, Gusmal, Sekda Kbupaten Solok, Aswirman dan unsur Forkompimda, LSM dan wartawan, dalam mendengarkan pendapat sembilan fraksi terhadap tiga Ranperda yang tengah dibahas itu berjalan tertib. Menurut anggota DPRD Kabupaten Solok, Hendri Dunant, Tiga Ranperda yang tengah dibahas ini sangat penting diterbitkan untuk memenuhi kepentingan masyarakat dan daerah. “Saya melihat Tiga Ranperda ini sangat bagus bila disepakati karena berpihak kepada masyarakat,” jelas Hendri Dunant. Sementara anggota DPRD Kabupaten Solok lainnya, Patris Chan, SH, Aurizal dan Sutan Bahri  yang juga juru bicara fraksi Buntang Nurani sependapat dengan Hendri Dunant. Aurizal dari Frakai PAN, Patris Chan dari Fraksi PPP dan Sutan Bahri dari dari Bintang Nurani, selain menekankan pentingnya ASI untuk meningkatkan nutrisi bagi bayi, sekaligus memandang potensi air di daerah itu sangat menjanjikan untuk membuka perekonomian masyarakat. “Budaya dan kecenderungan masyarakat belum begitu tumbuh untuk melakukan budidaya perikanan. Kita harus mendorong hal ini terutama dari dinas terkait agar bisa menopang perekonomian masyarakat,” jelas Aurizal. Menurutnya, dari  segi potensi air, banyak kawasan-kawasan di daerah Kabupaten Solok sangat memjanjikan untuk dikembangkan sebagai sumber perekonomian seperti Tabek Panjang, Padang Belimbing, Singkarak, Danau Kembar, Aliran Sungai Batang Lembang dan lainnya.

Disamping dua Ranperda Perikanan dan Pemberian ASI Eksklusif, fraksi-fraksi juga memandamg penting terhadap media untuk menjamin ketersediaan informasi publik. Dalam kaitan penyebarluaskan informasi itu, dewan menilai Ranperda media penyiaran lokal melalui Radio Solinda sangat pentiing dan perlu. “Untuk kelancaran operasionalnya, pemerintah daerah perlu menerbitkan juklak dan juknis agar mencapai kesempurnaan fungsi sebuah radio lokal,” terang Patris Chan. Ditambahkannya, soal pembenahan radio dari aspek teknis. Terutama menyangkut gelombamg radio dan jarak siar. Jangan nanti setelah dioperasikan radio ini mengundang masalah baru,” jelas Dendi

Sebelum paripurna penyampaian pandamgan umum fraksi ini, anggota DPRD kabupaten Solok juga melakukan rapat penyampaian penjelasan draf Ranperda Inisiatif DPRD serta rapat penyampaian laporan pansus II tentang Ranperda revisi Perda nomor 8 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum, yang hingga sekarang masih tertunda pengesahannya (wandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here